![]() |
| ANALISISI HASIL MONEV |
Penulis : Kurniawan
Pengawas Dikdas / Penjamin Mutu
1. Bagaimana Menganalisis Hasil Monev? Ini Contohnya
Dalam laporan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) pembelajaran, bagian hasil dan analisis merupakan inti dari keseluruhan kegiatan.
Pada bagian inilah data yang telah dikumpulkan melalui instrumen diolah, disajikan, dan diinterpretasikan untuk memberikan gambaran nyata tentang kualitas pembelajaran di kelas.
Banyak guru atau kepala sekolah yang sudah memiliki instrumen Monev, namun masih merasa kesulitan ketika harus menyajikan hasilnya dalam bentuk laporan yang sistematis dan mudah dipahami.
Padahal, penyajian hasil yang baik akan sangat membantu dalam menentukan langkah perbaikan yang tepat.
2. Penyajian Data Hasil Monev
Data hasil monitoring dan evaluasi (Monev) pembelajaran disajikan dalam bentuk rekapitulasi nilai setiap guru berdasarkan komponen yang diamati, yaitu identifikasi, desain pembelajaran, langkah pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen pembelajaran.
Instrument tersebut dapat dilihat pada blog ini Instrumen Monev
![]() |
| Contoh Analisis |
Nilai pada masing-masing komponen diperoleh dari hasil pengolahan instrumen, yaitu dengan cara:
Mengonversi skor setiap indikator ke dalam skala nilai dengan rumus: (skor diperoleh × 100) dibagi jumlah indikator.
Contoh Indikator Identifikasi mendapat nilai 4 maka ( 4 x 100) : 6 maka hasilnya 66,67 kita bulatkan menjadi 67.
Setelah nilai sudah didapat kita masukan ke masing masing tabel selanjutnya Menjumlahkan seluruh nilai indikator dalam satu komponen dan Membagi dengan jumlah indikator pada komponen tersebut Untuk mendapatkan nilai akhir (NA) yang diperoleh setiap guru.
Rumus tersebut
bisa kita lihat di bawah ini :
a. Nilai per
Komponen
Nilai Komponen = Jumlah Nilai : Jumlah Indikator
Hasil akhir dari rekap 5 orang guru dalam Menyusun perencanaan (RPPPM) diperoleh data seperti di bawah ini :
|
No |
Nama |
Identifikasi |
Desain |
Langkah |
Pengalaman |
Asesmen |
NA |
Kategori |
|
1 |
Guru A |
67 |
80 |
70 |
66 |
55 |
68 |
Cukup |
|
2 |
Guru B |
75 |
85 |
78 |
72 |
70 |
76 |
Baik |
|
3 |
Guru C |
60 |
70 |
65 |
68 |
60 |
65 |
Cukup |
|
4 |
Guru D |
85 |
90 |
88 |
84 |
80 |
85 |
Baik |
|
5 |
Guru E |
70 |
75 |
72 |
70 |
68 |
71 |
Baik |
b. Konversi Nilai
Untuk memudahkan interpretasi hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran, nilai yang diperoleh di konversi dalam klasifikasi ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:
|
Rentang
Nilai |
Kategori |
|
86 – 100 |
Sangat Baik |
|
71 – 85 |
Baik |
|
56 – 70 |
Cukup |
|
≤ 55 |
Kurang |
3.
Membuat
Diagram Batang
Untuk memudahkan membaca data, hasil rekapitulasi dapat disajikan dalam bentuk diagram batang.
Diagram batang digunakan untuk:
· Membandingkan
nilai antar guru
· Melihat
komponen yang paling lemah
· Menentukan prioritas pembinaan
Berdasarkan diagram tersebut terlihat perbedaan capaian antar guru yang cukup signifikan.
Ø Guru D memiliki nilai tertinggi (85) → dapat dijadikan model praktik baik
Berdasarkan diagram tersebut, terlihat adanya variasi capaian antar guru dalam perencanaan pembelajaran. Guru D menunjukkan capaian tertinggi dengan kategori baik, sehingga dapat dijadikan sebagai contoh praktik baik dalam penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran.
Ø Guru C memiliki nilai terendah (65) → perlu pendampingan intensif
Sebaliknya, Guru C memiliki capaian terendah yang masih berada pada kategori cukup, sehingga memerlukan pendampingan dan pembinaan lebih lanjut.
Ø Asesmen Pembelajaran masih terlihat rendah dari pada komponen lain
Selain itu, jika ditinjau dari
masing-masing komponen, aspek asesmen pembelajaran cenderung memiliki nilai
lebih rendah dibandingkan komponen lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan
guru dalam merancang dan melaksanakan asesmen, khususnya asesmen formatif,
masih perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu, hasil analisis diagram
ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas program peningkatan kompetensi
guru yang akan dimuat dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah.
4. Temuan dan Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil rekapitulasi monitoring dan evaluasi (monev) Perencanaan pembelajaran terhadap 5 orang guru, ada beberapa temuan menjadi bahan refleksi dan ditindaklanjut dalam program kerja
Temuan 1. Perangkat Perencanaan Pembelajaran
|
Deskripsi Kondisi |
Guru belum sepenuhnya
melaksanakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
secara konsisten. |
|
Kriteria |
Standar Proses |
|
Akar Penyebab |
Kurangnya pemahaman guru terhadap
pembelajaran mendalam Belum optimalnya pendampingan/supervisi
akademik |
|
Akibat |
Pembelajaran kurang kontekstual Keterlibatan siswa belum maksimal |
|
Rekomendasi |
1.
Melaksanakan workshop / FGD/ diskusi kombel terkait penyusunan Perencana
pembelajaran mendalam 2.
Supervisi kelas secara berkala 3.
Berbagi praktik baik antar guru |
|
Rencana Perbaikan |
Diisi untuk program RKT (Program
berdasrkan hasil Laporan Evaluasi) Misal akan IHT: Program In House Training (IHT) (Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Formatif Berbasis Kurikulum Merdeka Jika pakai FGD : FGD Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Asesmen di Sekolah Jika Pakai Kombel Sekolah : Praktik Baik
Pembelajaran Bermakna dan Asesmen Formatif |
FORMULIR :
DAFTAR / LOG STATUS MONEV
Kode Dokumen :
SDN/SMP-SPMI-Monev-1
|
No |
Kondisi |
Deskripsi Kondisi Temuan |
Kategori |
|
1 |
Pembelajaran Mendalam |
Guru belum menyusun rencana dan melaksanakan Pembelajaran Mendalam (Deep
Learning) secara konsisten di kelas. |
Mayor |
|
2 |
Asesmen Formatif |
Sebagian besar guru belum menyusun dan mengimplementasikan instrumen
asesmen formatif yang terukur dengan baik. |
Mayor |
|
3 |
Pemanfaatan Perangkat |
Perangkat pembelajaran (Modul Ajar/RPP) sudah tersedia, namun belum
digunakan secara optimal sebagai panduan utama KBM. |
Minor |
|
4 |
Kesesuaian CP |
Guru sudah menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang selaras dengan
Capaian Pembelajaran (CP) terbaru (Keputusan No. 046). |
Sesuai |
|
5 |
Refleksi Pembelajaran |
Kegiatan refleksi setelah sesi pembelajaran belum dilakukan secara
rutin oleh guru maupun bersama murid. |
Minor |
Keterangan Kategori:
· Sesuai: Memenuhi
standar yang ditetapkan.
· Minor: Temuan
ringan, tidak menghambat proses secara fatal, butuh perbaikan berkala.
· Mayor: Temuan signifikan, menghambat kualitas pembelajaran, butuh perbaikan segera (Prioritas RKT).
Untuk mendowload lengkap laporannya, lanjut di sesuiakan
dengan regulasi sekarang, kurikulum Merdeka pendekatan PM. Dowload atau melalui link berikut

