![]() |
| CP-TP-KKTP_TAKSONOMI SOLO |
A. Capian Pembelajaran
Banyak guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang utuh, khususnya dalam menghubungkan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Padahal, dalam Kurikulum Merdeka, keempat komponen ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, terutama dalam mendukung pembelajaran mendalam (deep learning).
Berdasarkan hasil observasi terhadap perangkat pembelajaran (RPP) yang dimiliki guru, masih ditemukan bahwa sebagian guru belum menyesuaikan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru dengan RPP yang disusun, sehingga berpotensi menimbulkan salah tafsir dalam implementasi pembelajaran di kelas.
Bagi Bapak/Ibu yang ingin melihat contoh RPP PM yang sederhana dan siap digunakan, saya sudah siapkan. contoh RPPPM
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan fondasi utama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, karena berfungsi sebagai acuan kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase.
CP mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh dan terintegrasi, sehingga menjadi arah utama dalam merancang Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Oleh karena itu, pemahaman dan kemampuan guru dalam menganalisis CP menjadi sangat penting agar:
- Pembelajaran selaras dengan tuntutan kurikulum.
- Materi dan kegiatan pembelajaran terarah.
- Serta penilaian yang dilakukan benar-benar mengukur ketercapaian kompetensi.
Berdasarkan kebijakan terbaru, Capaian Pembelajaran mengacu pada, Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran. (silahkan dowload☝)
Kebijakan tersebut menetapkan bahwa :
- Capaian Pembelajaran berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, meliputi PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK.
- CP disusun berdasarkan fase perkembangan peserta didik, bukan per tingkat kelas.
- CP menjadi acuan utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka
Melalui analisis CP, guru tidak hanya membaca isi capaian, tetapi juga menguraikan, memahami kedalaman kompetensi, serta memetakan keterkaitannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah, terstruktur, dan bermakna.
B. Menganalisis Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan target kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada akhir setiap fase pembelajaran, yang mencakup integrasi antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
CP menjadi dasar utama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, karena dari CP inilah diturunkan Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Agar CP dapat diimplementasikan secara tepat, guru perlu melakukan analisis CP secara sistematis, salah satu cara yang paling sederhana yaitu dengan mengidentifikasi. kompetensi (kata kerja operasional, konten/materi yang dipelajar, keterkaitan antar elemen dalam CP
Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun pembelajaran yang logis, terarah, dan sesuai dengan fase perkembangan peserta didik.
Pembagian Fase pada sekolah dasar di mulai dari fase Pondasi pada PAUD. untuk Fase Satuan pemdidikan perkelas dan jenjang terdiri dari :
1. Fase A : Kelas I – II SD/MI / Paket A2. Fase B : Kelas III – IV SD/MI Paket A
3. Fase C : Kelas V- VI SD/MI Paket A
4. Fase D : kelas VII – IX SMP/MTS/ Paket B
5. Fase E : Kelas X SMA/SMK/MA Paket C
|
Elemen |
Capaian
Pembelajaran (BSKAP)
Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran. |
|
Pancasila |
Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan,
simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambing negara Garuda Pancasila dan
simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai
Pancasila di lingkungan keluarga. |
|
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 |
Mengenal aturan di lingkungan keluarga;
menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di
lingkungan keluarga. |
|
Bhineka Tunggal Ika |
Mengenal semboyan Bhinneka Tunggal
Ika; mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya
sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan sekitar. |
|
Negara Kesatuan Republik Indonesia |
Mengenal karakteristik lingkungan
tempat Tinggal dan sekolah, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia; menceritakan dan mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman. |
Elemen | Capaian pembelajaran | Kompetensi | Konten/Materi |
Pancasila | Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut: Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. |
Mengenal
Menerapkan
| Pancasila dan Lambangnya
1. Bendera Negara 2. Lagu Kebangsaan 3. Simbol dan Sila Pancasila 4. Mengenal Sila Pancasila dan Lambang Negara 5. Simbol Pancasila 6. Sila – sila Pancasila 7. Nilai pancasila dalam lingkungan keluarga |
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga | Mengenal Menunjukan Menceritakan | Aturan dalam Lingkungan Keluarga 1. Aturan dilingkungan keluarga 2. Sikap dalam mematuhi aturan |
dst | dst | dst | dst |
- Lebih terarah dan fokus.
- Mudah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran,
- Serta dapat diukur ketercapaiannya melalui penilaian.
- Spesifik dan jelas; TP harus menunjukkan kemampuan yang dapat diamati dan diukur
- Menggunakan kata kerja operasional Kata kerja dalam TP harus menggambarkan proses berpikir peserta didik (misalnya: menyebutkan, menjelaskan, mengidentifikasi, menunjukkan, menerapkan).
- Sesuai dengan CP ; TP harus diturunkan langsung dari CP tanpa keluar dari konteks capaian.
D. Perumusan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dikembangkan dari capaian pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dikembangkan ini perlu dicapai murid hingga akhir fase.Selanjutnya, pendidik menyusun tujuan pembelajaran tersebut berdasarkan klasifikasi Taksonomi Solo.Klasifikasi Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) adalah kerangka kerja yang dikembangkan oleh John Biggs dan Kevin Collis
Untuk mengukur tingkat kompleksitas pemahaman siswa yang terdiri dari lima tingkatan, yaitu Prestructural (tidak ada pemahaman), Uni-structural (satu aspek), Multi-structural (beberapa aspek terpisah), Relational (aspek terhubung menjadi satu), dan Extended Abstract (generalisasi ke konsep baru).
Tabel. Taksonomi Solo
|
TAHAPAN |
||||
|
PRE
STRUCTUR Belum
Paham |
Uni-structural Satu
Aspek |
Multi-structural Berberpa
Aspek |
Relational Menghubungkan |
Extended
Abstract Meluas
dan Mendalam |
|
Pada tingkat ini, peserta didik memiliki pemahaman
yang sangat terbatas atau tidak terarah tentang konsep yang
dipelajari. Mereka mungkin tidak dapat mengidentifikasi atau menghubungkan
informasi dengan baik. Contoh: Guru bertanya “Apa itu segitiga?” →
siswa menjawab “Warnanya merah” |
Di tingkat ini, peserta didik dapat
memahami satu aspek atau elemen dari konsep yang dipelajari. Mereka
mampu memberikan definisi sederhana atau menyebutkan satu contoh,
tetapi belum dapat menghubungkan informasi yang berbeda. Contoh: Guru bertanya “Sebutkan ciri segitiga” →
siswa menjawab “Punya tiga sisi”.. |
Pada tingkatan ini, peserta
didik mulai memahami beberapa elemen dari konsep yang lebih
kompleks. Mereka dapat menyebutkan dan menjelaskan beberapa bagian atau
aspek, tetapi belum dapat menghubungkan elemen-elemen tersebut untuk
membentuk pemahaman yang lebih holistik. Contoh: peserta didik dapat mencantumkan dan menjelaskan beberapa
jenis kata sifat “Segitiga punya tiga sisi, tiga sudut, dan bentuknya
datar.” (hanya menyebutkan, tanpa menjelaskan hubungan). |
Di tingkat ini, peserta didik mampu
menghubungkan berbagai elemen yang telah mereka pelajari untuk membentuk
pemahaman yang lebih menyeluruh dan dapat menjelaskan hubungan antara
elemen-elemen tersebut. Mereka dapat memberikan analisis dan menjelaskan
pentingnya hubungan antar konsep. Contoh: peserta didik dapat menjelaskan bagaimana
penggunaan “Segitiga punya tiga sisi dan tiga sudut. Jika panjang
sisinya sama, disebut segitiga sama sisi.” |
Pada tingkat tertinggi ini, peserta
didik mampu berpikir secara kritis dan kreatif. Mereka tidak
hanya dapat menghubungkan berbagai elemen tetapi juga dapat menerapkan
pengetahuan mereka dalam konteks baru, menciptakan solusi inovatif, atau
merancang aktivitas yang kompleks. Contoh: peserta didik dapat
merancang sebuah proyek atau aktivitas Segitiga bisa ditemukan dalam
kehidupan, misalnya pada atap rumah agar lebih kokoh. Segitiga kuat karena
rangkanya saling menopang. |
|
TAHAPAN |
||||
|
Elemen |
Capaian
pembelajaran |
Kompetensi |
Konten/Materi |
Tujuan
Pembeajaran |
Taksonomi Solo |
|
Pancasila |
Pada akhir Fase
A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut: Mengenal bendera
negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara
Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila;
Menerapkan nilai-nilai
Pancasila di lingkungan keluarga |
Mengenal
Menerapkan
|
Pancasila dan
Lambangnya 1. Bendera Negara 2. Lagu Kebangsaan 3. Simbol dan Sila-sila Pancasila 4. Mengenal Sila Pancasila dan Lambang Negara 5.
Simbol Pancasila 6. Sila
– sila Pancasila
|
TP 1. Murid Mampu mengenal bedera Negara Indonesia TP 2. Murid mampu Mengenal lagu Kebangasanan TP 3. Murid mampu Mengenal simbol dan lambag negara TP 4. Murid mampu Mengenal sila – sila pada Pancasila TP 5.Murid mengenal Simbol Pancasila TP 6.Murid mampu menghubungkan Sila – sila pancasila TP 7. Murid mampu menerapkan Nilai – nilai pancasila dalam kehidupan sehari - hari
|
Uni-structural Uni-structural Multi-structural Multi-structural Multi-structural Relational
|
Untuk memahami lebih dalam mengenai tahapan Taksonomi SOLO beserta daftar Kata Kerja Operasional (KKO) yang sesuai untuk setiap levelnya, silakan pelajari panduan lengkapnya pada artikel berikut:
"Panduan Pemetaan KKO ke CP dan TP dengan Taksonomi SOLO (Disertai Template Praktis)"
- ATP dikembangkan tiap fase selanjutnya ditetapkan per tahunnya.
- ATP dikembangkan secara kolaboratif.
- ATP dikembangkan sesuai karakteristik dan kompetensi mata pelajaran.
- ATP fokus pada pencapaian pembelajaran.
- ATP yang disediakan pemerintah adalah contoh.
- Acuan penilaian bagi guru dalam mengukur ketercapaian TP,
- Pedoman dalam memberikan umpan balik kepada peserta didik.
- Dasar dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran (remedial atau pengayaan).
a. Prinsip
Penyusunan KKTP
Dalam menyusun KKTP, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
- Mengacu pada Tujuan Pembelajaran (TP); KKTP harus selaras dan diturunkan langsung dari TP
- Terukur dan dapat diamati ; Kriteria harus dapat dinilai secara nyata melalui hasil belajar peserta didik. Menggunakan indikator yang jelas
- Menunjukkan capaian minimal yang harus dikuasai siswa.
- Memperhatikan tingkat kemampuan peserta didik ; Disesuaikan dengan fase dan karakteristik siswa.
b. Langkah Menyusun
KKTP
Langkah-langkah praktis dalam menyusun KKTP adalah:
- Mengidentifikasi setiap Tujuan Pembelajaran (TP)
- Menentukan indikator ketercapaian dari setiap TP.
- Menentukan kriteria keberhasilan (misalnya: tuntas/tidak tuntas atau level capaian)
- Menyusun dalam bentuk tabel agar mudah digunakan
Contoh KKTP
|
No |
ATP |
JP |
Indikator
Tujuan |
Bentuk
Tes |
KKTP |
|
1 |
TP1. Murid Mengenal bendera Negara Indonesia |
4 |
1. Murid
mengeal warna Bendera Negara Indonesia 2. Anak
mampu mengambar bendera Indonesia 3. Anak
mampu mebedakan bendera indonesia dengan Negara lain |
PG/Esay |
1. Menyebutkan
Warna bendera Indonesia 2. Mengambarkan
bendera Indonesi 3. Membedakan
bendara Indonesia dengan Negara lain |
|
2 |
TP2. Murid mampu mengenal Lagu Kebangsaan |
|
1. Murid
mampu menyebutkan judul lagu kebangsaan berdasarkan teks yang ditampilkan 2. Murid
mampu menyebutkan pencipta lagu kebangsaan 3. Murid
mampu menyayikan lagu Indonesia raya dengan lirik yang benar |
PG/Prkatik/Esay |
1. Menybutkan
judul lagu kebangsaan dengan tepat berdasarkan teks 2. Menyebutkan
Pencipta lagu Indonesia raya 3. Menyanyikan
lagu Indonesia Raya dengan lirik dan teks yang benar |
|
3 |
TP 3. M |
|
… |
… |
…. |
kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.
|
Kriteria |
Belum Tercapai |
Tercapai |
|
Murid mampu menyebutkan warna bendera Indonesia
dengan benar secara mandiri dan
percaya diri |
✓ |
|
|
Murid Mampu mengambarkan bendera
Indonesia dengan benar secara mandiri
dan percaya diri |
✓ |
|
|
Murid mampu membedakan dengan benar bendera Indonesi
dengan Negara lain secara mandiri dan
percaya diri |
✓ |
Aspek | Baru Berkembang | Layak | Cakap | Mahir |
Menyebutkan warna bendera Indonesia | Belum mampu menyebutkan warna bendera Indonesia dengan benar.. | Mampu menyebutkan satu warna bendera Indonesia. | Mampu menyebutkan dua warna bendera Indonesia dengan benar. | Mampu menyebutkan dua warna bendera Indonesia dengan benar dan percaya diri. |
Menggambarkan bendera Indonesia | Belum mampu menggambarkan bendera Indonesia. | Mampu menggambarkan bendera Indonesia tetapi warna atau bentuk belum tepat | Mampu menggambarkan bendera Indonesia dengan bentuk dan warna yang cukup tepat.. | Mampu menggambarkan bendera Indonesia dengan bentuk dan warna yang tepat serta rapi.. |
Membedakan bendera Indonesia dengan negara lain | Belum mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain. | Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain dengan bantuan | Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain secara mandiri. | Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain serta menjelaskan perbedaannya. |
|
TP |
Kriteria
Ketercapaian |
Skala (1) Belum Muncul
|
Skala (2) |
Skala (3) |
Skala (4) |
Skala (5) |
|
Murid Mengenal
bendera Negara Indonesia |
Murid
Menyebutkan Warna bendera Indonesia |
Tidak mampu
menyebutkan/ Menuliskan |
Mampu
menyebutkan salah satunya |
Mampu
menyebutkan dan masih terbalik |
Mampu
menyebutkan dengan benar dengan sedikit bantuan |
Menyebutkan
dengan benar secara mandiri dan percaya diri |
|
Mengambarkan bendera Indonesia |
Tidak mampu
mengambarkan |
Mampu
mengambarkan dengan banyak bantuan |
Mampu
mengambarkan dengan sedikit kesalahan |
Mampu
mengambarkan dengan benar dengan sedikit bantuan |
Mampu mengambarkan dengan benar secara
mandiri dan percaya diri |
|
|
Membedakan bendara Indonesia dengan
Negara lain . |
Tidak mampu Membedakan |
Mampu membedakan
dengan banyak
bantuan |
Mampu membedakan dengan sedikit
kesalahan |
Mampu membedakan dengan benar dan
sedikit bantuan dalam menjelaskannya |
Mampu membedakan bendera Indonesia
dengan bendera negara lain serta menjelaskan perbedaannya. |
