Rabu, 18 Maret 2026

Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru

CP-TP-ATP-KKTP
CP-TP-KKTP_TAKSONOMI SOLO

Penulis : Kurniawan 
Pengawas Sekolah / Penjamin Mutu 

A.   Capian Pembelajaran

Banyak guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang utuh, khususnya dalam menghubungkan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Padahal, dalam Kurikulum Merdeka, keempat komponen ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, terutama dalam mendukung pembelajaran mendalam (deep learning).

 Berdasarkan hasil observasi terhadap perangkat pembelajaran (RPP) yang dimiliki guru, masih ditemukan bahwa sebagian guru belum menyesuaikan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru dengan RPP yang disusun, sehingga berpotensi menimbulkan salah tafsir dalam implementasi pembelajaran di kelas. 

Bagi Bapak/Ibu yang ingin melihat contoh RPP PM yang sederhana dan siap digunakan, saya sudah siapkan. contoh RPPPM

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan fondasi utama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, karena berfungsi sebagai acuan kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. 

CP mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh dan terintegrasi, sehingga menjadi arah utama dalam merancang Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Oleh karena itu, pemahaman dan kemampuan guru dalam menganalisis CP menjadi sangat penting agar: 

  1. Pembelajaran selaras dengan tuntutan kurikulum. 
  2. Materi dan kegiatan pembelajaran terarah. 
  3. Serta penilaian yang dilakukan benar-benar mengukur ketercapaian kompetensi.

Berdasarkan kebijakan terbaru, Capaian Pembelajaran mengacu pada, Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran. (silahkan dowload☝)

Kebijakan tersebut menetapkan bahwa : 

  1. Capaian Pembelajaran berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, meliputi PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. 
  2. CP disusun berdasarkan fase perkembangan peserta didik, bukan per tingkat kelas. 
  3. CP menjadi acuan utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Melalui analisis CP, guru tidak hanya membaca isi capaian, tetapi juga menguraikan, memahami kedalaman kompetensi, serta memetakan keterkaitannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). 

Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah, terstruktur, dan bermakna.

B.   Menganalisis Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan target kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada akhir setiap fase pembelajaran, yang mencakup integrasi antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap

CP menjadi dasar utama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, karena dari CP inilah diturunkan Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

Agar CP dapat diimplementasikan secara tepat, guru perlu melakukan analisis CP secara sistematis, salah satu cara yang paling sederhana yaitu dengan mengidentifikasi. kompetensi (kata kerja operasional, konten/materi yang dipelajar,  keterkaitan antar elemen dalam CP

Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun pembelajaran yang logis, terarah, dan sesuai dengan fase perkembangan peserta didik. 

Pembagian Fase pada sekolah dasar di mulai dari fase Pondasi pada PAUD. untuk Fase Satuan pemdidikan perkelas dan jenjang  terdiri dari  :

1. Fase A : Kelas I – II SD/MI / Paket A
2. Fase B : Kelas III – IV SD/MI Paket A
3. Fase C : Kelas V- VI SD/MI Paket A
4. Fase D : kelas VII – IX SMP/MTS/ Paket B
5. Fase E : Kelas X SMA/SMK/MA Paket C
6. Fase F : Kelas XI – XII  SMA/SMK/MA Paket C

Contoh : Analais CP Kelas I dan I
Tabel Capaian Pembelajaran Pendidkan Pancasila Fase A

 

Elemen

Capaian Pembelajaran

(BSKAP) Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.

Pancasila

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambing negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Bhineka Tunggal Ika

Mengenal semboyan Bhinneka Tunggal Ika; mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta  agama  dan  kepercayaan  di lingkungan sekitar.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Mengenal karakteristik lingkungan tempat Tinggal dan sekolah, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menceritakan dan mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam keberagaman.



Perhatikan setiap pernyataan yang mengandung kompetensi pada CP tersebut dan materi yang akan diajarkan sehingga bisa kita buat tabel seperti di bawah ini

Elemen

Capaian pembelajaran

Kompetensi

Konten/Materi

Pancasila

Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila;

Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 


Mengenal

 

Menerapkan

 

Pancasila dan Lambangnya

  

1.  Bendera Negara

2.  Lagu Kebangsaan

3.  Simbol dan Sila Pancasila

4.  Mengenal Sila Pancasila dan Lambang Negara

5.  Simbol Pancasila

6.  Sila – sila Pancasila  

7.  Nilai pancasila dalam lingkungan keluarga

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga

Mengenal

Menunjukan

Menceritakan

Aturan dalam Lingkungan Keluarga

1.      Aturan dilingkungan keluarga

2.      Sikap dalam mematuhi aturan

dst

dst

dst

dst



C. Menurunkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran(TP)

Setelah Capaian Pembelajaran (CP) dianalisis ke dalam komponen kompetensi dan materilangkah berikutnya adalah menurunkannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP). 

TP merupakan rumusan yang lebih spesifik, operasional, dan terukur, yang menggambarkan kemampuan yang harus dicapai peserta didik dalam satu atau beberapa kegiatan pembelajaran.

Penurunan CP menjadi TP bertujuan agar proses pembelajaran menjadi.
  1. Lebih terarah dan fokus. 
  2. Mudah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, 
  3. Serta dapat diukur ketercapaiannya melalui penilaian.
Prinsip Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) Dalam menyusun TP, guru perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut:
  1. Spesifik dan jelas; TP harus menunjukkan kemampuan yang dapat diamati dan diukur
  2. Menggunakan kata kerja operasional Kata kerja dalam TP harus menggambarkan proses berpikir peserta didik (misalnya: menyebutkan, menjelaskan, mengidentifikasi, menunjukkan, menerapkan).
  3. Sesuai dengan CP ; TP harus diturunkan langsung dari CP tanpa keluar dari konteks capaian.

D.         Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dikembangkan dari capaian pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dikembangkan ini perlu dicapai murid hingga akhir fase. 

Tujuan pembelajaran mencakup kompetensi dan konten pada lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Selanjutnya, pendidik menyusun tujuan pembelajaran tersebut berdasarkan klasifikasi Taksonomi Solo.Klasifikasi Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) adalah kerangka kerja yang dikembangkan oleh John Biggs dan Kevin Collis

Untuk mengukur tingkat kompleksitas pemahaman siswa yang terdiri dari lima tingkatan, yaitu Prestructural (tidak ada pemahaman), Uni-structural (satu aspek), Multi-structural (beberapa aspek terpisah), Relational (aspek terhubung menjadi satu), dan Extended Abstract (generalisasi ke konsep baru).

       Tabel. Taksonomi Solo

TAHAPAN

PRE STRUCTUR

Belum Paham

Uni-structural

Satu Aspek

Multi-structural

Berberpa Aspek

Relational

Menghubungkan

Extended Abstract

Meluas dan Mendalam

Pada tingkat ini, peserta didik memiliki pemahaman yang sangat terbatas atau tidak terarah tentang konsep yang dipelajari. Mereka mungkin tidak dapat mengidentifikasi atau menghubungkan informasi dengan baik. Contoh:

Guru bertanya “Apa itu segitiga?” → siswa menjawab “Warnanya merah”

Di tingkat ini, peserta didik dapat memahami satu aspek atau elemen dari konsep yang dipelajari. Mereka mampu memberikan definisi sederhana atau menyebutkan satu contoh, tetapi belum dapat menghubungkan informasi yang berbeda.

Contoh:

Guru bertanya “Sebutkan ciri segitiga” → siswa menjawab “Punya tiga sisi”..

Pada tingkatan ini, peserta didik mulai memahami beberapa elemen dari konsep yang lebih kompleks. Mereka dapat menyebutkan dan menjelaskan beberapa bagian atau aspek, tetapi belum dapat menghubungkan elemen-elemen tersebut untuk membentuk pemahaman yang lebih holistik. Contoh:

peserta didik dapat mencantumkan dan menjelaskan beberapa jenis kata sifat “Segitiga punya tiga sisi, tiga sudut, dan bentuknya datar.” (hanya menyebutkan, tanpa menjelaskan hubungan).

Di tingkat ini, peserta didik mampu menghubungkan berbagai elemen yang telah mereka pelajari untuk membentuk pemahaman yang lebih menyeluruh dan dapat menjelaskan hubungan antara elemen-elemen tersebut. Mereka dapat memberikan analisis dan menjelaskan pentingnya hubungan antar konsep. Contoh:

peserta didik dapat menjelaskan bagaimana penggunaan “Segitiga punya tiga sisi dan tiga sudut. Jika panjang sisinya sama, disebut segitiga sama sisi.”

 

Pada tingkat tertinggi ini, peserta didik mampu berpikir secara kritis dan kreatif. Mereka tidak hanya dapat menghubungkan berbagai elemen tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks baru, menciptakan solusi inovatif, atau merancang aktivitas yang kompleks. Contoh: peserta didik dapat merancang sebuah proyek atau aktivitas Segitiga bisa ditemukan dalam kehidupan, misalnya pada atap rumah agar lebih kokoh. Segitiga kuat karena rangkanya saling menopang.

TAHAPAN



Contoh Menyusun Tujuan Pembelajaran


Elemen

Capaian pembelajaran

Kompetensi

Konten/Materi

Tujuan Pembeajaran

Taksonomi

Solo

Pancasila

Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila;

 

Menerapkan

nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Mengenal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menerapkan

 

 

Pancasila dan Lambangnya

 

1.        Bendera  Negara

2.       Lagu Kebangsaan 

3.      Simbol dan Sila-sila Pancasila 

4.       Mengenal Sila Pancasila dan Lambang Negara

5.        Simbol Pancasila


6.    Sila – sila Pancasila  

 

 

 

 

TP 1. Murid Mampu mengenal  bedera Negara  Indonesia

TP 2. Murid  mampu Mengenal   lagu  Kebangasanan

TP 3. Murid mampu Mengenal simbol dan lambag negara

TP 4. Murid mampu Mengenal sila – sila pada Pancasila

TP 5.Murid mengenal Simbol Pancasila

TP 6.Murid mampu menghubungkan  Sila – sila pancasila

 TP 7.  Murid mampu menerapkan Nilai – nilai pancasila dalam kehidupan sehari - hari

 

 

 

Uni-structural


Uni-structural

 Multi-structural


Multi-structural

 Multi-structural

Relational

 


 

 

Untuk memahami lebih dalam mengenai tahapan Taksonomi SOLO beserta daftar Kata Kerja Operasional (KKO) yang sesuai untuk setiap levelnya, silakan pelajari panduan lengkapnya pada artikel berikut: 

"Panduan Pemetaan KKO ke CP dan TP dengan Taksonomi SOLO (Disertai Template Praktis)"


E.   Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, pendidik perlu menyusun alur tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran merupakan tujuan pembelajaran yang diurutkan, bukan turunan atau rincian dari tujuan pembelajaran. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun alur tujuan pembelajaran adalah  sebagai berikut :
  1. ATP dikembangkan tiap fase selanjutnya ditetapkan per tahunnya.
  2. ATP dikembangkan secara kolaboratif.
  3. ATP dikembangkan sesuai karakteristik dan kompetensi mata pelajaran.
  4. ATP fokus pada pencapaian pembelajaran.
  5. ATP yang disediakan pemerintah adalah contoh.
Urutan tujuan  pembelajaran ditunjukkan dengan nomor atau huruf, tetapi pendidik atau satuan pendidikan dapat mengubah atau memodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Pada pendidikan khusus, penyusunan alur tujuan pembelajaran boleh dilakukan lintas fase.

F.    Menyusun Kriteria Ketuntasan Tujuna Pembelajaran

Setelah Tujuan Pembelajaran (TP) disusun dan diurutkan dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), langkah selanjutnya adalah menetapkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). 

KKTP merupakan ukuran atau indikator yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. KKTP berfungsi sebagai.

  1. Acuan penilaian bagi guru dalam mengukur ketercapaian TP, 
  2. Pedoman dalam memberikan umpan balik kepada peserta didik.
  3. Dasar dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran (remedial atau pengayaan). 
Dengan adanya KKTP, proses penilaian menjadi lebih objektif, terarah, dan transparan, karena didasarkan pada kriteria yang jelas.

        a.   Prinsip Penyusunan KKTP

        Dalam menyusun KKTP, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:  

  1. Mengacu pada Tujuan Pembelajaran (TP); KKTP harus selaras dan diturunkan langsung dari TP
  2. Terukur dan dapat diamati ; Kriteria harus dapat dinilai secara nyata melalui hasil belajar peserta didik. Menggunakan indikator yang jelas
  3. Menunjukkan capaian minimal yang harus dikuasai siswa.
  4. Memperhatikan tingkat kemampuan peserta didik ; Disesuaikan dengan fase dan karakteristik siswa.
Fleksibel dan kontekstual ; Dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan belajar.

       b.  Langkah Menyusun KKTP  

        Langkah-langkah praktis dalam menyusun KKTP adalah:

  1.  Mengidentifikasi setiap Tujuan Pembelajaran (TP)
  2.      Menentukan indikator ketercapaian dari setiap TP.
  3.      Menentukan kriteria keberhasilan (misalnya: tuntas/tidak tuntas atau level   capaian)
  4.      Menyusun dalam bentuk tabel agar mudah digunakan   

                                                        Contoh KKTP 


No

ATP

JP

Indikator Tujuan

Bentuk Tes

KKTP

1

TP1. Murid Mengenal bendera Negara Indonesia

4

1.       Murid mengeal warna Bendera Negara Indonesia

2.        Anak mampu mengambar bendera Indonesia

3.       Anak mampu mebedakan bendera indonesia dengan Negara lain

PG/Esay

1.     Menyebutkan Warna bendera Indonesia

2.     Mengambarkan bendera Indonesi

3.     Membedakan bendara Indonesia dengan Negara lain 

2

TP2. Murid mampu mengenal Lagu Kebangsaan

 

1.       Murid mampu menyebutkan judul lagu kebangsaan berdasarkan teks yang ditampilkan

2.       Murid mampu menyebutkan pencipta lagu kebangsaan

3.       Murid mampu menyayikan lagu Indonesia raya dengan lirik yang benar

PG/Prkatik/Esay

1.     Menybutkan judul  lagu kebangsaan dengan tepat berdasarkan teks

2.     Menyebutkan Pencipta lagu Indonesia raya

3.     Menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan lirik dan teks yang benar

3

TP 3. M

 

….


G.         Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Untuk mengetahui apakah murid telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan Kriteria Kretercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). 

Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar.

Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrument asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. 

Kriteria ini merupakan penjelasan tentang kompetensi apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan murid sebagai bukti (evidence) bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.  

Dengan demikian, kriteria yang  digunakan untuk menentukan apakah murid telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, diantaranya:

1)  menggunakan deskripsi kriteria
2)  menggunakan rubrik
3)  menggunakan skala atau interval nilai; 
4)  menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan
     kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.
  

a)      Menggunakan Deskripsi  


Kriteria

Belum Tercapai

Tercapai

Murid mampu menyebutkan warna bendera Indonesia dengan benar secara mandiri  dan percaya diri 

Murid Mampu mengambarkan bendera Indonesia dengan benar secara mandiri  dan percaya diri 

Murid mampu membedakan dengan benar bendera Indonesi dengan Negara lain secara mandiri  dan percaya diri 


      b)     Menggunakan Rubrik 


Aspek

Baru Berkembang

Layak

Cakap

Mahir

Menyebutkan warna bendera Indonesia

Belum mampu menyebutkan warna bendera Indonesia dengan benar..

Mampu menyebutkan satu warna bendera Indonesia.

Mampu menyebutkan dua warna bendera Indonesia dengan benar.

Mampu menyebutkan dua warna bendera Indonesia dengan benar dan percaya diri.

Menggambarkan bendera Indonesia

Belum mampu menggambarkan bendera Indonesia.

Mampu menggambarkan bendera Indonesia tetapi warna atau bentuk belum tepat

Mampu menggambarkan bendera Indonesia dengan bentuk dan warna yang cukup tepat..

Mampu menggambarkan bendera Indonesia dengan bentuk dan warna yang tepat serta rapi..

Membedakan bendera Indonesia dengan negara lain

Belum mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain.

Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain dengan bantuan

Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain secara mandiri.

Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain serta menjelaskan perbedaannya.

         
         c)   Menggunakan Skala Interval  Nilai

   

TP

Kriteria Ketercapaian

Skala (1)

Belum Muncul



Skala (2)
Mulai Muncul

Skala (3)
Cukup

Skala (4)
Baik

Skala (5)
Sangat Baik

Murid Mengenal bendera Negara Indonesia

Murid Menyebutkan Warna bendera Indonesia

 

Tidak mampu menyebutkan/

Menuliskan

Mampu menyebutkan 

salah satunya

 

Mampu menyebutkan dan masih terbalik

Mampu menyebutkan dengan benar dengan sedikit bantuan

Menyebutkan dengan benar secara mandiri  dan percaya diri 

Mengambarkan bendera Indonesia

 

Tidak mampu mengambarkan

Mampu mengambarkan dengan banyak bantuan

Mampu mengambarkan dengan sedikit kesalahan

Mampu mengambarkan dengan benar dengan sedikit bantuan

Mampu mengambarkan dengan benar secara mandiri  dan percaya diri 

Membedakan bendara Indonesia dengan Negara lain  .

Tidak mampu Membedakan

Mampu membedakan  

dengan banyak bantuan

Mampu membedakan dengan sedikit kesalahan

Mampu membedakan dengan benar dan sedikit bantuan dalam menjelaskannya

Mampu membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain serta menjelaskan perbedaannya.

Dengan memahami keterkaitan CP, TP, ATP, dan KKTP, guru tidak hanya menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan secara terarah, terukur, dan berdampak nyata pada peserta didik.