![]() |
| Buku Tata Tertib Siswa |
Pengawas Sekolah/Penjamin mutu
A. Peran Sekolah dalam Pembinaan Karakter
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya.
Potensi tersebut meliputi kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sekolah sebagai salah satu wahana utama penyelenggaraan pendidikan, selain keluarga dan masyarakat, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik.
Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berinteraksi sosial, berorganisasi, serta mengembangkan jati diri secara utuh.
Dalam hal ini, guru berperan sebagai pengarah (regulator) dalam mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik.
Oleh karena itu, dalam upaya membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia, sekolah perlu memiliki pedoman yang jelas dalam mengatur perilaku siswa.
Salah satu instrumen penting yang digunakan adalah Buku Petunjuk Teknis Pemberian Sanksi dan Tata Tertib Siswa.
B. Pentingnya Tata Tertib dan Sanksi Edukatif
Salah satu nilai dari pendidikan karakter adalah disiplin. disiplin sebagai sikap yang muncul dari kebiasaan mentaati peraturan, hukum, atau perintah.
Penanaman sikap disiplin bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran supaya siswa dapat berperilaku tertib sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah dan terhindar dari perbuatan yang negate.
Apabila anak
telah terbiasa hidup disiplin maka kemandirian pada anak diharapkan meningkat
Dokumen ini disusun sebagai acuan dalam pembinaan dan penegakan disiplin siswa di lingkungan sekolah, sehingga tercipta suasana belajar yang tertib, aman, dan kondusif.
Melalui aturan yang terstruktur, siswa diharapkan mampu memahami batasan perilaku serta konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.
Dengan demikian, tata tertib dan sanksi yang diterapkan bukan semata-mata sebagai hukuman, tetapi sebagai sarana edukatif dalam membentuk karakter siswa yang disiplin dan bertanggung jawab.
Buku ini memuat berbagai ketentuan, mulai dari tata tertib siswa, klasifikasi pelanggaran, sistem poin pelanggaran, hingga jenis sanksi yang bersifat pembinaan. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat berperan aktif dalam membentuk karakter siswa secara berkelanjutan.
C. Tujuan Penyusunan Buku Petunjuk Teknis
Melalui buku petunjuk teknis ini,
diharapkan siswa memahami bahwa dalam kehidupan, di manapun berada, terdapat
aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan. Apabila terjadi pelanggaran
terhadap tata tertib, maka akan ada konsekuensi yang harus diterima sebagai
bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan karakter.
Adapun tujuan penyusunan buku ini adalah sebagai berikut:
1. Menanamkan sikap takwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi luhur, beretika (sopan santun), serta memiliki kepribadian
yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
2. Menanamkan sikap demokratis, disiplin,
berani, dan bertanggung jawab.
3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis,
objektif, kreatif, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta
didik.
4. Menanamkan semangat untuk terus belajar,
bekerja keras, dan mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.
5. Mengembangkan kemampuan komunikasi dan
sosial, seperti tertib, sadar aturan, mampu bekerja sama, bersaing secara
sehat, serta menghargai hak orang lain.
6. Menanamkan kepekaan dan kepedulian
terhadap lingkungan, kebersihan, keindahan, dan kesehatan.
D.
Gambaran
Isi buku Teknis
Buku petunjuk
teknis ini memuat beberapa komponen utama sebagai berikut:
1.
Terkait
dengan pasal – pasal, Ketentuanu mum, Kewajiban siswa, Sikap dan tingkah laku,
Seragam Sekolah, Kegiatan Pendidikan, Absensi, Pemeliharaan sapras, Kamanan
Sekolah, Piket Sekolah, Sanksi dan penutup
2. Klasifikasi Pelanggaan terdiri atas :
- Sanksi
Kehadiran,
- Seragam
Sekolah
- Pelanggaran Aksesoris
3. Sistem
Poin
Sistem poin digunakan sebagai alat untuk
mengukur tingkat pelanggaran siswa secara objektif. Sistem ini mendorong siswa
untuk bersikap disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai
kebersamaan dan ketertiban
Sehingga sistem poin dapat mempengaruhi
siswa untuk menunjukan sikap r disiplin, tanggung jawab, cinta damai, dan
memiliki semangat persatuan.
Artinya sistem poin mempengaruhi siswa
untuk bertindak sesuai dengan tata tertib yang telah ditetapkan oleh guru
bersama siswa.
Apabila anak telah terbiasa hidup
disiplin maka kemandirian pada anak diharapkan meningkat
Contoh system Poin
|
No |
Klasifikasi Pelanggaran |
Bobot Poin Pelanggaran |
|
1 |
Datang
terlambat masuk sekolah satu kalli |
5 point |
|
2 |
Keluar
tanpa izin |
5 point |
|
3 |
Tidak
melaksanakan tugas piket kelas |
5 point |
|
4 |
Berpakaian
seragam tidak lengkap |
5 point |
|
5 |
Makan
di kelas waktu pelajaran sedang berjalan |
10 point |
|
6 |
Membuang
sampah tidak pada tempatnya |
5 point |
|
7 |
Bermain
di tempat parker |
5 point |
|
8 |
Memakai
gelang, kalung, anting-anting bagi pria dan berhias berlebihan bagi perempuan |
10 point |
|
9 |
Tidak
memperhatikan panggilan guru dan pegawai |
10 point |
|
10 |
10 point |
|
|
11 |
Membawa
HP ke sekolah |
10 point |
|
12 |
Berpakaian
tidak rapi |
5 point |
|
13 |
Siswa
tidak masuk tanpa keterangan |
5 point |
|
14 |
Membuat
izin palsu |
10 point |
|
15 |
Membolos/keluar/meninggalkan
kelas |
15 point |
|
16 |
Membawa
majalah, kaset terlarang/gambar porno/HP bergambar porno |
20 point |
|
17 |
Melindungi
teman yang salah/provokator |
20 point |
|
18 |
tidak
mengikuti upacara |
20 point |
|
19 |
Mengganggu/mengacau
kelas lain |
10 point |
|
20 |
Bersikap
tidak sopan/menentang guru |
50 point |
|
21 |
Mencoret-coret
tembok, pintu, meja, kursi, dan memecahkan kaca |
10 point |
|
22 |
Melakukan
tindakan amoral |
50 point |
|
23 |
Melakukan
tindakan pemerasan dan pemalakan terhadap teman |
50 point |
|
24 |
Membawa
dan merokok pada lingkungan sekolah |
20 point |
|
25 |
Berbahasa
yang kotor/kasar kepada teman/orang lain |
20 point |
|
26 |
Menyampaikan
berita yang tidak benar (memprovokasi) |
75 point |
|
27 |
Rambut
gondrong, mengecat rambut dan tidak ropsi |
25 point |
|
28 |
Membuat
tato pada anggota badan |
25 point |
|
29 |
Memalsu
tanda tangan walikelas, guru dan kepala sekolah |
80 point |
|
30 |
Membawa/minum
minuman keras |
80 point |
|
31 |
Berkelahi
atau main hakim sendiri |
50 point |
|
32 |
Merusak
sarana/prasarana sekolah |
50 point |
|
33 |
Mengambil
milik orang lain (mencuri) |
75 point |
|
34 |
Membawa/menyebarkan
selebaran yang menimbulkan keresahan |
75 point |
|
35 |
Berurusan
dengan pihak yang berwajib karena melakukan kejahatan |
80 point |
|
36 |
Membawa
senjata tajam tanpa sepengetahuan sekolah |
50 point |
|
37 |
Merubah
atau memalsukan raport |
80 point |
|
39 |
Teribat
dalam menyalahgunakan narkoba/zat aditif lainnya |
85 point |
|
40 |
Melakukan
tindakan seksual di luar nikah |
100 point |
|
42 |
Berjudi
di sekolah |
50 point |
✍️ Dowload Persi lengkapnya : Buku
Petunjuk Teknis Pemberian Sanksi dan Tata Tertib Siswa. .
👉 Baca juga:
- CARA MENYUSUN RKJM SEKOLAH BERBASIS DATA UNTUK PENINGKATAN MUTU (Panduan Lengkap Bagian 1) Menjelaskan apa itu visi, menurunkan menjadi Misi, menuyusun tujuan SMART yang dapat terukur dan realistis. KlikE. Referensi
