Senin, 23 Maret 2026

Cara Penguatan Kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka: Konsep, Contoh, dan Implementasi di Sekolah”

enguatan Kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka
PEMBELAJARAN KOKURIKULER
 

      A.   Penguatan Kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka: Konsep, Contoh, dan Implementasi di Sekolah”

Kokurikuler memiliki peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam kehidupan nyata, sehingga murid dapat mengembangkan kompetensi secara lebih utuh dan kontekstual.

Namun, dalam praktiknya, banyak guru masih bingung bagaimana mengintegrasikan kokurikuler dengan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, diperlukan panduan yang sederhana namun aplikatif agar kegiatan kokurikuler dapat dirancang dan dilaksanakan secara efektif serta berdampak nyata bagi murid.

     1.      Pengertian Kokurikuler

Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter. Kompetensi yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan, yaitu: 1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2) kewargaan; 3) penalaran kritis; 4) kreativitas; 5) kolaborasi; 6) kemandirian; 7) kesehatan; dan 8) komunikasi

Rancangan kegiatan kokurikuler sebaiknya mendorong murid bebas bereksplorasi melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Kokurikuler berisi kegiatan eksperiensial, langsung, berorientasi pada tindakan dan berdasarkan keterampilan.

Kegiatan kokurikuler   setidaknya dilakukan dengan 3 cara,  yaitu disajikan dalam bentuk pembelajaran kolaboratif  lintas disiplin ilmu, gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia hebat, dan/atau cara lainnya untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksi materi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi murid.

      2.      Pentingnya Kokurikuler

      Dalam upaya mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju, pendidikan bermutu untuk semua adalah komitmen yang harus selalu dipegang teguh. 

     Komitmen ini tidak cukup diwujudkan hanya melalui pengalaman belajar intrakurikuler dan ekstrakurikuler saja, tetapi juga perlu diperkuat melalui kegiatan kokurikuler yang dirancang secara sistematis, bermakna, dan kontekstual. 

     Kokurikuler memiliki peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam kehidupan nyata, sehingga murid dapat mengembangkan kompetensi secara lebih utuh dan kontekstual. Kompetensi dalam hal ini adalah delapan dimensi profil lulusan.

     Kokurikuler juga memiliki peran untuk menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan, bermakna, dan memberdayakan, yang memungkinkan murid tumbuh menjadi pribadi yang utuh, yang menekankan penciptaan sauna belajar melalui prinsip pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). 

     Pembelajaran ini tidak hanya melibatkan olah pikir, tetapi juga olah hati, olah rasa, dan olah raga, secara holistik dan terpadu.

      3.      Tujuan Kokurikuler

Agar pelaksanaan kokurikuler tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, diperlukan kejelasan arah dan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini menjadi dasar dalam merancang aktivitas yang relevan dengan kebutuhan murid.

Kegiatan kokurikuler bertujuan mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan secara nyata dan kontekstual melalui pengalaman belajar yang bermakna. Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter. 

Disamping itu, delapan dimensi profil lulusan menumbuhkembangkan lulusan yang memiliki kepemimpinan efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif. Berikut ke delapan dimensi profil lulusannya:

Panduan Kokurikuler 2025.pdf and 2 more pages - Profile 1 - Microsoft​ Edge 

      4.      Karakteritik Kokurikuler

Karakteristik kegiatan kokurikuler bersifat fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan dan kekhasan satuan pendidikan. Namun demikian, kegiatan kokurikuler tidak dirancang secara acak atau sekadar tambahan kegiatan. 

Kegiatan harus berangkat dari identifikasi dimensi profil lulusan yang ingin dikuatkan atau diperdalam. Dengan menentukan terlebih dahulu aspek dimensi profil lulusan yang menjadi fokus, satuan pendidikan dapat merancang kegiatan kokurikuler yang relevan dan berdampak.

Ini hal yang paling penting sebagai pegangan bawa kokurikuler “Sebuah kegiatan dapat dikembangkan sebagai bagian dari kokurikuler jika bertujuan untuk memperkuat delapan dimensi profil lulusan, menunjang kegiatan intrakurikuler baik secara langsung maupun tidak langsung, serta memberi pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi murid”

Satuan pendidikan dapat memilih cara pelaksanaan kokurikuler disesuaikan dengan analisis potensi dan kebutuhan. Kriteria kegiatan kokurikuler adalah: a) Memiliki tujuan untuk memperkuat satu atau lebih dari delapan dimensi profil lulusan. b) Mengembangkan tema sebagai muatan pembelajaran yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid. c) Mengelola alokasi waktu secara fleksibel mengacu pada struktur kurikulum yang berlaku. d) Mengembangkan rangkaian kegiatan secara terencana (memuat tujuan, langkah langkah pelaksanaan, dan asesmen) 

      B.     Kerangka Pembelajaran Kokurikuler

Untuk memudahkan pemahaman dan implementasi di satuan pendidikan, kerangka pembelajaran kokurikuler berikut disajikan dalam bentuk tabel yang menggambarkan peran masing-masing pihak dalam mendukung pembelajaran mendalam.

Upaya menjadikan kokurikuler sebagai ruang belajar yang benar-benar bermakna dan berdampak bagi murid, perancangannya perlu mengacu pada kerangka kerja pembelajaran mendalam. 

Dalam konteks ini, kerangka pembelajaran kokurikuler disusun dengan memperhatikan empat komponen penting yang saling terhubung: praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital.  

Dalam mendukung peningkatan kompetensi dan penguatan karakter. Berikut adalah tabel peran satuan pendidikan yang dapat dilakukan dalam kegiatan kokurikuler, antara lain

Peran

Fungsi

 

Satuan Pendidikan

 

Kepala satuan pendidikan

a.          Memimpin perencanaan kegiatan kokurikuler sesuai dengan kebutuhan murid.

b.        menjaga ekosistem pendidikan yang kondusif untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kokurikuler.

c.        Meningkatkan kapasitas SDM pendukung pelaksanaan kegiatan kokurikuler.

Pendidik (guru)

a.       Menjadi koordinator dan fasilitator kokurikuler.

b.       Membersamai murid agar menjadi pembelajar aktif, berkolaborasi, dan mengembangkan budaya belajar dalam kegiatan kokurikuler.

 

Tendik

Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.

 

Warga satuan pendidikan lainnya

 

Orang Tua/Wali

a.      memberikan teladan di rumah dan mitra bagi satuan pendidikan.

b.      membimbing anak untuk menanamkan nilai-nilai dasar kebaikan.

c.       membangun ekosistem atau lingkungan yang mendukung peningkatan kompetensi dan penguatan karakter anak di rumah.

d.       menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mempraktikkan nilai-nilai kebaikan .

e.      memantau tumbuh kembang anak.

f.        meningkatkan kompetensi dan menguatkan karakter murid sebagai mitra utama satuan pendidikan

 

Dunia Usaha Dunia Industr

Menjadi fasilitator murid dengan dunia nyata sekaligus ikut membantu untuk magang, praktek kerja, dan lain sebagainya dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kemampuan soft skill.

 

Tokoh Masyarakat

a.    sebagai teladan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan sekaligus menjadi contoh nyata yang membentuk karakter murid

b.    ikut menjaga ekosistem yang kondusif.

 

Tokoh Agama

a.   memberikan teladan dengan menjunjung tinggi nilai nilai keagamaan sekaligus menjadi contoh nyata dalam menguatkan karakter religius.

b.  membudayakan karakter toleransi.


C.    Perencananan Pelaksanaan dan Asesmen Kokurikuler

1.            Perencanaan Pelaksanaan

a.     Membentuk Tim kerja Kokurikuler

Pembentukan tim kerja, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan kokurikuler berjalan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkesinambungan.

Pada awal tahun ajaran, kepala satuan pendidikan membentuk tim kerja kokurikuler yang terdiri atas kepala satuan pendidikan, guru yang ditugaskan sebagai koordinator kokurikuler (yang mengatur beban kerja guru disebut koordinator pembelajaran berbasis projek), guru kelas dan/atau guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, serta warga satuan pendidikan lainnya yang relevan. 

Pembentukan tim ini merupakan wujud nyata kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam merancang kegiatan kokurikuler yang berdampak bagi penguatan kompetensi murid. Adapun tugas yang dilakukan sebagai berikut :

Tm Kerja

Tugas Pokok dan fungsinya

  1. Kepala Sekolah

  1. Memimpin penyusunan kesepakatan dan regulasi pendukung.
  2. Menentukan koordinator kokurikuler.
  3. Memimpin implementasi kegiatan kokurikuler dengan menjadi penanggung jawab
  4. Memimpin analisis kebutuhan untuk menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikuatkan bersama koordinator dan guru kelas/ mata pelajaran;
  5. Memimpin upaya keterlibatan semua pihak dan membangun jejaring kemitraan untuk keperluan kegiatan kokurikuler

Koordinator dan Fasilitator

1.    mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola kegiatan kokurikuler di satuan pendidikan;

2.    membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi (masyarakat, komunitas, universitas, praktisi);

3.    mengomunikasikan pembelajaran kolaboratif dan kebijakan pendidikan nasional kepada lingkungan satuan pendidikan, orang tua murid, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait);

4.     mengelola sistem pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang dibutuhkan guru dan murid;

5.     memastikan kolaborasi pembelajaran terjadi di antara para guru yang tergabung di dalam tim sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar

6.    memastikan kokurikuler memiliki aktivitas yang kaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif; dan

7.     memastikan rancangan kokurikuler dan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.

Guru (Mapel/Kelas)

1.    Bersama-sama koordinator menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kokurikuler.

2.    Menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajari murid dalam kegiatan kokurikuler

3.   Melakukan asesmen kokurikuler

Warga satuan

Sebagai mitra dan ikut menjaga ekosistem yang kondusif


 
b.     Analisis Satuan Pendidikan

Tahapan kerja selanjutnya adalah analisis satuan pendidikan. Kegiatan kokurikuler memiliki tujuan akhir untuk mencapai delapan dimensi profil lulusan melalui kurikulum satuan pendidikan, sehingga semua bentuk kegiatan kokurikuler berorientasi pada kebutuhan belajar murid dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.

Analisis perencanaan kokurikuler terkait dengan kebutuhan belajar murid, sumber daya yang dimiliki oleh satuan pendidikan, pemanfaatan sumber daya tersebut pada kegiatan kokurikuler, serta fasilitasi kebutuhan belajar murid.

Identifikasi kebutuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melakukan observasi, memeriksa dokumen hasil pembelajaran, dan analisis untuk mengidentifikasi delapan dimensi profil lulusan yang masih memerlukan penguatan.

c.     Membuat perencanaan berdasarkan hasil analisis

1.      Dimensi profil lulusan yang akan dipilih dalam kegiatan kokurikuler

Contoh analisis Kebutuhan dan penentuan dimensi

Pemakaian gawai murid di SDN …  semakin meningkat dan kurang terkontrol. Hal dapat bisa berdampak  pada penyebaran informasi yang diperoleh dan belum sesuai dengan usia murid. 

Dengan kondisi seperti ini, dimensi yang sebaiknya dibangun di SDN… adalah penalaran kritis atau keimanan dan ketakwaan kepada  tuhan yang maha esa. Murid diharapkan dapat menyaring dan memilah informasi dari internet melalui  cara berpikir dan kedekatan kepada ajaran agamanya.

2.      Tema dalam kegiatan kokurikuler

Keberadaan tema berfungsi mengaitkan kegiatan kokurikuler sesuai dengan konteks sosial budaya dan karakteristik murid dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Contoh Tema
a)  Generasi sehat dan bugar
b)  Peduli dan berbagi
c)  Aku cinta Indonesia
d)  Hidup hemat dan produktif
e)  Berkarya untuk sesama dan bangsa
f)   Gaya hidup berkelanjutan

3.      Bentuk Kegiatan Kokurikuler

a.      Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu

kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran/muatan pembelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid. 

Tujuannya adalah membantu murid melihat keterkaitan antarilmu sebagai upaya mengembangkan delapan dimensi profil lulusan serta memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual.

Contoh Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu

Profil lulusan

Menentukan Tema

Tujuan

Indikator

Keberhasilan

Mapel yang diintegrasikan

Kelas

Smester

Rencana Kegiatan

Pelaksanaan

Alokasi Waktu

Jumlah jam/tahun

Berpikir Kritis

Komunikasi

Kesehatan

Lingkungan Bersih Aku Sehat

Siswa mampu mengidentifikasi kondisi lingkungan sekitar (berpikir Kritis) dan mengajak kebiasaan hidup bersih ( komunikasi dan kesehatan)

Berpikir Kritis

Mampu menyajikan data dalam bentuk tabel atau grafik sederhana

Komunikasi

Mampu menuliskan laporan hasil pengamatan dalam bentuk narasi sederhana

Kesehatan

Menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kegiatan sehari-hari

IPAS, MTK dan Bahasa Indonesia

VI

1.         

1.   IPAS

Melakukan Observasi Lingkungan sekolah dan rumah 

2. Matematika

Mengelompokan dan menyusun data yang di dapat dalam grafik dan tabel sederhana          

3. B. Indo

Mendeskripsikan dalam bemtuk narasi data yang diperoleh         


Membuat desain Poster Lingkungan Sehat

126 JP

 

 

 

 

….

 

VI

 

 

98 JP

 

Contoh Kokurikuler Gerakan 7 KAIH

No

Profil lulusan

Tema/Program Kegiatan Sekolah

Tujuan

Indikator Kebrhasilan

Kegiatan 7 KAIH

Jenis Kegiatan

Kelas

Semester

Alokasi Waktu

Jumlah Jam /Tahun

1

Keimanan dan kesehatan

peduli dan berbagi

Aku dan Sang Pencipta

Dll

Siswa memiliki kesadaran terhadap kesehatan jasmani dan rohaniya

Tumbuhnya Kebiasan beribadah dan berolahraga dalam kehiduan sehari-harinya

Beribadah

Berolahraga

1.  Pembiasaan sholat sunah dan wajib secara rutin baik disekolah maupun di rumhah

2.  Kegiatan jumat berkah

3.  Melakukan senam pagi secara rutin setiap hari jumat di sekolah

Dll

I

1

48 JP

 216  

36 minggu

2

Dst.

 

 

 

 

 

I

84

3

Dst

 

 

 

 

 

II

84










D.   Merancang  Modul Ajar Kokurikuler

Agar kegiatan kokurikuler dapat dilaksanakan secara sistematis, terarah, dan berdampak, diperlukan penyusunan modul ajar yang memuat komponen pembelajaran secara lengkap, terstruktur, dan terintegrasi.

Nama satuan pendidikan         :

Kelas                                       : VI

Tema Kegiatan                        : Lingkungan Bersih Aku Sehat

Alokasi Waktu                         : 126 JP

Lokasi Kegiatan                      : Lingkungan rumah dan Sekolah

Contoh Lintas disiplin Ilmu

A.   Dimensi Profil Lulusan

1. Berpikir Kritis  2. Komunikasi    3. Kesehatan

B. Tujuan Pembelajaran

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi

Siswa mampu mengidentifikasi kondisi lingkungan sekitar (berpikir Kritis) dan mengajak kebiasaan hidup bersih ( komunikasi dan kesehatan) mata pelajaran IPAS, MTK dan Bahasa Indonesia

C. Praktik Pedagogis

Pembelajaran berbasis proyek.

D. Lingkungan Belajar

 

Memberi kesempatan kepada murid untuk menganalisis kondisi lingkungan sekitar secara

berkolaborasi bersama teman sekelas dan melakukan aksi nyata sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi.

E. Kemitraan Pembelajaran

Kolaborasi guru, siswa dan orang tua wali

F. Pemanfaatan Digital

Laptop, Infocus, video, dan canva/powerpoint

G. Kegiatan

 

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan.
  2. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok secara heterogen
  3. Murid diminta memirsa video tentang lingkungan Kesehatan dan kaitannya dengan Kesehatan
  4. Melakukan Observasi Lingkungan sekolah dan rumah (IPA)
  5. Mengelompokan dan menyusun data yang di dapat dalam grafik dan tabel sederhana (MTK)
  6.  Mendeskripsikan dalam bemtuk narasi data yang diperoleh membuat desain Poster Lingkungan Sehat (BI)
  7. Murid mempresentasikan karyanya dengan berbagai media secara berkelompok (BI)
  8. Murid melakukan refleksi kegiatan yang telah dilakukan. 
  9. Murid membuat kesepakatan terkait apa hal konkret yang akan dilakukan bersama untuk menjaga lingkungan sehat

Assesmen

Formatif (Hasil Obanervasi dan catatan anekdotal

Kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis dalam memperkuat pencapaian delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan terintegrasi.

Kokurikuler tidak hanya menjadi pelengkap pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang kolaboratif, serta asesmen yang berkelanjutan, kegiatan kokurikuler mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan memberdayakan.

Keterlibatan berbagai pihak, seperti guru, orang tua, dan mitra, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pembelajaran mendalam yang berdampak nyata bagi perkembangan kompetensi dan karakter murid.

Dengan demikian, penguatan kokurikuler di satuan pendidikan perlu terus dikembangkan secara inovatif dan berkelanjutan agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

baca juga, membagun karakter dan  budaya sekolah melalui tatatertib dan sanksi edukatif dalam artikel "Buku Petunjuk Teknis Pemberian Sanksi dan Tata Tertib Siswa SD (Lengkap + Sistem Poin Pelanggaran+ download gratis "

Refrensi: Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah  (2025) Panduan Kokurikuler. Jakarta:BSKAP

✍️ Penulis

Penulis : Kurniawan

Pengawas Sekolah/Penjamin mutu