| MONEV PEMBELAJARAN |
Penulis: Kurniawan
Pengawas Sekolah / Penjamin Mutu
Monitoring
dan evaluasi (monev) pembelajaran merupakan bagian penting dalam menjamin
kualitas proses belajar di sekolah dasar. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka,
monev tidak lagi dipahami sebagai kegiatan terpisah, melainkan menjadi bagian
dari siklus pembelajaran itu sendiri.
Berdasarkan Panduan Pembelajaran dan Asesmen dan Standar Nasiona Pendidikan yang diterbitkan oleh Kemendikbud melalui BSKAP, pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi.
Oleh karena itu, kegiatan monev sejatinya berlangsung secara
berkelanjutan sejak tahap perencanaan hingga tindak lanjut pembelajaran.
B. Konsep Monev dalam Pembelajaran
Dalam konteks pembelajaran, monev mencakup dua aspek utama, yaitu:
1. Monitoring
(Pemantauan)
Kegiatan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai dengan
rencana yang telah disusun.
2. Evaluasi
(Penilaian dan Refleksi)
Kegiatan untuk menilai efektivitas pembelajaran serta menentukan perbaikan yang
perlu dilakukan. Melalui pendekatan ini, guru
tidak hanya mengajar, tetapi juga secara aktif merefleksikan praktik
pembelajaran yang dilakukan.
C.
Monev Dokumen Perencanaan Pembeajaran (RPP)
Mengacu pada Panduan Pembelajaran
dan Asesmen serta pada permendikdasamen no 1 tahun 2026, monev dokumen pembelajaran
paling sedikit memuat 3 hal yaitu:
1. Tujuan pembelajaran
2. Langkah
pembelajaran;
3. Penilaian
atau asesmen pembelajaran .
Instrumen
observasi Dokumen Perencanaan pembelajaran
👉
Agar pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan secara
objektif dan terarah, berikut disajikan instrumen monev lengkap yang dilengkapi
dengan rubrik penilaian.
Instrumen ini dapat digunakan oleh guru, kepala
sekolah, maupun pengawas dan yang tidak kalah penting
Nama Guru :
Kelas :
Hari / Tanggal :
|
Aspek yang Diamati |
Belum
Sesuai (1) |
Sesuai
sebagian (2) |
Sesuai
semua (3) |
Catatan |
|
|
A |
Identifikasi |
|
|
|
|
|
1 |
Guru melakukan identifikasi yang meliputi kesiapan murid, karakteristik
materi pelajaran, juga dimensi profil lulusan yang akan dicapai melalui
pembelajaran |
|
|
|
|
|
2 |
Guru memilih dimensi yang
relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang
diajarkan |
|
|
|
|
|
B. |
Desain Pembelajaran |
|
|
|
|
|
3 |
Prinsip berkesadaran diwujudkan dengan melibatkan
murid secara aktif dalam memahami tujuan pembelajaran, memotivasi mereka
untuk mengatur strategi belajar, dan merefleksikan proses belajar yang
dijalani. |
|
|
|
|
|
4 |
Tujuan pembelajaran dikembangkan dari capaian pembelajaran. |
|
|
|
|
|
5 |
Tujuan pembelajaran mencakup kompetensi dan konten
pada lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan |
|
|
|
|
|
6 |
Tujuan
realistik, dapat di ukur dicapai melalui proses
pembelajaran |
|
|
|
|
|
7 |
Memilih model pembelajaran, yang dirancang untuk menciptakan
pengalaman belajar yang aktif, mendalam, dan relevan dengan kehidupan nyata. |
|
|
|
|
|
8 |
Pembelajaran diperkuat
melalui kemitraan melibatkan pihak luar seperti komunitas atau dunia industri
sehingga murid belajar dalam konteks sosial yang nyata. |
|
|
|
|
|
9
|
Memanfaatkan Lingkungan
pembelajaran untuk membentuk budaya belajar yang aman, inklusif, dan merdeka untuk
menumbuhkan murid bebas mengeksplorasi
gagasan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. |
|
|
|
|
|
10 |
Menggunakan pemanfaatan
teknologi digital sebagai pendukung untuk meningkatkan interaktivitas,
kolaborasi, dan kontekstualitas pembelajaran |
|
|
|
|
|
C. |
Langkah Pembelajaran Prinsip Pembelajaran |
|
|
|
|
|
11 |
Guru menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan. |
|
|
|
|
|
12 |
Berkesadaran Guru melibatkan murid secara aktif dalam memahami
tujuan pembelajaran, memotivasi mereka untuk mengatur strategi belajar dan
merefleksikan proses belajar yang dijalani |
|
|
|
|
|
13 |
Bermakana Guru mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata sehingga murid
dapat mengonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dan pemahaman
sebelumnya. |
|
|
|
|
|
14 |
Mengembirakan Guru menggembirakan diciptakan melalui suasana yang
positif, inklusif, dan menyenangkan, dengan metode yang interaktif serta
penggunaan media yang menarik sehingga murid merasa dihargai, terhubung
secara emosional, menantang, dan termotivasi untuk belajar. |
|
|
|
|
|
|
Pengalaman
Pembalajaran |
|
|
|
|
|
15 |
Memahami Guru melibatkan murid untuk aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat
memahami secara mendalam terhadap konsep atau materi dari berbagai sumber terdiri
atas pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan
karakter. |
|
|
|
|
|
16 |
Mengaplikasikan murid didorong untuk mengaitkan berbagai gagasan,
melakukan analisis, serta mengembangkan solusi yang kreatif dan inovatif
dalam menghadapi permasalahan konkret. Hasil bisa dalam bentuk produk nyata atau unjuk
kerja yang mencerminkan pemahaman dan keterampilan murid |
|
|
|
|
|
17 |
Merefleksikan murid melakukan evaluasi dan memberikan makna terhadap proses serta
hasil dari pengalaman atau praktik yang telah mereka jalani |
|
|
|
|
|
murid memperluas pemahaman dan mengembangkan ide
atau solusi baru yang dapat diterapkan dalam konteks lain, tidak hanya
meninjau kembali apa yang telah mereka pelajari |
|
|
|
|
|
|
D. |
Asesmen
Pembeajaran |
|
|
|
|
|
18 |
Asesemen
Penilaian Proses (Formatif) |
|
|
|
|
|
19 |
Guru melakasanakan asesmen awal pembelajaran untuk mengetahui kesiapan
murid dan kebutuhan guru dalam merancang dan menyesuaikan pembelajaran |
|
|
|
|
|
20 |
Asesmen
Proses Pembelajaran Guru
menyusun instrumen proses untuk mengetahui perkembangan murid dan sekaligus
pemberian umpan balik yang cepat. Asesmen ini dilakukan di tengah kegiatan, dan dapat juga
dilakukan di akhir langkah pembelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kriteria: |
|||||
👇
D. Monev Pelaksanaan Pembeajaran
1. Suasana Belajar
👇
Instrumen Monev Suasana Kegiatan Pembelajaran
|
No |
Indikator |
Kegiatan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
Suasana Belajar
|
Pembelajaran
interaktif |
Tidak tampak adanya
interaksi antara guru dan murid maupun antar murid. Pembelajaran bersifat
satu arah. |
Interaksi mulai
muncul, namun belum konsisten dan masih didominasi oleh guru. |
Interaksi sudah
terjadi secara konsisten, tetapi hanya melibatkan sebagian murid. |
Interaksi berlangsung
aktif dan konsisten melibatkan hampir seluruh murid melalui tanya jawab,
diskusi, kerja kelompok, serta keterlibatan dalam berpikir dan berpendapat. |
|
Pembelajaran
Menyenangkan |
Suasana pembelajaran
tegang dan kurang nyaman bagi murid |
Suasana mulai
kondusif namun masih muncul ketegangan. |
Suasana cukup nyaman
dan sebagian murid menikmati pembelajaran |
Suasana sangat
nyaman, menyenangkan, dan membuat murid antusias dan termotivasi mengikuti
pembelajaran. |
||
|
Pembelajaran
Menantang |
Tidak ada tantangan
dalam pembelajaran, murid hanya menerima informasi. |
Tantangan mulai
diberikan namun belum sesuai dengan kemampuan murid. |
Tantangan cukup
sesuai dan mendorong sebagian murid berpikir. |
Tantangan sangat
sesuai dan mendorong murid berpikir kritis serta memecahkan masalah. |
||
|
Memotivasi
Murid Aktif |
Guru tidak
memberikan motivasi kepada murid. |
Guru
memberikan motivasi namun belum konsisten |
Guru cukup
memotivasi sehingga sebagian murid aktif. |
Guru secara
konsisten memotivasi sehingga hampir seluruh murid aktif berpartisipasi. |
||
|
Lingkungan
aman, nyaman, dan inklusif |
Lingkungan
tidak aman dan tidak mendukung pembelajaran |
Lingkungan
cukup aman namun belum sepenuhnya inklusif. |
Lingkungan
aman dan cukup mendukung pembelajaran. |
Lingkungan
sangat aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh murid. |
||
|
Kreativitas
& Kemandirian |
Tidak ada kreativitas
dan kemandirian siswa |
Mulai ada
namun terbatas. |
Cukup memberi
ruang kreativitas dan kemandirian |
Murid bebas
berkreasi dan mandiri. |
||
|
Lingkungan
Aman & Inklusif
|
Tidak aman dan
tidak inklusif. |
Cukup aman
namun belum inklusif. |
Aman dan cukup
inklusif. |
Sangat aman,
nyaman, dan inklusif. |
2. Memberikan
Keteladanan, Pendampingan dan fasilitas
Teladan dilakukan dengan menunjukkan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari; dan menunjukkan sikap terbuka, saling menghargai, dan bersedia bekerja bersama Murid dalam proses pembelajaran.
Pendampingan dilakukan dengan memberikan dukungan dan bimbingan bagi Murid dalam proses belajar dan mendorong Murid untuk membangun pengetahuan secara aktif dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar.
Fasilitasi yang dilakukan menyediakan akses dan kesempatan belajar bagi Murid sesuai dengan kebutuhan dan memberikan ruang kepada Murid untuk menciptakan strategi belajarnya sendiri.
👉 Instrumen Monev Keteladanan, Pedampingan dan
fasilitas dalam pembelajaran
|
No |
Indikator |
Kegiatan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1
|
Keteladanan
|
Sikap Guru |
Tidak
menunjukkan keteladanan |
Mulai terlihat
namun belum konsisten. |
Cukup
konsisten. |
Sangat
konsisten menunjukan sikap teladan. |
|
Sikap Terbuka
& Menghargai |
Tidak
menghargai pendapat murid. |
Mulai
menghargai pada siswa tertentu |
Cukup terbuka. |
Sangat terbuka
dan menghargai semua murid. |
||
|
2 |
Pendampingan
Belajar
|
Pendampingan
Belajar |
Tidak ada
pendampingan |
Pendampingan
terbatas pada siswa tertentu |
Cukup membantu
murid. |
Aktif
membimbing sesuai kebutuhan murid. |
|
Konstruktivistik |
Murid hanya
menerima informasi. |
Mulai
diarahkan berpikir. |
Cukup aktif
membangun pengetahuan. |
Murid aktif
menemukan dan membangun pengetahuan. |
||
|
3 |
Fasilitasi |
Sumber Belajar |
Tidak ada
fasilitas. |
Fasilitas
terbatas. |
Cukup
mendukung. |
Sangat lengkap
dan sesuai kebutuhan murid |
- Memahami merupakan pengalaman belajar yang melibatkan Murid untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari berbagai sumber dan konteks.
- Mengaplikasi merupakan pengalaman belajar yang melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual
- Merefleksi aktivitas Murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar, serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri.
- Memahami merupakan pengalaman belajar yang melibatkan Murid untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari berbagai sumber dan konteks.
- Mengaplikasi merupakan pengalaman belajar yang melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual
- Merefleksi aktivitas Murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar, serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri.
👉 Instrumen Monev Pengelaman Belajar
|
No |
Indikator |
Kegiatan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
Memahami |
Melibatkan
Murid dalam belajar |
belum
melibatkan Murid |
Mulai Nampak aktivitas guru dalam melibatkan Murid
namun belum konsisten |
Mulai Nampak aktivitas guru melibatkan Murid namun
hanya Sebagian kecil |
melibatkan
Murid untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari berbagai
sumber dan konteks secara konsiten. |
|
2 |
Mengaplikasikan |
melibatkan
Murid untuk menggunakan pengetahuan |
Belum melibatkan
Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan
kontekstual
|
Sudah mulai
nampak melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan
nyata dan kontekstual tapi terbatas
|
Sudah Sebagian
besar melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan
nyata dan kontekstual tapi terbatas
|
Melibatkan seluruh
Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan
kontekstual
|
|
3 |
Merefleksi |
Murid
mengevaluasi diri dan mampu nelajar secara
mandiri |
Murid belum
mampu mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar, serta mengatur
diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri |
Sebagian kecil
Murid belum mampu mengevaluasi dan mengatur diri sendiri belajar secara mandiri |
Sebagaian besar
murid sudah melaksanakan aktivitas dalam mengevaluasi dan memaknai proses belajar,
serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri |
Seluruh murid sudah
mampu melaksanakan aktivitas dalam mengevaluasi,
memaknai proses belajarnya dan hasil belajar serta mengatur diri sendiri agar
mampu belajar secara mandiri |
4. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti kerangka pembelajaran
a. Praktik Pedagogis
strategi pembelajaran (model pembelajaran, metode, pendekatan dll) dan penilaian yang berfokus pada pengalaman belajar (instrument penillaian formatif, sumatif, analysis hasil dll)
b. Kemitraan
Pembelajaran
merupakan
kegiatan membangun hubungan kolaboratif antara Pendidik dan Pendidik serta
antara Pendidik, Murid, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, dan/atau
mitra lain yang relevan
c. Lingkungan
Pembelajaran
kondisi fisik, virtual, dan sosial yang mendukung suasana belajar aman, nyaman,
dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar
|
No |
Indikator |
Kegiatan |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1 |
Praktik Pedagogis |
model
pembelajaran, metode, pendekatan dll) dan penilaian yang berfokus pada pengalaman
belajar |
Tidak ada model
pembelajaran, metode, pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran |
Mulai Nampak model
pembelajaran, metode, pendekatan yang
digunakan dalam pembelajaran |
Sudah menggunakan
model pembelajaran, metode, pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran namun sintaknya
tidak runut berdasarkan perencanaan |
Sudah menggunakan
model pembelajaran, metode, pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran berdasarkan
sintak yang tertuang dalam perencanaan |
|
2 |
Kemitraan |
membangun hubungan kolaboratif dengan mitra
lain yang relevan dalam pembejaran
|
Tidak membangun hubungan |
membangun hubungan kolaboratif dengan mitra
tapi tidak relevan pada materi pembejaran
|
membangun hubungan kolaboratif dengan mitra
yang relevan pada materi pembejaran namun belum konsisten
|
Sudah Membangun hubungan kolaboratif
antara yang relevan dalam kegiatan pembejaran dan
konsisten
|
|
3 |
Lingkungan
Belaja |
kondisi fisik,
sosial yang mendukung suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk
mewujudkan budaya belajar
|
suasana
belajar tidak kondusif
|
Sebagaian kecil
mulai Nampak dukungan suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk
mewujudkan budaya belajar
|
Mulai Nampak dukungan
suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar
walau belum konsisten
|
Nampak secara
konsisten dukungan suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk
mewujudkan budaya belajar
|
|
4 |
Pemanfaatan
Tekonologi |
optimalisasi
penggunaan sumber daya teknologi baik digital maupun nondigital untuk
menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
|
Belum menggunaan
sumber daya teknologi |
Sudah menggunaan
sumber daya teknologi yang terbatas |
Sudah menggunaan
sumber daya teknologi baik digital maupun nondigital menciptakan pembelajaran
yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual namun belum optimal |
Sudah menggunaan
sumber daya teknologi baik digital maupun nondigital untuk menciptakan
pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual secara optimal dan
berkelanjutan |
Monitoring dan evaluasi pembelajaran bukan sekadar kegiatan penilaian, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan berdampak pada hasil belajar murid.
Dengan pelaksanaan monev yang berkelanjutan, diharapkan terjadi perbaikan praktik pembelajaran secara nyata, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, bermakna, dan berpusat pada murid sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Selain itu penting juga untuk dibaca Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru
Referensi
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Badan Standar, Kurikulum,
dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). (2025). Panduan Pembelajaran dan
Asesmen (Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek