Kamis, 26 Maret 2026

CARA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) PEMBELAJARAN DI SEKOLAH BESERTA CONTOH LAPORAN SIAP PAKAI

monitoring dan Evaluasi (monev)
MONEV PEMBELAJARAN

Penulis: Kurniawan
Pengawas Sekolah / Penjamin Mutu

A.          Mengapa Monev Pembelajaran Sangat Penting ?

Monitoring dan evaluasi (monev) pembelajaran merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas proses belajar di sekolah dasar. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, monev tidak lagi dipahami sebagai kegiatan terpisah, melainkan menjadi bagian dari siklus pembelajaran itu sendiri.

Berdasarkan Panduan Pembelajaran dan Asesmen dan Standar Nasiona Pendidikan yang diterbitkan oleh Kemendikbud melalui BSKAP, pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi. 

Oleh karena itu, kegiatan monev sejatinya berlangsung secara berkelanjutan sejak tahap perencanaan hingga tindak lanjut pembelajaran.

B.        Konsep Monev dalam Pembelajaran

Dalam konteks pembelajaran, monev mencakup dua aspek utama, yaitu:

1.  Monitoring (Pemantauan)
Kegiatan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

2.  Evaluasi (Penilaian dan Refleksi)
Kegiatan untuk menilai efektivitas pembelajaran serta menentukan perbaikan yang perlu dilakukan. 
Melalui pendekatan ini, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga secara aktif merefleksikan praktik pembelajaran yang dilakukan.

C.       Monev Dokumen Perencanaan Pembeajaran (RPP)

Mengacu pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen serta pada permendikdasamen no 1 tahun 2026, monev dokumen pembelajaran paling sedikit memuat 3 hal yaitu:

1.   Tujuan pembelajaran

tujuan pemblajaran merupakan kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi pembelajaran yang harus dicapai oleh Murid dan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi dengan mempertimbangkan karakteristik Murid dan sumber daya Satuan Pendidikan.

2.  Langkah pembelajaran;

Langkah pembelajaran merupakan tahapan yang dirancang untuk memberi pengalaman belajar kepada Murid dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dangan menerapkan prinsip pembelajaran

        3.   Penilaian atau asesmen pembelajaran .

Penilaian Dilakukan oleh Pendidik dengan menggunakan beragam teknik dan/atau instrumen penilaian atau asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Instrumen observasi Dokumen Perencanaan  pembelajaran
👉 Agar pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan secara objektif dan terarah, berikut disajikan instrumen monev lengkap yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. 

Instrumen ini dapat digunakan oleh guru, kepala sekolah, maupun pengawas dan yang tidak kalah penting Instrumen ini sudah disesuaikan dengan Permendikdasmen No 1 Tahun 2026 dan Panduan Pembelajaran dan Asesmen terbaru.


INSTRUMEN MONEV PERNCANAAN PEMBELAJARAN (RPP-PM)
INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK
(KURIKULUM MERDEKA PEDEKATAN PM)

              Nama Guru         :
              Kelas                   :
              Hari / Tanggal     :

 

Aspek yang Diamati

Belum Sesuai (1)

Sesuai sebagian (2)

Sesuai semua (3)

 

Catatan

A

Identifikasi

 

 

 

 

1

Guru melakukan identifikasi yang meliputi kesiapan murid, karakteristik materi pelajaran, juga dimensi profil lulusan yang akan dicapai melalui pembelajaran

 

 

 

 

2

Guru  memilih dimensi yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan

 

 

 

 

B.

Desain Pembelajaran

 

 

 

 

3

Prinsip berkesadaran diwujudkan dengan melibatkan murid secara aktif dalam memahami tujuan pembelajaran, memotivasi mereka untuk mengatur strategi belajar, dan merefleksikan proses belajar yang dijalani.

 

 

 

 

4

Tujuan pembelajaran dikembangkan dari capaian pembelajaran.

 

 

 

 

5

Tujuan pembelajaran mencakup kompetensi dan konten pada lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan

 

 

 

 

 

6

Tujuan realistik, dapat di ukur

dicapai melalui proses pembelajaran

 

 

 

 

 

7

Memilih model pembelajaran, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, mendalam, dan relevan dengan kehidupan nyata.

 

 

 

 

 

8

Pembelajaran diperkuat melalui kemitraan melibatkan pihak luar seperti komunitas atau dunia industri sehingga murid belajar dalam konteks sosial yang nyata.

 

 

 

 

 

 

9

 

Memanfaatkan Lingkungan pembelajaran untuk membentuk budaya belajar yang aman, inklusif, dan merdeka   untuk menumbuhkan murid bebas mengeksplorasi gagasan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

 

 

 

 

 

10

Menggunakan pemanfaatan teknologi digital sebagai  pendukung untuk meningkatkan interaktivitas, kolaborasi, dan kontekstualitas pembelajaran

 

 

 

 

C.

Langkah Pembelajaran

Prinsip Pembelajaran

 

 

 

 

11

Guru menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

 

 

 

 

 

12

Berkesadaran

Guru  melibatkan murid secara aktif dalam memahami tujuan pembelajaran, memotivasi mereka untuk mengatur strategi belajar dan merefleksikan proses belajar yang dijalani

 

 

 

 

 

13

Bermakana

Guru mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata sehingga murid dapat mengonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dan pemahaman sebelumnya.

 

 

 

 

 

14

Mengembirakan

Guru menggembirakan diciptakan melalui suasana yang positif, inklusif, dan menyenangkan, dengan metode yang interaktif serta penggunaan media yang menarik sehingga murid merasa dihargai, terhubung secara emosional, menantang, dan termotivasi untuk belajar.

 

 

 

 

 

Pengalaman Pembalajaran

 

 

 

 

15

Memahami

Guru melibatkan murid untuk aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam terhadap konsep atau materi dari berbagai sumber terdiri atas pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

 

 

 

 

16

Mengaplikasikan

murid didorong untuk mengaitkan berbagai gagasan, melakukan analisis, serta mengembangkan solusi yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi permasalahan konkret. Hasil  bisa dalam bentuk produk nyata atau unjuk kerja yang mencerminkan pemahaman dan keterampilan murid

 

 

 

 

17

Merefleksikan

murid melakukan evaluasi dan memberikan makna terhadap proses serta hasil dari pengalaman atau praktik yang telah mereka jalani

 

 

 

 

murid memperluas pemahaman dan mengembangkan ide atau solusi baru yang dapat diterapkan dalam konteks lain, tidak hanya meninjau kembali apa yang telah mereka pelajari

 

 

 

 

D.

Asesmen Pembeajaran

 

 

 

 

18

Asesemen Penilaian Proses (Formatif)

 

 

 

 

19

Guru melakasanakan asesmen awal pembelajaran untuk mengetahui kesiapan murid dan kebutuhan guru dalam merancang dan menyesuaikan pembelajaran

 

 

 

 

20

Asesmen Proses Pembelajaran

Guru menyusun instrumen proses untuk mengetahui perkembangan murid dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat. Asesmen ini  dilakukan di tengah kegiatan, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kriteria:


 ðŸ‘‡

Instrumen ini dirancang berbasis indikator operasional sehingga memudahkan observer dalam melakukan penilaian secara objektif. Dengan penggunaan instrumen ini, diharapkan kualitas pembelajaran dapat meningkat secara berkelanjutan. 

Untuk memastikan keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran,  disarankan untuk membaca juga  artikel RPP PM dan Pemetaan CP-TP-ATP -KKTP melalui pendekatan Taksonomi SOLO di blog ini.

D.  Monev Pelaksanaan  Pembeajaran

       Untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, berikut disajikan instrumen monev yang dapat digunakan sebagai panduan observasi di kelas. Proses interaksi belajar mengajar di kelas diselenggarakan dalam Sebagai Berikut  :


       1.      Suasana Belajar


       Suasana Belajar interaktif; inspiratif;menyenangkan; menantang; memotivasi Murid untuk berpartisipasi aktif; dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Murid. Diciptakan melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
👇
 Instrumen Monev Suasana Kegiatan Pembelajaran


No

Indikator

Kegiatan

1

2

3

4

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suasana Belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembelajaran interaktif

Tidak tampak adanya interaksi antara guru dan murid maupun antar murid. Pembelajaran bersifat satu arah.

Interaksi mulai muncul, namun belum konsisten dan masih didominasi oleh guru.

Interaksi sudah terjadi secara konsisten, tetapi hanya melibatkan sebagian murid.

Interaksi berlangsung aktif dan konsisten melibatkan hampir seluruh murid melalui tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, serta keterlibatan dalam berpikir dan berpendapat.

Pembelajaran Menyenangkan

Suasana pembelajaran tegang dan kurang nyaman bagi murid

Suasana mulai kondusif namun masih muncul ketegangan.

Suasana cukup nyaman dan sebagian murid menikmati pembelajaran

Suasana sangat nyaman, menyenangkan, dan membuat murid antusias dan termotivasi mengikuti pembelajaran.

Pembelajaran Menantang

Tidak ada tantangan dalam pembelajaran, murid hanya menerima informasi.

Tantangan mulai diberikan namun belum sesuai dengan kemampuan murid.

Tantangan cukup sesuai dan mendorong sebagian murid berpikir.

Tantangan sangat sesuai dan mendorong murid berpikir kritis serta memecahkan masalah.

Memotivasi Murid Aktif

Guru tidak memberikan motivasi kepada murid.

Guru memberikan motivasi namun belum konsisten

Guru cukup memotivasi sehingga sebagian murid aktif.

Guru secara konsisten memotivasi sehingga hampir seluruh murid aktif berpartisipasi.

Lingkungan aman, nyaman, dan inklusif

Lingkungan tidak aman dan tidak mendukung pembelajaran

Lingkungan cukup aman namun belum sepenuhnya inklusif.

Lingkungan aman dan cukup mendukung pembelajaran.

Lingkungan sangat aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh murid.

Kreativitas & Kemandirian

Tidak ada kreativitas dan kemandirian siswa

Mulai ada namun terbatas.

Cukup memberi ruang kreativitas dan kemandirian

Murid bebas berkreasi dan mandiri.

Lingkungan Aman & Inklusif

 

Tidak aman dan tidak inklusif.

Cukup aman namun belum inklusif.

Aman dan cukup inklusif.

Sangat aman, nyaman, dan inklusif.


2.     Memberikan Keteladanan, Pendampingan dan fasilitas


Teladan dilakukan dengan menunjukkan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari; dan menunjukkan sikap terbuka, saling menghargai, dan bersedia bekerja bersama Murid dalam proses pembelajaran.


Pendampingan dilakukan dengan memberikan dukungan dan bimbingan bagi Murid dalam proses belajar  dan mendorong Murid untuk membangun pengetahuan secara aktif dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar.


Fasilitasi yang dilakukan menyediakan akses dan kesempatan belajar bagi Murid sesuai dengan kebutuhan dan memberikan ruang kepada Murid untuk menciptakan strategi belajarnya sendiri.

👉 Instrumen Monev Keteladanan, Pedampingan dan fasilitas dalam pembelajaran

No

Indikator

Kegiatan

1

2

3

4

1

 

 

Keteladanan

 

Sikap Guru

Tidak menunjukkan keteladanan

Mulai terlihat namun belum konsisten.

Cukup konsisten.

Sangat konsisten menunjukan sikap  teladan.

Sikap Terbuka & Menghargai

Tidak menghargai pendapat murid.

Mulai menghargai pada siswa tertentu

Cukup terbuka.

Sangat terbuka dan menghargai semua murid.

2

Pendampingan Belajar

 

Pendampingan Belajar

Tidak ada pendampingan

Pendampingan terbatas pada siswa tertentu

Cukup membantu murid.

Aktif membimbing sesuai kebutuhan murid.

Konstruktivistik

Murid hanya menerima informasi.

Mulai diarahkan berpikir.

Cukup aktif membangun pengetahuan.

Murid aktif menemukan dan membangun pengetahuan.

3

Fasilitasi

Sumber Belajar

Tidak ada fasilitas.

Fasilitas terbatas.

Cukup mendukung.

Sangat lengkap dan sesuai kebutuhan murid

            
             3.        Diselenggarakan agar Murid mendapatkan pengalaman belajar yaitu

    1. Memahami merupakan pengalaman belajar yang melibatkan Murid untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari berbagai sumber dan konteks. 
    2. Mengaplikasi merupakan pengalaman belajar yang melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual
    3. Merefleksi aktivitas Murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar, serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri. 

👉 Instrumen Monev Pengelaman Belajar

No

Indikator

Kegiatan

1

2

3

4

1

 Memahami

Melibatkan Murid dalam belajar

belum melibatkan Murid

Mulai  Nampak aktivitas guru dalam melibatkan Murid namun belum konsisten

Mulai  Nampak aktivitas guru melibatkan Murid namun hanya Sebagian kecil

melibatkan Murid untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari berbagai sumber dan konteks secara konsiten.

2

Mengaplikasikan

melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan

Belum melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual

 

Sudah mulai nampak melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual tapi terbatas

 

Sudah Sebagian besar melibatkan Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual tapi terbatas

 

Melibatkan seluruh Murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi kehidupan nyata dan kontekstual 

 

3

Merefleksi

Murid mengevaluasi  diri dan mampu nelajar secara mandiri

Murid belum mampu mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar, serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri

Sebagian kecil Murid belum mampu mengevaluasi dan mengatur diri sendiri  belajar secara mandiri

Sebagaian besar murid sudah melaksanakan aktivitas dalam mengevaluasi dan memaknai proses belajar, serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri

Seluruh murid sudah mampu melaksanakan aktivitas  dalam mengevaluasi, memaknai proses belajarnya dan hasil belajar serta mengatur diri sendiri agar mampu belajar secara mandiri

   

              4.      Pelaksanaan pembelajaran mengikuti kerangka pembelajaran

                                    a.   Praktik Pedagogis

strategi pembelajaran (model pembelajaran, metode, pendekatan dll) dan penilaian yang berfokus pada pengalaman belajar (instrument penillaian formatif, sumatif, analysis hasil dll)

 

                      b.     Kemitraan Pembelajaran

merupakan kegiatan membangun hubungan kolaboratif antara Pendidik dan Pendidik serta antara Pendidik, Murid, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, dan/atau mitra lain yang relevan

 

                     c.    Lingkungan Pembelajaran
kondisi fisik, virtual, dan sosial yang mendukung suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar


👉 copy Instrumen Monev Kerangka Pembelajaran


No

Indikator

Kegiatan

1

2

3

4

1

 Praktik Pedagogis

model pembelajaran, metode, pendekatan dll)  dan penilaian yang berfokus pada pengalaman belajar

Tidak ada model pembelajaran, metode, pendekatan   yang digunakan dalam pembelajaran

Mulai Nampak model pembelajaran, metode, pendekatan  yang digunakan dalam pembelajaran

Sudah menggunakan model pembelajaran, metode, pendekatan  yang digunakan dalam pembelajaran namun sintaknya tidak runut berdasarkan perencanaan

Sudah menggunakan model pembelajaran, metode, pendekatan  yang digunakan dalam pembelajaran berdasarkan sintak yang tertuang dalam perencanaan

2

Kemitraan

membangun hubungan kolaboratif dengan mitra lain yang relevan dalam pembejaran

 

Tidak membangun hubungan

membangun hubungan kolaboratif dengan mitra tapi tidak relevan pada materi pembejaran

 

membangun hubungan kolaboratif dengan mitra yang relevan pada materi pembejaran namun belum konsisten

 

Sudah Membangun hubungan kolaboratif antara   yang relevan dalam kegiatan pembejaran dan konsisten

 

3

Lingkungan Belaja

kondisi fisik, sosial yang mendukung suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar

 

 

suasana belajar  tidak kondusif  

 

Sebagaian kecil mulai Nampak dukungan suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar

 

Mulai Nampak dukungan suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar walau belum konsisten

 

Nampak secara konsisten dukungan suasana belajar aman, nyaman, dan inklusif untuk mewujudkan budaya belajar

 

4

Pemanfaatan Tekonologi

optimalisasi penggunaan sumber daya teknologi baik digital maupun nondigital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.

 

Belum menggunaan sumber daya teknologi

Sudah menggunaan sumber daya teknologi yang terbatas

Sudah menggunaan sumber daya teknologi baik digital maupun nondigital menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual namun

belum optimal

Sudah menggunaan sumber daya teknologi baik digital maupun nondigital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual secara optimal dan berkelanjutan

   

Monitoring dan evaluasi pembelajaran bukan sekadar kegiatan penilaian, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan berdampak pada hasil belajar murid. 

Melalui penggunaan instrumen monev yang dilengkapi dengan indikator operasional dan rubrik penilaian, guru, kepala sekolah, dan pengawas dapat melakukan observasi secara lebih objektif, terarah, dan sistematis.

Dengan pelaksanaan monev yang berkelanjutan, diharapkan terjadi perbaikan praktik pembelajaran secara nyata, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, bermakna, dan berpusat pada murid sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.

Untuk memahami lebih lanjut monev pembelajaran di sekolah, silakan baca pada artikel berikut. “cara menganalisis hasil laporan monev pembelajaran secara sistematis beserta contoh laporan yang dapat diunduh.

Selain itu penting juga untuk dibaca Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru

Referensi

  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
  • Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen (Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek