Senin, 23 Maret 2026

CARA ANALISIS HASIL ASESMEN DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (Contoh Lengkap)


CARA ANALISIS HASIL ASESMEN
Pengelolaan Asesmen



Penulis: Kurniawan
Pengawas Dikdas / Penjamin Mutu

A. Mengolah hasil asesmen untuk mengevaluasi ketercapaian satu tujuan pembelajaran

Penting untuk kita perhatikan sebagai pendidik, untuk mengetaui perbedaan fungsi asesmen formatif dan sesmen sumatif. Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses pembelajaran sehingga asesmen formatif bukan menjadi penentu atau pembagi untuk nilai akhir.

Sementara itu, asesmen sumatif bertujuan untuk untuk menilai pencapaian hasil belajar murid. Dalam mengolah dan menentukan hasil akhir asesmen sumatif, guru perlu membagi asesmennya ke dalam beberapa kegiatan sumatif agar murid dapat menyelesaikan asesmen.

sumatifnya dalam kondisi yang optimal (tidak terburu-buru atau tidak terlalu padat). Untuk situasi ini, nilai akhir merupakan gabungan dari beberapa kegiatan asesmen tersebut.

1.    Pengolahan Hasil Asesmen

dilakukan dengan menganalisis secara kuantitatif dan/atau kualitatif terhadap hasil asesmen. Hasil asesmen untuk setiap tujuan pembelajaran diperoleh melalui data kualitatif (hasil amatan atau rubrik) maupun data kuantitatif (berupa angka).


Data-data ini diperoleh dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, baik pada capaian pembelajaran di akhir fase, maupun tujuan-tujuan pembelajaran turunannya. Berikut adalah cara pengolahan hasil asesmen.


2.  Mengolah hasil asesmen untuk mengevaluasi ketercapaian satu tujuan pembelajaran


Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran setiap murid. 


Hasil asesmen dapat berupa data kualitatif ataupun data kuantitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.

Contoh:

Pendidik telah melaksanakan asesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS Fase C: Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar, dengan indikator terdiri atas:

1. kemampuan menguraikan manfaat sumber energi;
2. kemampuan menjelaskan ragam sumber energi alternatif.

Agar pemahaman tentang pengelolaan asesmen menjadi lebih utuh dan selaras, sebaiknya Anda terlebih dahulu membaca artikel“Menyusun RPP PM secara efektif” selanjutnya tidak kalah penting, sebagai dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran (TP) dan indikatornya, 

Anda juga perlu memahami pembahasan tentang penyusunan CP-TP-ATP- KKTP (indicator kecapaian TP)   dan Ini sy buat alternatif lain dari artikel sebelumnya, supaya guru dapat banyak referensi missal “ Indikator 1 dan 2 menggunakan teknik tes tertulis dan essay. 

Hasil asesmen sumatif murid dipetakan ke dalam 4 kualitas, yaitu: 1) perlu bimbingan; 2) cukup; 3) baik; dan 4) sangat baik.

Kriteria

Perlu Bimbingan

(Kurang dari 50)

Cukup

51--66

Baik

67- 83

Sangat Baik

84-100

Mampu menguraikan manfaat sumber energi

Belum Mampu menguraikan manfaat sumber energi

Menguraikan 1 contoh manfaat sumber energi

Menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi

Menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber energi

Mampu menjelaskan ragam sumber energi alternatif

belum mampu menjelaskan ragam sumber energi alternatif

Menjelaskan 1 ragam sumber energi alternatif

Menjelaskan 2 ragam sumber energi alternatif

Menjelaskan 3 ragam sumber energi alternatif


Guru menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas cukup, murid dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi. 

Adapun pengolahan hasil asesmen tujuan pembelajaran setelah dilakukan analisis dan diperoleh hasilnya kita masukan kedalam tabel berikut ini.

No

Nama

Kriteria 1

Kriteria 2

Deskripsi

1

Zaym

Baik

Cukup

Mampu menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi dan mampu menjelaskan 1 ragam sumber energi alternatif.

2

Fariha

Sangat Baik

Baik

Mampu menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber energi serta dapat menjelaskan 2 ragam sumber energi alternatif.


3.   Mengolah hasil asesmen dari beberapa tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir

Tujuan pembelajaran yang dicapai murid merupakan bahan yang diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan (biasanya satu semester). 

Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai murid, dan kompetensi yang belum dikuasai, serta dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas. 

Contoh:

1) Apabila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pem belajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

Misalnya, dalam 1 semester ada 4 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran IPAS, 4 tujuan pembelajaran untuk Bahasa Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran Agama (contoh ini hanya 3 mata pelajaran, tetapi cara ini dapat berlaku untuk semua mata pelajaran).

          2)   Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mata pelajaran atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan. 

         Ketercapaian ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan nilai sumatif per mata pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan pembelajaran tertentu saja. 

         Hal ini bertujuan untuk mengomunikasikan kepada orang tua dan murid tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh murid. 

         Selanjutnya guru menetukan dan menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum masuk kategori ketercapaian dan 56-100 sudah masuk kategori ketercapaian. Sebelum menyepakati rentang nilai, guru terlebih dahulu menentukan kriteria/indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. 

         Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa Pendidik membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan hanya berupa angka.(sudah dicontohkan di atas pada rubrik).

Perhatikan contoh tabal rekapitulasi nilai Tujuan pembelajaran berdasarjan TP dan nilai akhirnya :


Kelas    : 5
Fase     : C

No

Nama Murid

Mata Pelajaran

IPAS

NA

Bahasa Indonesia

NA

TP1

TP2

TP3

TP4

TP5

 

TP1

TP 2

TP3

TP4

TP5

TP6

 

1

Zaym

50*

75

90

83

92

78

50*

75

52*

85

98

80

 

2

Fariha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rekapitulasi ini bisa di buat permata Pelajaran atau seperti contoh di atas, ini sebagai inovasi penulis.   Berdasrkna hasil dari tabel rekapitilasi ini untuk Pelajaran IPAS pada siswa kelas 5 fase C dapat dideskripsikan : 

a.  Deskripsi Matapelajaran IPA

Murid atas nama Zaym masih memerlukan bimbingan pada TP 1, yaitu menguraikan manfaat sumber energi dalam kehidupan sehari-hari, karena belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). 

Namun demikian, murid telah menunjukkan capaian yang sangat baik pada TP5, yaitu menyimpulkan berbagai sumber energi alternatif dan pemanfaatannya di lingkungan sekitar. Secara keseluruhan, tingkat ketercapaian pada pokok bahasan ini tergolong baik, dengan nilai akhir sebesar 78

Hal ini menunjukkan bahwa murid telah memahami sebagian besar materi, meskipun masih diperlukan penguatan pada beberapa tujuan pembelajaran tertentu.

b. Deskripsi Matapelajaran Bahasa Indonesia

Murid atas nama Zaym masih memerlukan bimbingan pada TP1, yaitu mengidentifikasi informasi penting dalam teks, serta pada TP3, yaitu menyajikan kembali isi teks secara runtut, karena belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). 

Namun demikian, murid telah menunjukkan capaian yang sangat baik pada TP5, yaitu menyusun teks dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat. Selain itu, capaian pada TP4 dan TP6 juga tergolong baik, yang menunjukkan adanya pemahaman yang cukup kuat terhadap materi. 

Secara keseluruhan, tingkat ketercapaian pada mata pelajaran ini tergolong baik, dengan nilai akhir sebesar 80.  Hal ini menunjukkan bahwa murid telah menguasai sebagian besar kompetensi, meskipun masih diperlukan penguatan pada beberapa tujuan pembelajaran tertentu.

Untuk lebih menguatkan terhadap hasil di atas maka bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Kriteria

1

2

3

4

IPAS

TP 1

v

 

 

 

TP 2

 

 

v

 

TP 3

 

 

 

v

TP 4

 

 

v

 

TP 5

 

 

 

v

Bahasa Indonesia

TP 1

v

 

 

 

TP 2

 

 

v

 

Kriteria atau rentang :1 (Perlu bimbingan)

Murid masih kesulitan dan sangat bergantung pada bimbingan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Perlu direkomendasikan untuk menguatkan tujuan pembelajaran.

Kriteria : 2 Cukup

murid masih kesulitan dalam mencapai sebagian tujuan pembelajaran dan perlu menguatkan tujuan pembelajaran yang dipelajari sebelum mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan penekanan pada aspek-aspek yang belum dikuasai.

Kriteria atau rentang :3 (Baik)

murid sudah menuntaskan sebagian besar indikator tujuan pembelajaran dan perlu siap mengikuti pembelajaran selanjutnya.tujuan pembelajaran.

Kriteria atau rentang : 4 (Sangat Baik)

murid mengikuti pembelajaran selanjutnya dan dilibatkan menjadi tutor sebaya atau tantangan lebih. Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. 

Kriteria ini bukan berupa angka, melainkan kalimat yang menjelaskan penguasaan kompetensi pada tujuan pembelajaran. Misalnya, “murid menguasai semua indikator tanpa banyak menghadapi kesulitan.”

B.    Pengelolaan Nilai Rapor

Pelaporan hasil asesmen dituangkan dalam bentuk laporan hasil belajar. Laporan hasil belajar paling sedikit memberikan informasi mengenai pencapaian hasil belajar murid. Satuan pendidikan perlu melaporkan hasil belajar dalam bentuk rapor. 

Sebagaimana diuraikan pada prinsip asesmen di atas, laporan hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan informatif. Laporan hasil belajar memberikan informasi capaian kompetensi oleh murid dan strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan, serta orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran.

Contoh Pengelolaan dengan model Pembobotan

 

Nama Murid

Penjumlahan Bilangan Cacah

(20%)

Mengukur Panjang (20%)

Bangun Datar (20%)

Diagram Gambar (40%)

 

Nilai Rapor

Edo

85 (17)

83 (17)

60 (12)

84 (34)

80

Dayu

64 (13)

68 (14)

40 (8)

96 (38)

73

Siti

87 (17)

79 (16)

80 (16)

78 (31)

80

Lani

90 (18)

90 (18)

90 (18)

  94 (38)

  92

 

 

 

 

 

 

Contoh Pengolahan Nilai Rapor Model  Persentase

Nama Murid

Penjumlahan Bilangan Cacah

Mengukur Panjang

Bangun Datar

Diagram Gambar

Nilai Rapor

Edo

83

(Tercapai)

83

(Tercapai)

60

(Tidak Tercapai)

84

(Tercapai)

75

(3 dari 4 Tercapai)

Dayu

64

(Tidak Tercapai)

78 (Tercapai)

40

(Tidak Tercapai)

80

(Tercapai)

50

(2 dari 4 Tercapai)

Siti

87

(Tercapai)

79 (Tercapai)

80 (Tercapai)

78

(Tercapai)

100

(4 dari 4 Tercapai)

Lani

90

 (Tercapai)

90 (Tercapai)

90 (Tercapai)

94

(Tercapai)

100

(4 dari 4 Tercapai)


Untuk memperdalam pemahaman, silakan eksplorasi artikel lainnya pada blog ini yang membahas penyusunan RPP, tujuan pembelajaran, serta pengelolaan asesmen secara lebih komprehensif.

Dengan pemahaman yang utuh, diharapkan pendidik dapat mengimplementasikan pembelajaran yang lebih efektif dan berdampak nyata bagi peserta didik.

Referensi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Revisi ke 3 Pendidikan. Jakarta:BSKAP