![]() |
| PPEPP (SPMI) DI SEKOLAH |
Penulis :Kurniawan
Pengawas sekolah/Penjamin mutu
A. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
SKL merupakan salah satu dari 8 Standar Nasional Pendidikan
yang menjadi acuan utama dalam menentukan kualitas hasil belajar murid. SKL
tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga mencakup sikap dan
keterampilan yang harus dimiliki murid pada akhir jenjang pendidikan.
Dalam praktiknya, pemenuhan SKL di sekolah memerlukan pendekatan sistematis melalui mekanisme penjaminan mutu internal, yaitu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Melalui siklus ini, sekolah dapat memastikan bahwa capaian lulusan benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
B. Definisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Standar Kompetensi Lulusan berdasarkan Permendikdasmen no 10 tahun 2025
adalah
kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang
menunjukkan capaian kemampuan Murid dari hasil pembelajarannya pada akhir
Jenjang Pendidikan.
Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan ketrampilan, yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai
oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu
muatan pembelajaran.
Untuk lebih memahami isi dari standar Kompetensi lulusan silahkan unduh Permendikdasmen no 10
tahun 2025
1. Contoh Isi Standar Kelulusan (8 Dimensi Profil Lulusan)
a.
Dimensi
keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
|
No |
Pernyataan Standar Kompetensi Lulusan |
Rumusan Standar |
Indikator Ketercapaian |
|
1
|
Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan harus memiliki
keyakinan dan mampu mengamalkan ajaran agama sesuai dengan kepercayaannya
masing - masing
|
Sekolah
memiliki dokumen yang menunjukkan murid membiasakan diri dalam mengamalkan
ajaran agama/kepercayaan yang dianut dan melaksanakan ibadah secara mandiri sesuai agamanya. |
1.
Tersedianya Program Sekolah tekait
kebiasaan menjalankan dan mengamalkan ibadah yang tertuang dalam kurikulum 2.
Tersedianya SOP pelaksanaan
kegiatan keagamaan 3.
Ketersediaan bukti pelaksnaan
kegiatan berupa Foto/Video /laporan yang menunjukan murid melaksankan ibadah
secara mandiri baik di sekolah maupun di rumah. Catatan/ jurnal sikap murid |
|
Sekolah memiliki bukti pelaksanaan pembelajaran dan/atau kegiatan
keagamaan yang menunjukkan upaya penguatan pemahaman dasar murid terhadap
ajaran pokok agama/ kepercayaannya.
|
1.
Tersedianya RPP/ Bahan ajar yang mengintegrasi nilai-nilai ajaran agama dalam proses pembelajaran 2.
Tersedianya dokumen Kurikulum yang
memuat program keagamaan 3.
Tersedianya bukti pelaksanaan
kegiatan keagamaan berupa Foto/Video/laporan tersedianya Jadwal
pelajaran yang memuat kegiatan keagamaan |
||
|
2 |
Kepala sekolah melalui Guru
memastikan lulusan harus memiliki Akhlak mulia, serta menjaga
hubungan dengan Tuhan Yang MahaEsa, sesama manusia, dan lingkungan |
1. Sekolah
memiliki bukti pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menunjukkan pembiasaan
sikap khusyuk, tertib, dan saling menghormati
|
1. Tersedianya Aturan/SOP yang
mengatur sikap khusyuk, tertib dan saling mengormati 2.
Memiliki dokumen dan bukti berupa
foto/video/laporan kegiatan keagamaan 3. Adanya Daftar hadir kegiatan
keagamaan |
|
2. Sekolah
memiliki bukti kegiatan pembelajaran dan pembiasaan yang menumbuhkan
pemahaman murid tentang hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia,
dan lingkungan. |
1. Tersedianya program pembiasaan sekolah yang
menumbuhkan sikap kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai wujud
pengamalan ajaran agama/kepercayaan 2. Tersedianya perangkat pembelajaran (RPP/modul
ajar/bahan ajar) yang memuat nilai hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha
Esa, sesama manusia, dan lingkungan. 3. Tersedianya dokumentasi kegiatan refleksi
atau penguatan nilai, yang menunjukkan pemahaman murid
tentang keterkaitan antara iman, perilaku sosial, dan kepedulian
lingkungan.(poster/tulisan/proyek sederhana) |
||
|
3. Sekolah memiliki
dokumen/bukti pelaksanaan kegiatan yang menumbuhkan sikap toleran dan saling
menghargai perbedaan agama dan kepercayaan pada murid. |
1. Tersedianya dokumentasi (foto/video/laporan) peringatan hari besar keagamaan yang dilaksanakan dengan semangat toleransi dan saling menghargai di lingkungan sekolah 2. Tersedianya pajangan hasil karya murid (seperti poster atau tulisan) yang bertema perdamaian, inklusivitas, dan kerukunan antarumat beragama |
b. Dimensi Kewargaan
|
No |
Pernyataan Standar Kewargaan |
Rumusan
Standar |
Indikator
Ketercapaian |
|
1 |
Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan harus memiliki
rasa yang bangga akan identitas dan budayanya, |
Sekolah memiliki
dokumen dan bukti pelaksanaan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan murid
terhadap identitas bangsa dan budaya lokal/nasional. |
1. Tersedianya program pengenalan budaya (seperti hari
berbaju adat, seni daerah, atau kunjungan museum). 2. Tersedianya dokumentasi (foto/video/laporan)
peringatan hari besar nasional. 3.
Adanya pajangan hasil karya murid yang bertema
kearifan lokal di lingkungan sekolah. |
|
2 |
Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan harus memiliki
kemampuan dalam menghargai
keberagaman baik dilingkungan sekolah dan atau tempat tinggalnya |
Sekolah memiliki
bukti pelaksanaan pembelajaran yang mendorong murid menghargai keberagaman
dan mempraktikkan sikap inklusif. |
1. Tersedianya RPP/Modul Ajar yang memuat materi
tentang keberagaman sosiokultural dan toleransi. 2. Tersedianya laporan kegiatan proyek (kokurikuler)
yang melibatkan kerja sama antar kelompok yang beragam. 3.
Catatan anekdot/jurnal sikap yang menunjukkan
ketiadaan diskriminasi di lingkungan sekolah. |
|
3 |
Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan harus memiliki
kemampuan
menjaga persatuan bangsa |
Sekolah memiliki aturan dan bukti pembiasaan yang menunjukkan ketaatan murid terhadap norma, hukum, dan aturan bermasyarakat/ bernegara. |
1.
Tersedianya Tata Tertib Sekolah yang disusun secara
partisipatif dan disosialisasikan kepada murid. 2. Adanya bukti pelaksanaan pemilihan ketua
OSIS/Majelis Murid secara demokratis. 3.
Adanya Laporan sosialisasi atau penyuluhan terkait
sadar hukum (misal: antinarkoba, tata tertib lalu lintas). |
|
4 |
Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan mampu menjaga keberlanjutan kehidupan,
lingkungan, dan harmoni antar bangsa |
Sekolah memiliki
program nyata yang menunjukkan partisipasi murid dalam menjaga keberlanjutan
lingkungan hidup. |
1. Tersedianya kebijakan sekolah ramah lingkungan
(seperti pembatasan plastik atau pemilahan sampah). 2. Adanya bukti kegiatan nyata murid dalam pelestarian
alam (seperti apotek hidup, komposting, atau kebersihan lingkungan). 3.
Dokumentasi kampanye lingkungan yang diinisiasi oleh
murid. |
|
5 |
Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan mampu menjaga harmoni antar bangsa |
Sekolah
memiliki bukti kegiatan yang menumbuhkan kesadaran murid sebagai warga dunia
yang menjaga harmoni antarbangsa. |
1.
Tersedianya bahan ajar atau diskusi isu global
(seperti perdamaian dunia, perubahan iklim, atau hak asasi manusia). 2.
Bukti pelaksanaan kegiatan simulasi atau perayaan
hari internasional (seperti Hari Perdamaian Dunia). |
|
No |
Pernyataan Standar Kewargaan |
Rumusan
Standar |
Indikator
Ketercapaian |
1 |
Kepala sekolah memastikan ketersediaan lingkungan fisik dan digital
yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis. |
Tersedianya
lingkungan belajar yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan pemecahan
masalah berbasis data (literasi & numerasi). |
1. Tersedianya pojok baca atau sumber belajar digital 2. Tersedianya pajangan hasil karya murid yang
menunjukkan proses analisis data sederhana. 3. Tersedianya fasilitas (seperti laboratorium atau
area terbuka) |
|
2 |
Kepala sekolah melalui Guru memastikan perencanaan pembelajaran
memfasilitasi rasa ingin tahu dan penalaran murid., |
Terintegrasinya
pembiasaan bertanya dan eksplorasi dalam setiap modul ajar/RPP guru |
1. Adanya daftar pertanyaan pemantik dalam modul ajar
yang memicu diskusi eksploratif 2. Adanya Dokumentasi observasi kelas yang menunjukkan
guru memberikan ruang tanya jawab |
|
3 |
Kepala sekolah memastikan penyediaan fasilitas pendukung untuk
kegiatan eksperimen dan pengamatan mandiri. |
Tersedianya
berbagai fasilitas yang mendorong murid untuk melakukan eksperimen/pengamatan
langsung |
Ketersediaan
alat peraga, laboratorium, atau media observasi yang digunakan murid secara
aktif |
|
4 |
Kepala
sekolah memastikan pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan metode inkuiri
dan penalaran yang valid. |
Terlaksananya
proses pembelajaran yang menerapkan metode inkuiri dan penalaran
induktif-deduktif secara konsisten. |
Ada
dokumen kegiatan diskusu kelas yang menunjukan murid mampu menarik kesimpulan
berdasarkan fakta dan data yang valid dalam diskusi kelas.. |
|
5 |
Kepala
Sekolah memastikan Murid memiliki kemampu berpikir menyelesaikan permasalahan |
Terwujudnya
pembiasaan strategi Problem Based Learning (PBL) dalam
setiap mata pelajaran |
1. Adanya
laporan proyek murid yang memuat identifikasi masalah, alternatif solusi, dan
pemilihan solusi terbaik. 2. Dokumentasi
presentasi solusi masalah nyata. (misal: pengelolaan sampah atau efisiensi
energi). |
Kompetensi di atas
tersebut merupakan contoh. dari Delapan SKL tiga contoh standar minimal saya
taungkan sebagai refersnis. Selanjutnya kita akan lanjut membahas Bagai mana
melakukan audit mutu internal melalui siklus PPEPP dari standar tersebut di atas.
2. PPEPP
PPEPP Adalah Siklus Penjaminan Mutu, untuk meningkatkan standar yang di jalankan dan telaah ditetapkan sebagai standar baru, dari sinilah program kerja RKT berbasis data (EDS) tersusun selain dari visi dan rapor Pendidikan.
Penting untuk keterkaitan pemahaman untuk Baca juga :Menyusun RKJM dan RKT berbasis Data
Siklus Penetapan Pelaksanaan/Implementasi- Monitoring
Dan Evaluasi-Pengendalian-Peningkatan. Pentignya siklus ini di laksanakan
sebagai wujud SPMI sekolah, untuk kepala sekolah mengetahui proges ketercapain
standar minimal dari pernyataan standar yang tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan.
Untuk lebih memahami siklus PPEPP/SPMI ini, Bapak dan ibu kepala sekolah disarankan membaca juga artikel pada blog ini: cara Menyusun Kalender Akademik , selanjutnya terkait Buku dan Tata Tertib Siswa SD-SMP :
C.
Tahapan
siklus Penjaminan Mutu PPEPP
Tahapan siklus
ini untuk memudahkan kita dalam memahami langkah setiap siklus penjaminan mutu.
Contoh Tabel Siklus PPEPP
|
Siklus
Penjaminan Mutu |
Implementasi |
Dokumen |
|
Penetapan |
Pengesahan Dokumen sebagi regulasi pelaksanaaan standar minimal pada satuan Pendidikan tahun berjalan
|
|
|
Pelaksanaan/ Implementasi |
Melaksanakan
program kerja yang sudah ditetapkan berdasarkan: waktu
pelaksanaan, implementasi SOP
pelaksanaan pekerjaan, capaian target
dan hasil
kerja. |
Ø
SOP Pelaksanaan Pekerjaan; Ø
Dokumen Pendukung kegiatan (laporan)
|
|
Monitoring dan
Evaluasi |
Melaksanakan
Monev
terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan
yang sudah ditetpkan dalam program kerja
. |
Daftar Temuan dari
dokumen kerja (masalah dan kendala yag dihadapai)
|
|
Pengendalian |
Rencana
penanganan dan tindak lanjut untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam penyelesaian pekerjaan, langkah yang akan diambil untuk peningkatan potensi pengembangan, peningkatan efektivitas pekerjaan, peningkatan pelaksanaan pekerjaan kegiatan diatas dilakukan pada saat Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) |
Ø Rekomendasi perbaikan proses dan hasil kerja. Ø Identifikasi masalah dan potensi peningkatan Ø efektivitas pelaksanaan pekerjaan.
Output: Ø Langkah strategis peningkatan efektivitas pelaksanaan pekerjaan; Ø Langkah operasional penyelesaian masalah
dalam penyelesaian pekerjaan. |
|
Peningkatan |
Hasil rekomendasi pada saat RTM Berupa : pelaksanaan
pekerjaan yang ditingkatkan dan langkah operasional penyelesaian permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan, Dampak dari berbagai langkah yang diambil untuk peningkatan efektivitas pelaksanaan pekerjaan,
|
Pelaksanaan
pekerjaan; Ø Sebagai bentuk siklus program kerja baru dan Langkah operasional penyelesaian masalah Output: Ø Peningkatan efektivitas pelaksanaan pekerjaan
pada satuan pendidikan Ø Peningkatan hasil kerja baik secara kualitas
maupun kuantitas; Ø Peningkatan kolaborasi warga satuan |
Pada
kegiatan ini kita sudah Menyusun standar minimal sebagai standar lulusan di
sekolah, isi stanar lulusan mengacu pada permendidasmen no 10 tahun 2025, untuk
isi standar minimal sekolah dapat mengembangakan Kembali, standar di atas hanya
contoh.
Perhatikan tabel siklus PPEPP pada standar Kompetensi lulusan. Standar yang sudah di susun dan di tetapkan di sekolah dan disosialisasikan pada seluruh warga satuan (stakeholder)
1. Standar Kompetensi Lulusan
|
Penetapan
Standar |
Pelaksanaan |
Evaluasi. |
Pengendalian |
Peningkatan |
|
|
Kegiatan |
Bukti Fisik |
||||
|
Murid membiasakan diri dalam mengamalkan ajaran agama/kepercayaan
yang dianut dan melaksanakan ibadah secara mandiri sesuai agamanya. |
1.
Menyusun KSP dengan
memasukan program pembiasaan mengamalkan
ajaran agama/kepercayaan yang dianut 2.
Menysusn SOP kegiatan keagamaan di sekolah 3.
Melaksanakan program kebiasaan menjalankan dan
mengamlakan ibadah berdasarkan
keyakinan yang dianut
|
1. Memiliki KSP dengan program pembiasaan mengamalkan
ajaran agama 2. Memiliki SOP Kegiatan keagamaan di sekolah 3. Dokumen berupa Foto/ video/jurnal yang menunjukan murid melaksanakan kebiasaan
beribdah
|
1. Belum termuatnya program kebiasaan menjalan ibadah dalam
kurikulm 2. Beum adanya SOP kegiatan keagamaan di sekolah 3. Dokumen kegiatan berupa Foto yang menunjukan kegiatan dan
kativitas beribadah di sekolah, belum mennjukan kebiasan beribdadah secara
rutin.
|
1. Kegiaatan kebiasaan beribadah di masukan daalm
kurikulum 2.
Memiliki SOP sebagai prosedur kegiatan 3. Mewajibkan jurnal harian ibadah (bukan sekadar
foto). |
1.
Murid menjadi contoh dalam mengamalkan ajaran agama
baik di sekolah maupu di lingan tempat tinggalnya 2. Terbentuknya kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam
menjalankan agama |
|
… |
… |
… |
|
|
3. |
Hasil dari kegiatan tersebut diatas, selanjutnya bisa di petakan dalam analisis SWOT yakni Kekuatan, Kelemahan, ancaman dan tantangan, yang menjadi penetuan langkah straegis pelaksanakaan program kedepannya
Contoh Analisis SWOT dari satu Program yang sudah dijalankan
|
Kekuatan
(Strengths) |
Kelemahan
(Weaknesses) |
|
Murid
memiliki antusiasme tinggi dalam kegiatan ibadah mandiri. |
Program
kebiasaan ibadah belum tertuang secara resmi dalam dokumen kurikulum |
|
Sudah
tersedianya bukti fisik berupa foto/video kegiatan |
Belum
adanya SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baku untuk kegiatan keagamaan
di sekolah. |
|
Peluang
(Opportunities) |
Tantangan
(Threats) |
|
Dukungan
besar orang tua murid untuk pelaksanaan ibadah rutin di rumah. |
Pengaruh
lingkungan luar sekolah yang dapat mengikis konsistensi pembiasaan ibadah
murid. |
Membangun standar mutu pendidikan bukanlah tentang seberapa banyak tumpukan dokumen administrasi yang kita miliki, melainkan tentang seberapa besar perubahan karakter dan kompetensi yang terjadi pada diri murid.
