Sabtu, 11 April 2026

PANDUAN LENGKAP PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) MELALUI PPEPP DI SEKOLAH (DENGAN CONTOH PERNYATAAN STANDAR)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)  - PPEPP
PPEPP (SPMI) DI SEKOLAH



Penulis :Kurniawan
Pengawas sekolah/Penjamin mutu

A.     Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

 

SKL merupakan salah satu dari 8 Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan utama dalam menentukan kualitas hasil belajar murid. SKL tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga mencakup sikap dan keterampilan yang harus dimiliki murid pada akhir jenjang pendidikan.


Dalam praktiknya, pemenuhan SKL di sekolah memerlukan pendekatan sistematis melalui mekanisme penjaminan mutu internal, yaitu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Melalui siklus ini, sekolah dapat memastikan bahwa capaian lulusan benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan. 

B.     Definisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Standar Kompetensi Lulusan berdasarkan Permendikdasmen no 10 tahun 2025

adalah kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Murid dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan.

 

Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan ketrampilan, yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran.

 

Untuk lebih memahami isi dari standar Kompetensi lulusan silahkan unduh Permendikdasmen no 10 tahun 2025

1.    Contoh Isi Standar Kelulusan  (8 Dimensi Profil Lulusan)

      a.    Dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

 

No

Pernyataan Standar

Kompetensi Lulusan

Rumusan

Standar

Indikator Ketercapaian

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala sekolah melalui Guru  memastikan  lulusan harus memiliki keyakinan dan mampu

mengamalkan ajaran agama sesuai dengan kepercayaannya masing - masing

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekolah memiliki dokumen yang menunjukkan murid membiasakan diri dalam mengamalkan ajaran agama/kepercayaan yang dianut dan melaksanakan ibadah secara  mandiri sesuai agamanya.

1.      Tersedianya Program Sekolah tekait kebiasaan menjalankan dan mengamalkan ibadah yang tertuang dalam kurikulum

2.      Tersedianya SOP pelaksanaan kegiatan keagamaan

3.      Ketersediaan bukti pelaksnaan kegiatan berupa Foto/Video /laporan yang menunjukan murid melaksankan ibadah secara mandiri baik di sekolah maupun di rumah.

Catatan/ jurnal sikap murid

Sekolah memiliki bukti pelaksanaan pembelajaran dan/atau kegiatan keagamaan yang menunjukkan upaya penguatan pemahaman dasar murid terhadap ajaran pokok agama/

kepercayaannya.

 

1.      Tersedianya RPP/ Bahan ajar  yang mengintegrasi nilai-nilai ajaran agama dalam proses  pembelajaran

2.      Tersedianya dokumen Kurikulum yang memuat program keagamaan

3.      Tersedianya bukti pelaksanaan kegiatan keagamaan berupa Foto/Video/laporan

tersedianya Jadwal pelajaran yang memuat kegiatan keagamaan

 2

Kepala sekolah melalui Guru memastikan  lulusan harus memiliki  Akhlak mulia, serta menjaga hubungan dengan Tuhan Yang MahaEsa, sesama manusia, dan lingkungan

1.    Sekolah memiliki bukti pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menunjukkan pembiasaan sikap khusyuk, tertib, dan saling menghormati

 

 

1.     Tersedianya Aturan/SOP yang mengatur sikap khusyuk, tertib dan saling mengormati

2.      Memiliki dokumen dan bukti berupa foto/video/laporan kegiatan keagamaan

3.     Adanya Daftar hadir kegiatan keagamaan

2.       Sekolah memiliki bukti kegiatan pembelajaran dan pembiasaan yang menumbuhkan pemahaman murid tentang hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan.

1.    Tersedianya program pembiasaan sekolah yang menumbuhkan sikap kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai wujud pengamalan ajaran agama/kepercayaan

2.     Tersedianya perangkat pembelajaran (RPP/modul ajar/bahan ajar) yang memuat nilai hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan.

3.     Tersedianya dokumentasi kegiatan refleksi atau penguatan nilai, yang menunjukkan pemahaman murid tentang keterkaitan antara iman, perilaku sosial, dan kepedulian lingkungan.(poster/tulisan/proyek sederhana)

3.     Sekolah memiliki dokumen/bukti pelaksanaan kegiatan yang menumbuhkan sikap toleran dan saling menghargai perbedaan agama dan kepercayaan pada murid.

1.      Tersedianya dokumentasi (foto/video/laporan) peringatan hari besar keagamaan yang dilaksanakan dengan semangat toleransi dan saling menghargai di lingkungan sekolah

2.   Tersedianya pajangan hasil karya murid (seperti poster atau tulisan) yang bertema perdamaian, inklusivitas, dan kerukunan antarumat beragama 


b.    Dimensi Kewargaan


No

Pernyataan Standar Kewargaan

Rumusan Standar

Indikator Ketercapaian

1

Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan harus memiliki rasa yang bangga akan identitas dan budayanya,

Sekolah memiliki dokumen dan bukti pelaksanaan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan murid terhadap identitas bangsa dan budaya lokal/nasional.

1.    Tersedianya program pengenalan budaya (seperti hari berbaju adat, seni daerah, atau kunjungan museum).

2.     Tersedianya dokumentasi (foto/video/laporan) peringatan hari besar nasional.

3.      Adanya pajangan hasil karya murid yang bertema kearifan lokal di lingkungan sekolah.

2

Kepala sekolah melalui Guru memastikan  lulusan harus memiliki kemampuan dalam menghargai keberagaman baik dilingkungan sekolah dan atau tempat tinggalnya

Sekolah memiliki bukti pelaksanaan pembelajaran yang mendorong murid menghargai keberagaman dan mempraktikkan sikap inklusif.

1.     Tersedianya RPP/Modul Ajar yang memuat materi tentang keberagaman sosiokultural dan toleransi.

2.     Tersedianya laporan kegiatan proyek (kokurikuler) yang melibatkan kerja sama antar kelompok yang beragam.

3.      Catatan anekdot/jurnal sikap yang menunjukkan ketiadaan diskriminasi di lingkungan sekolah.

   3

Kepala sekolah melalui Guru  memastikan  lulusan harus memiliki kemampuan menjaga persatuan bangsa

Sekolah memiliki aturan dan bukti pembiasaan yang menunjukkan ketaatan murid terhadap norma, hukum, dan aturan bermasyarakat/ bernegara.

1.      Tersedianya Tata Tertib Sekolah yang disusun secara partisipatif dan disosialisasikan kepada murid.

2.     Adanya bukti pelaksanaan pemilihan ketua OSIS/Majelis Murid secara demokratis.

3.      Adanya Laporan sosialisasi atau penyuluhan terkait sadar hukum (misal: antinarkoba, tata tertib lalu lintas).

  4

Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan mampu menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antar bangsa

Sekolah memiliki program nyata yang menunjukkan partisipasi murid dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

1.     Tersedianya kebijakan sekolah ramah lingkungan (seperti pembatasan plastik atau pemilahan sampah).

2.     Adanya bukti kegiatan nyata murid dalam pelestarian alam (seperti apotek hidup, komposting, atau kebersihan lingkungan).

3.      Dokumentasi kampanye lingkungan yang diinisiasi oleh murid.

   5

Kepala sekolah melalui Guru memastikan lulusan mampu menjaga harmoni antar bangsa

Sekolah memiliki bukti kegiatan yang menumbuhkan kesadaran murid sebagai warga dunia yang menjaga harmoni antarbangsa.

1.      Tersedianya bahan ajar atau diskusi isu global (seperti perdamaian dunia, perubahan iklim, atau hak asasi manusia).

2.      Bukti pelaksanaan kegiatan simulasi atau perayaan hari internasional (seperti Hari Perdamaian Dunia).
3. negeri.


c.    Dimensi Penalaran kritis

No

Pernyataan Standar Kewargaan

Rumusan Standar

Indikator Ketercapaian

  1

Kepala sekolah memastikan ketersediaan lingkungan fisik dan digital yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis.

Tersedianya lingkungan belajar yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah berbasis data (literasi & numerasi).

1.     Tersedianya pojok baca atau sumber belajar digital

2.     Tersedianya pajangan hasil karya murid yang menunjukkan proses analisis data sederhana.

3.     Tersedianya fasilitas (seperti laboratorium atau area terbuka)

  2

Kepala sekolah melalui Guru memastikan perencanaan pembelajaran memfasilitasi rasa ingin tahu dan penalaran murid.,

Terintegrasinya pembiasaan bertanya dan eksplorasi dalam setiap modul ajar/RPP guru

1.      Adanya daftar pertanyaan pemantik dalam modul ajar yang memicu diskusi eksploratif

2.     Adanya Dokumentasi observasi kelas yang menunjukkan guru memberikan ruang tanya jawab

  3

Kepala sekolah memastikan penyediaan fasilitas pendukung untuk kegiatan eksperimen dan pengamatan mandiri.

Tersedianya berbagai fasilitas yang mendorong murid untuk melakukan eksperimen/pengamatan langsung

Ketersediaan alat peraga, laboratorium, atau media observasi yang digunakan murid secara aktif

  4

Kepala sekolah memastikan pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan metode inkuiri dan penalaran yang valid.

Terlaksananya proses pembelajaran yang menerapkan metode inkuiri dan penalaran induktif-deduktif secara konsisten.

Ada dokumen kegiatan diskusu kelas yang menunjukan murid mampu menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan data yang valid dalam diskusi kelas..

  5

Kepala Sekolah memastikan Murid memiliki kemampu berpikir menyelesaikan permasalahan

Terwujudnya pembiasaan strategi Problem Based Learning (PBL) dalam setiap mata pelajaran

1.      Adanya laporan proyek murid yang memuat identifikasi masalah, alternatif solusi, dan pemilihan solusi terbaik.

2.      Dokumentasi presentasi solusi masalah nyata. (misal: pengelolaan sampah atau efisiensi energi).

 

Kompetensi di atas tersebut merupakan contoh. dari Delapan SKL tiga contoh standar minimal saya taungkan sebagai refersnis. Selanjutnya kita akan lanjut membahas Bagai mana melakukan audit mutu internal melalui siklus PPEPP dari standar tersebut di atas.

2.       PPEPP

PPEPP Adalah Siklus Penjaminan Mutu, untuk meningkatkan standar yang di jalankan dan telaah ditetapkan sebagai standar baru, dari sinilah program kerja RKT berbasis data (EDS) tersusun  selain dari visi dan rapor Pendidikan.

Penting untuk keterkaitan pemahaman untuk Baca juga :Menyusun RKJM dan RKT berbasis Data

Siklus Penetapan Pelaksanaan/Implementasi- Monitoring Dan Evaluasi-Pengendalian-Peningkatan. Pentignya siklus ini di laksanakan sebagai wujud SPMI sekolah, untuk kepala sekolah mengetahui proges ketercapain standar minimal dari pernyataan standar yang tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan.

Untuk lebih memahami siklus PPEPP/SPMI ini, Bapak dan ibu kepala sekolah disarankan membaca juga artikel pada blog ini: cara Menyusun Kalender Akademik , selanjutnya terkait  Buku dan Tata Tertib Siswa SD-SMP :

 

C.    Tahapan siklus Penjaminan Mutu PPEPP

 

Tahapan siklus ini untuk memudahkan kita dalam memahami langkah setiap siklus penjaminan mutu.

 

Contoh Tabel Siklus PPEPP

 

Siklus Penjaminan Mutu

Implementasi

Dokumen

Penetapan

Pengesahan Dokumen

sebagi regulasi pelaksanaaan standar minimal pada satuan Pendidikan tahun berjalan

 

 

  • Surat Keputusan Kepala Sekolah Penetapan Dokumen (SK)
  •  Buku standar
  • SOP Perencanaan

 

Pelaksanaan/

Implementasi

Melaksanakan program kerja yang sudah ditetapkan berdasarkan:

waktu pelaksanaan,  implementasi SOP pelaksanaan pekerjaan,  capaian target dan

hasil kerja.

Ø  SOP Pelaksanaan Pekerjaan;


Ø  Dokumen Pendukung kegiatan (laporan)

 

Monitoring dan Evaluasi

Melaksanakan Monev terhadap  8 Standar Nasional Pendidikan yang sudah ditetpkan dalam program kerja

 

.

Daftar Temuan dari dokumen kerja (masalah dan kendala yag dihadapai)

 

Pengendalian

Rencana penanganan dan tindak lanjut

untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam penyelesaian pekerjaan,

langkah yang akan diambil untuk peningkatan potensi pengembangan, peningkatan efektivitas pekerjaan, peningkatan pelaksanaan pekerjaan

kegiatan diatas dilakukan pada saat Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)

Ø    Rekomendasi perbaikan proses dan hasil kerja.

Ø     Identifikasi masalah dan potensi peningkatan

Ø     efektivitas pelaksanaan pekerjaan.

 

Output:

Ø    Langkah strategis peningkatan efektivitas

pelaksanaan pekerjaan;

Ø     Langkah operasional penyelesaian masalah dalam penyelesaian pekerjaan.

Peningkatan

Hasil  rekomendasi pada saat RTM

Berupa :

pelaksanaan pekerjaan yang ditingkatkan dan langkah operasional 

penyelesaian permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan,

Dampak dari berbagai langkah yang diambil untuk peningkatan efektivitas  pelaksanaan pekerjaan,

 

Pelaksanaan pekerjaan;

Ø   Sebagai bentuk siklus program kerja baru dan Langkah operasional penyelesaian masalah

Output:

Ø    Peningkatan efektivitas pelaksanaan pekerjaan pada satuan pendidikan

Ø    Peningkatan hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas;

Ø    Peningkatan kolaborasi warga satuan


D.       Contoh Kegiatan PPEPP

Pada kegiatan ini kita sudah Menyusun standar minimal sebagai standar lulusan di sekolah, isi stanar lulusan mengacu pada permendidasmen no 10 tahun 2025, untuk isi standar minimal sekolah dapat mengembangakan Kembali, standar di atas hanya contoh.

 Perhatikan tabel siklus PPEPP pada standar Kompetensi lulusan. Standar yang sudah di susun dan di tetapkan di sekolah  dan disosialisasikan pada seluruh warga satuan (stakeholder) 

1.         Standar Kompetensi Lulusan 

Penetapan Standar

Pelaksanaan

Evaluasi.

Pengendalian

Peningkatan

Kegiatan

Bukti Fisik

Murid membiasakan diri dalam mengamalkan ajaran agama/kepercayaan yang dianut dan melaksanakan ibadah secara  mandiri sesuai agamanya.

1.   Menyusun KSP dengan  memasukan program pembiasaan mengamalkan ajaran agama/kepercayaan yang dianut  

2.   Menysusn SOP kegiatan  keagamaan di sekolah   

3.   Melaksanakan program kebiasaan menjalankan dan mengamlakan  ibadah berdasarkan keyakinan yang dianut

 

1.      Memiliki KSP dengan program pembiasaan mengamalkan ajaran agama

2.      Memiliki SOP Kegiatan keagamaan di sekolah

3.      Dokumen berupa Foto/ video/jurnal  yang menunjukan murid melaksanakan kebiasaan beribdah

 

 

 

1.     Belum termuatnya program kebiasaan menjalan ibadah dalam kurikulm

2.      Beum adanya SOP kegiatan keagamaan di sekolah

3.     Dokumen kegiatan berupa Foto yang menunjukan kegiatan dan kativitas beribadah di sekolah, belum mennjukan kebiasan beribdadah secara rutin.

 

1.      Kegiaatan kebiasaan beribadah di masukan daalm kurikulum

2.       Memiliki SOP sebagai prosedur kegiatan

3.      Mewajibkan jurnal harian ibadah (bukan sekadar foto).

1.    Murid menjadi contoh dalam mengamalkan ajaran agama baik di sekolah maupu di lingan tempat tinggalnya

2.   Terbentuknya kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam menjalankan agama

 

 

3.     

 

Hasil dari kegiatan tersebut diatas, selanjutnya bisa di petakan dalam analisis SWOT yakni Kekuatan, Kelemahan, ancaman dan tantangan, yang menjadi penetuan langkah straegis pelaksanakaan program  kedepannya

Contoh Analisis SWOT dari satu Program yang sudah dijalankan

Kekuatan (Strengths)

Kelemahan (Weaknesses)

Murid memiliki antusiasme tinggi dalam kegiatan ibadah mandiri.

Program kebiasaan ibadah belum tertuang secara resmi dalam dokumen kurikulum

Sudah tersedianya bukti fisik berupa foto/video kegiatan

Belum adanya SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baku untuk kegiatan keagamaan di sekolah.

Peluang (Opportunities)

Tantangan (Threats)

Dukungan besar orang tua murid untuk pelaksanaan ibadah rutin di rumah.

Pengaruh lingkungan luar sekolah yang dapat mengikis konsistensi pembiasaan ibadah murid.

Membangun standar mutu pendidikan bukanlah tentang seberapa banyak tumpukan dokumen administrasi yang kita miliki, melainkan tentang seberapa besar perubahan karakter dan kompetensi yang terjadi pada diri murid.