Rabu, 15 April 2026

PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN 2026 : CONTOH PROGRAM DAN PELAKSANAANNYA

REMEDIAL DAN PENGAYAAN
PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN  

Penuis : Kurniawan
Pengawas Sekolah/Penjamin mutu

Asesmen memberikan informasi yang bermakna bagi peserta didik dan orang tua untuk memandu pemilihan strategi pembelajaran. 
Asesmen juga merupakan potret hasil ketercapaian pembelajaran yang digunakan sebagai alat refleksi dalam memperbaiki pembelajaran.

Untuk menindaklanjuti hasil asesmen, bagi siswa yang belum tuntas maka dilakukan remedial dan bagi siswa yang sudah tuntas maka dilakukan pengayaan.

A.     Tujuan Remedial dan Pengayaan

Tujua remedial bukan hanya untuk perbaikan nilai, tetapi untuk meningkatkan capaian belajar murid. Dengan demikian, remedial tidak dilakukan dengan memberikan soal atau tugas semata, 
melainkan dengan memberikan pendampingan kepada murid untuk mempelajari kembali kriteria-kriteria tujuan pembelajaran yang belum tercapai.

Sedangkan pengayaan dapat dilakukan dengan memberikan tantangan yang berbeda dengan tingkat kompleksitas yang lebih dari murid yang lain. 
Pengayaan bukan berarti murid diberi soal yang lebih sulit, tetapi untuk mempertajam dan memperluas pengetahuan murid dengan berbagai referensi.

B.       Pengertian Remedial 

Pada dasarnya remedial bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau membuat menjadi lebih baik. Bisa juga kita artikan bahwa pembelajaran remedial adalah layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan .

Jadi bisa kita simpulkan bahwa untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas masing-masing peserta didik dalam menguasai materi Pelajaran

Bagaimana dengan yang sudah tuntas ?
Yang sudah tuntas (katagori baik) guru tidak lagi melakukan re
medial alasannya karena siswa sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP).

C.     Pengertian Pengayaan

 

Pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya.

 

Pembelajaran pengayaan memberikan peserta pelayanan didik yang kepada memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya


D.    Ketercapaian dan Tindak Lanjut

Untuk mengetahui apakah siswa tersebut mendapatkan remedial atau tidak dan atau mendapatkan pengaykan makan bisa dilihat pada tabel contoh rentang penilaian atau interval

Disini saya buatkan 2 contoh pembanding tabel, apa fungsinya. Sebagai pembanding dalam kita menetukan kriteria ketuntasan.

Tabel 1. Ketercapaian dan Tindak Lanjut Asesmen (Contoh Interval 1)

 

Interval

Ketercapaian dan Tindak Lanjut

0 - 20

Belum mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik menanyakan kepada murid tantangan apa yang mereka hadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh kriteria).

21 - 40

Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar kriteria.

41 - 60

Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali kriteria yang diperlukan.

61 - 80

Sudah mencapai tujuan pembelajaran.

81 - 100

Sudah mencapai tujuan pembelajaran, perlu tantangan lebih (pengayaan).

Untuk membuat tabel rentang bisa di baca lebih lanjut dalam blog ini Analisis Evaluasi Pembelajaran

Berdasarkan tabel 1 interval tersebut dapat dilihat pada rentang nilai 20 – 40 mendapat tindaklanjut remedial, sedangkan nilia 61 – 80 termasuk katagori tuntas dan nilai 81 – 100 mendapat tindaklanjut pengayaan. 

Selanjutnya pada tabel ke 2. Sebagai contoh sekolah sudah menyepakati dan  ditetapkan angka 59 sebagai angka minimal maka rentang yang kita buat sebagai berikut:

Tabel 2 Ketercapaian dan Tindak Lanjut Asesmen (Contoh Interval 2)


Interval

Ketercapaian dan Tindak Lanjut

< 59

Belum mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik menanyakan kepada murid tantangan apa yang mereka hadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh kriteria).

60 - 69

Belum mencapai tujuan pembelajaran, (perlu remedial) dengan mempelajari kembali sebagian besar kriteria.

70 - 79

Hampir mencapai tujuan pembelajaran, (perlu remedial) dengan mempelajari kembali kriteria yang diperlukan.

80 - 89

Sudah mencapai tujuan pembelajaran. (Tidak Remedial)

90 - 100

Sudah mencapai tujuan pembelajaran, perlu tantangan lebih (Pengayaan).

Setelah kita mengetahui rentang nilai, untuk menetukan murid mendapatkan remedial, atau tidak atau mendapatkan pengayaan. Maka selanjutnya menyusu program remedial dan pengayaannya.

Baca juga : RPP- Kokurikuler  Kurikulum Merdeka dan Implementasinya 

E.   Contoh Analisis  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

 

Setelah guru melakukan analisisi penilian, guru tersebut memetakan mana murid yang mendapatkan remedial, mana yang tidak dan mana yang mendapatkan pengayaan.

 

Untuk lebih memudahkan pemahaman, maka perhatikan ilustarsi analisis penilian yang dilakukan oleh guru. Guru melakukan Penilaian hasil belajar  dalam Menyusun laporan, mengunakan pendekatan dengan tabel 1, Ketercapaian dan Tindak Lanjut Asesmen.


Seseorang murid Bernama zaym mendapat nilai dari hasil Menyusun laporan akir dari observasi yang dilakukan  tertuang dalam rubrik di bawah :

 

Kriteria Ketercapaian

Belum muncul pada bagian pembuka, isi, dan penutup (1)

Muncul pada salah satu unsur (2)

Muncul pada dua unsur (3)

Muncul pada tiga unsur (4)

Muncul pada pembuka, isi, dan penutup serta menambahkan rekomendasi (5)

Laporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut

 

 

 

V

 

Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas.

 

 

 

V

 

Laporan menceritakan pengalaman secara jelas.

 

 

 

V

 

Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat

 

V

 

 

 

 

 

Data dari  rubrik tersebut di atas:

Zaym memperoleh 3 kriteria pada bobot 4, dan satu kriteria berada pada bobot 2.

Oleh karena itu, pendidik dapat menghitung 3x4 = 12, ditambah
2x1 = 2. 
Jadi, 12+2 = 14.

 

Karena Laporan tersebut di nilai dengan 4 kriteria  dan skalanya intervalnya ada 5 sehingga jumlah pembagi adalah 20.

 

Jadi, jumlah nilai = 14 : 20 x100 = 70. Dengan demikian, Zaym mendapat nilai 70. Dengan menggunakan interval nilai di atas, pada contoh interval 1 zaym berada pada posisi interval 61-80 baris ke 4 (Tujuan pembelajaran tercapai) tidak perlu remedial dan juga tidak dilakukan pengayaan

 

Jika guru tersebut  menggunakan contoh interval 2, Maka posisi Zaym berada antara rentang 70 – 79 baris ke 3 dengan posisi (Hampir mencapai tujuan pembelajaran, (perlu remedial) dengan mempelajari kembali kriteria yang diperlukan.)

 

 F.    Kelebihan dan kekurang dari 2 Interval contoh di atas

 

Jika kita menggunakan interval contoh 1, maka Zaym pada posisi tuntas dalam menyusun laporan tugas proyeknya (tidak mendapatkan remedial)

 

coba bandingkan jika guru tersebut menggunakan contoh interval nilai pada tabel 2 maka zaym dinyatakan tidak tuntas dalam menyusun laporan (mendapat remedial)

 

Apa yang disini bisa kita lihat dan menjadi catatan ! 

 

Jika kita lihat dari 2 cpntoh katagori interval tersebut, maka interval kedua akan menghasilkan lulusan lebih matang dalam penguasaan materi, dan lebih banyak peluang dalam kompetensi.

 

Dibandingkan pada contoh tabel interval 1, Tingkat kompetensi lulusan kemungkinan akan kalah dalam peluang dan kematangan materi. Karena pada contoh tabel interval 2  nilai 70 masih belum tuntas (mendapatkan remedial). Dengan begitu anak terus didorong untuk lebih menguasai materi, ini yang sering terjadi di;lapangan.

  

Contoh sederhana jika murid akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan skor rata2 rapor atau nilai baiknya   80 - 89, maka peluang untuk kelas interval ke dua lebih besar diterima, karena nilai 80 adalah standar 

ketuntasan,  di bandingkan standar ketuntasan pada tabel interval pertama nilai baiknya 70 - 79..

 

Menetapkan rentang interval ketuntasan yang lebih tinggi (misalnya 80) memang merupakan langkah strategis agar lulusan memiliki daya saing yang kuat dan tidak kesulitan saat berkompetisi di jenjang pendidikan berikutnya.

 

Namun, perlu diperhatikan sekolah harus menyadari bahwa standar tinggi ini tidak boleh sekadar menjadi ajang 'katrol nilai' di atas kertas.

 

Di sinilah letak peran vital program remedial dan pengayaan. Standar nilai yang tinggi harus dikawal dengan proses pendampingan (remedial) yang nyata bagi yang tertinggal, serta tantangan (pengayaan) yang bermakna bagi yang sudah mahir, sehingga nilai 80 yang tertera di rapor benar-benar mencerminkan kompetensi aktual siswa."

 

G.       Langkah – Langkah dalam melaksanakan Remedial


Langkah-langkah dalam pelaksanaan pengajaran remedial adalah sebagai 

berikut :

1. Mengidentifikasi Permasalahan pembelajaran:

a) permasalahan pada keunikan peserta didik,

b) permasalahan pada materi ajar

c) permasalahan pada Strategi pembelajaran,

 

2. Perencanaan

     Dengan melihat bentuk kebutuhan dan tingkat kesulitan yang dialami peserta didik guru akan perlu menyiapkan media pembelajaran, contoh-contoh dan alternatif aktifitas, dan menyiapkan materi serta alat pendukung yang mungkin diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pengajaran remedial

 

3.  Waktu ;

Kapan remedial akan dilaksnakan

 

4.  Pelaksanaan Kegaiatan

dalam melaksanakan remedial terdapat tiga kegiatan fokus penekanan yang dilakukan yaitu: penekanan pada keunikan peserta didik, penekanan pada alternatif contoh dan aktivitas terkait materi ajar dan penekanan pada strategi/metode pembelajaran,

 

5.  Penilaian otentik,

penilaian ini dilakuukan setelah pengajaran remedial selesai dilaksanakan

 

H.   Contoh Program Remedial  

 

Setelah kita tahu Langkah – Langkah dalam Menyusun program remedial, maka selanjutnya Menyusun program remedial.  berikut contoh program remedial yang dapat di gunakan, silahkan copy:

 

1.    Contoh : KEGIATAN  PROGRAM REMIDIAL

    Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia (Contoh)
    Materi / Tema      : Menyusun Teks Laporan Investigasi / Kausalitas
    Kelas                   :

Tujuan Pembelajaran

Indikator Tujuan Pembelajaran/ Kriteria TP

Remidial

Metode

Siswa dapat : Menyusun teks laporan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang logis disertai dengan argumen yang kuat untuk meyakinkan pembaca.

 

Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.

a.         Metod Pembelajaran

Bimbingan bertaahap dan Peta Konsep

 

b.    Langkah – Langkah kegiatan

1.    Guru menyederhanakan penjelasan tentang "kausalitas" (sebab-akibat) menggunakan contoh kejadian sehari-hari.

2.    Siswa diberikan lembar peta konsep sebab-akibat yang kosong.

3.    Siswa berlatih mengisi peta konsep tersebut sebelum mulai menulis kalimat panjang

4.    Guru melakukan pendampingan individu saat siswa mengubah peta konsep menjadi teks laporan.

c.          Permasalahan

siswa kesulitan merangkai kata dan mudah kehilangan fokus jika langsung diminta menulis teks panjang.

d.      Akar masalah

1.  Konsep masih abstrak dan sulit dibedakan dengan opini pribadi oleh siswa

2.  Pengajaran sebelumnya terlalu fokus pada teori teks, kurang memberikan kerangka/bantuan visual bagi siswa yang lambat memahami.

 

e. Proses Pelaksanaan

1. Siswa mengamati contoh 1 paragraf laporan kausalitas sederhana (misal: topik "Penyebab Banjir"). Guru membedah mana bagian sebab, mana akibat, dan mana argumennya.

2. Siswa mempraktikkan pengisian bagan "Sebab -> Akibat -> Bukti/Argumen" dengan topik yang mereka pilih sendiri (agar lebih relevan dengan minat mereka)

3. Siswa merangkai isi bagan tersebut menjadi laporan singkat (1-2 paragraf saja). Guru berkeliling memberikan perbaikan langsung (direct feedback).

 

d.   Penilaian Otentik :

Bentuk Penilaian: Penilaian Kinerja / Praktik Menulis (Portofolio hasil revisi laporan).

 

2.    Contoh : KEGIATAN  PROGRAM PENGAYAAN

    Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia (Contoh)
    Materi / Tema        : Menyusun Teks Laporan Investigasi / Kausalitas
    Kelas                     :

KD

Indikator TP

Pengayaan

Metode

 

Menyusun teks laporan yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang logis disertai dengan argumen yang kuat untuk meyakinkan pembaca.

 

a.    Metode : Eksplorasi / Proyek Mandiri (Investigasi)

Peserta didik bertindak sebagai "Penyusun Laporan Investigasi". Mereka diminta mengamati fenomena di lingkungan sekitar (misal: penyebab tumpukan sampah, alasan kemacetan, atau fenomena sosial), melakukan wawancara dengan narasumber terkait untuk mencari argumen/fakta, lalu menyusunnya menjadi teks laporan yang komprehensif.

b.    Perencanaan

1.       Program pengayaan direncanakan dan dikomunikasikan secara langsung saat proses pembelajaran reguler selesai (bagi siswa yang sudah tuntas/mencapai KKTP).

2.       Guru mempersiapkan panduan singkat (rubrik proyek) terkait sistematika laporan investigasi sederhana.

3.       Guru memberikan contoh cara mengubah kutipan wawancara (kalimat langsung) menjadi narasi laporan (kalimat tidak langsung) untuk memperkuat argumen kausalitas

4.       Penugasan dilakukan di luar jam pelajaran efektif (tugas mandiri terstruktur).

 

c.    Proses Pelaskasanaan

Aktivitas yang dilakukan

1.      Eksplorasi & Pemilihan Topik:

Peserta didik memilih satu fenomena sebab-akibat yang terjadi di sekolah atau lingkungan rumah mereka.

2.      Pencarian Data:

Peserta didik menghubungi dan mewawancarai narasumber yang relevan/memiliki kapasitas (misal: penjaga sekolah, ketua OSIS, atau tokoh masyarakat setempat) untuk menggali fakta.

3.      Penyusunan Laporan:

Siswa merangkai data hasil pengamatan dan wawancara menjadi sebuah teks laporan investigasi yang utuh, logis, dan runtut.

4.      Penerapan Kaidah Bahasa:

Siswa secara sadar menggunakan variasi kalimat langsung (mengutip pernyataan persis narasumber) dan kalimat tidak langsung dalam laporannya.

5.      Publikasi:

Hasil tulisan laporan dipajang di mading kelas/sekolah atau dibacakan di depan kelas sebagai bentuk apresiasi.

 

 Penting juga di baca : Panduan Pemetaan KKO Taksonomi SOLO ke CP dan TP

          I.          Referensi

1.    Nurhijatina, H., dkk. (2023). Analisis Classrooms Assessment: Remedial, Pengayaan, Pendekatan Acuan Patokan (PAP) dan Pendekatan Acuan Normatif (PAN). Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri.

 

2.    Soviana, dkk. (2025). Penerapan Instrumen Remedial-Pengayaan Melalui Teks Naratif "Ketulusan" Upaya Peningkatan Menyimak dan Komunikasi Kelas VI. YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya.

 

3.      Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.