Minggu, 05 April 2026

Panduan Pemetaan KKO ke CP dan TP (Taksonomi SOLO)

Taksonomi SOLO
TAHAPAN TAKSONOMI SOLO


Penulis : Kurniawan
Pengawas Sekolah/Penjamin mutu

A.     Konsep Taksonomi Solo

Template Taksonomi SOLO Siap Pakai
✔ Format Word/Excel
✔ Bisa langsung digunakan
✔ Cocok untuk guru & pengawas, silahkan download di bawah

Pemetaan CP ke dalam Taksonomi SOLO sejalan dengan prinsip pembelajaran mendalam dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen (BSKAP, 2025), yang menekankan pentingnya peningkatan kompleksitas berpikir peserta didik secara bertahap.

Taksonomi SOLO menggunakan kerangka berpikir yang dirancang untuk mengevaluasi dan memahami tingkat kompleksitas dalam pembelajaran siswa.

Dikembangkan oleh John Biggs dan Kevin Collis, taksonomi ini membantu guru untuk menilai kualitas hasil belajar siswa berdasarkan tingkat pemahaman mereka terhadap suatu topik.

Taksonomi SOLO mengklasifikasikan hasil belajar ke dalam lima tingkat hierarki, mulai dari pemahaman yang dangkal hingga yang lebih mendalam yaitu; (1). Pre- Struktural: Tidak memahami materi; (2). Unistruktural: Memahami satu aspek; (3). Multistruktural: Memahami beberapa aspek, tanpa menghubungkan; (4). Relasional: Menghubungkan berbagai aspek secara kohesif; (5). Berpikir abstrak yang mendalam: Menerapkan pemahaman dalam konteks baru.

B.       Level dan KKO

Untuk memahami level Taksonomi SOLO, berikut klasifikasi kata kerja operasional pada setiap level :

✍️ Dowload di Sini Level Taksonomi

Level

Kata Kerja Operasional (KKO)

Keterangan

Pre- Structur

 

• Gagal memahami

• Tidak kompeten

• Tidak menangkap inti permasalahan

Hasil belajar Murid menunjukkan informasi yang tidak saling berhubungan, tanpa adanya struktur atau organisasi

Uni-structural

Satu Aspek

• Mengidentifikasi

• Menyebutkan

• Mengikuti prosedur sederhana

Hasil belajar menunjukkan adanya hubungan yang sederhana, namun belum memperhatikan pentingnya bagian-bagian tertentu.

Multi-structural

beberapa Aspek

·   Menggabungkan

·   Mendeskripsikan

·   Menyebutkan satu per satu

·   Melakukan keterampilan berurutan

·   Membuat daftar

Menunjukkan beberapa hubungan, tetapi belum memahami makna keseluruhan atau peran tiap bagian secara utuh.

Relational

Menghubungkan

·   Menganalisis

·   Menerapkan

·   Berargumen

·   Membandingkan/

·   Membedakan

·   Mengkritisi

·   Menjelaskan sebab-akibat

·   Mengaitkan

·   Membenarkan

Menunjukkan hubungan yang menyeluruh dan pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian membentuk makna keseluruhan.

Extended Abstract

Meluas dan Mendalam

• Menciptakan

• Merumuskan

• Menghasilkan

• Membuat hipotesis

• Merefeksikan

• Menyimpulkan

Melampaui materi yang dipelajari, dengan mengaitkan konsep ke konteks yang lebih luas atau membuat generalisasi.


Setelah kita memetakan KKO (kata kerja operasional), untuk lebih dalam perhatikan tabel pemetaan Taksonomi Solo di bawah ini :

TAKSONOMI SOLO

TAHAPAN

PRE STRUCTUR

Belum Paham

Uni-structural

Satu Aspek

Multi-Structural

Beberpa Aspek

Relational

Menghubungkan

Extended Abstract

Meluas dan Mendalam

Pada tingkat ini, peserta didik memiliki pemahaman yang sangat terbatas atau tidak terarah tentang konsep yang dipelajari. Mereka mungkin tidak dapat mengidentifikasi atau menghubungkan informasi dengan baik.

Contoh:

Guru bertanya “Apa itu segitiga?” → siswa menjawab “Warnanya merah”

 

 

Di tingkat ini, peserta didik dapat memahami satu aspek atau elemen dari konsep yang dipelajari. Mereka mampu memberikan definisi sederhana atau menyebutkan satu contoh, tetapi belum dapat menghubungkan informasi yang berbeda.

Contoh:

Guru bertanya “Sebutkan ciri segitiga” → siswa menjawab “Punya tiga sisi”..

 

 

Pada tingkatan ini, peserta didik mulai memahami beberapa elemen dari konsep yang lebih kompleks. Mereka dapat menyebutkan dan menjelaskan beberapa bagian atau aspek, tetapi belum dapat menghubungkan elemen-elemen tersebut untuk membentuk pemahaman yang lebih holistik. Contoh:

peserta didik dapat mencantumkan dan menjelaskan beberapa jenis kata sifat “Segitiga punya tiga sisi, tiga sudut, dan bentuknya datar.” (hanya menyebutkan, tanpa menjelaskan hubungan).

 

Di tingkat ini, peserta didik mampu menghubungkan berbagai elemen yang telah mereka pelajari untuk membentuk pemahaman yang lebih menyeluruh dan dapat menjelaskan hubungan antara elemen-elemen tersebut. Mereka dapat memberikan analisis dan menjelaskan pentingnya hubungan antar konsep. Contoh:

peserta didik dapat menjelaskan bagaimana penggunaan “Segitiga punya tiga sisi dan tiga sudut. Jika panjang sisinya sama, disebut segitiga sama sisi.”

 

Pada tingkat tertinggi ini, peserta didik mampu berpikir secara kritis dan kreatif. Mereka tidak hanya dapat menghubungkan berbagai elemen tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks baru, menciptakan solusi inovatif, atau merancang aktivitas yang kompleks. Contoh: peserta didik dapat merancang sebuah proyek atau aktivitas Segitiga bisa ditemukan dalam kehidupan, misalnya pada atap rumah agar lebih kokoh. Segitiga kuat karena rangkanya saling menopang.

TAHAPAN

 

Berdasarkan uraian di atas, setiap level dapat dideskripsikan sebagai berikut::

a.    Siswa yang tidak menggunakan data yang terkait dalam menyelesaikan suatu tugas, atau jawaban menggunakan data yang tidak terkait dengan jawaban dikategorikan pada level Pre- Struktural.

 

b.    Siswa yang dapat menggunakan satu penggal informasi dalam merespons suatu tugas atau jawaban dikategorikan pada Uni-Struktural.


c.    Siswa yang dapat menggunakan beberapa penggal informasi tetapi tidak dapat menghubungkannya secara bersama-sama dikategorikan pada level Multi-Struktural.


d.    Siswa yang dapat memadukan penggalan-penggalan informasi yang terpisah untuk menghasilkan penyelesaian dari suatu tugas atau jawaban  dikategorikan pada level relasional.


e.    Siswa yang dapat menghasilkan prinsip umum dari data terpadu yang dapat diterapkan untuk situasi baru (mempelajari konsep tingkat tinggi) dapat dikategorikan pada level extended abstract.


Untuk lebih memudahkan pemahaman kita, mari kita sama- sama coba memetakan CP pada Fase A, tersebut ke dalam Level Solo. Lihat Tabel di bawah ini : 

Lanjut juga membaca Pemetaan CP-TP-ATP-KKTP berbasis Taksonomi SOLO https://penjaminmutusekolah.blogspot.com/2026/03/analisis-cp-tp-atp-dan-kktp-berbasis.html

       C.    Pemetaan Solo dangan CP 

      ✍️ Dowload di Sini : Pemetaan Taksonomi Solo dengan CP 

Elemen

Capaian Pembelajaran 046

Level Solo

Keterangan

Pancasila

 

 

 

Mengenal

bendera negara, lagu kebangsaan,

Uni-Struktural

Mengenal satu aspek atau elemen dari konsep yang dipelajari.

Mengenal

simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila;

Multi-Struktural

Memahami beberapa elemen dari konsep yang lebih kompleks.

menerapkan

nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Relasional

Murid mampu menghubungkan berbagai elemen yang telah mereka pelajari untuk membentuk pemahaman yang lebih menyeluruh dan dapat menjelaskan hubungan antara elemen-elemen tersebut

 

D.   Template Solo

Setelah kita petakan KKO dalam CP 46, maka selanjutnya kita membuat template pemetaan CP-TP dan Level SOLOnya.  ✍️ Dowload di Sini Template Pemetaan CP-TP- Level Solo

Contoh Template Pemetaan CP-TP- Level Solo

Elemen

Capaian Pembelajaran 046

KKO

Tujuan Pembelajaran

Indikator TP

Level SOLO

Waktu

Kelas

Pancasila

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

• Mengidentifikasi

• Menyebutkan

• Mengikuti prosedur sederhana

Mengenal bendera negara Indonesia

Menyebutkan nama dan warna bendera Merah Putih

Uni-Struktural

 

 

Mengenal lagu kebangsaan Indonesia

Menyebutkan judul lagu dan lirik lagu kebangsaan Indonesia

Uni-Struktural

 

 

Mengidentifikasi lambang negara Garuda Pancasila

Menyebutkan nama lambang negara

Uni-Struktural

 

 

·   Menggabungkan

·   Mendeskripsikan

·   Menyebutkan satu per satu

·   Melakukan keterampilan berurutan

·   Membuat daftar

 

Mengenal simbol dan sila-sila Pancasila

Menyebutkan minimal 3 simbol Pancasila

Multi-struktural

 

 

Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila

Menyebutkan sila ke-1 sampai ke-5

Multi-struktural

 

 

·   Menganalisis

·   Menerapkan

·   Berargumen

·   Membandingkan/

·   Membedakan

·   Mengkritisi

·Menjelaskan sebab-akibat

·   Mengaitkan

·   Menghubungkan

Menghubungkan simbol dengan sila Pancasila

Menjelaskan hubungan simbol dengan bunyi sila

Relasional

 

 

Memberikan contoh penerapan nilai Pancasila di rumah

Menyebutkan contoh perilaku sesuai sila Pancasila

Relasional

 

 

Menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Menunjukkan sikap sesuai nilai Pancasila di rumah

Relasional

 

 

Tidak kalah penting juga bapak dan ibu guru membaca  “ Cara Penguatan Kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka: Konsep, Contoh, dan Implementasi di Sekolah” https://penjaminmutusekolah.blogspot.com/2026/03/penguatan-kokurikuler-dalam-kurikulum.html

Taksonomi SOLO tidak hanya membantu guru dalam menilai hasil belajar, tetapi juga menjadi alat strategis dalam merancang pembelajaran yang mendorong peningkatan kualitas berpikir peserta didik secara bertahap dan bermakna.

E.     Referensi :

      Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Panduan Pembelajaran dan  Asesmen Edisi Revisi 2025,Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025.

Herlani. Penggunaan taksonomi SOLO (structure of observed learning outcomes) pada pembelajaran kooperatif truth and dare dengan quick on the draw untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa pada biologi SMA.
Proceeding