![]() |
| Pengelolaan Asesmen |
Penting untuk kita perhatikan sebagai pendidik, untuk mengetaui perbedaan fungsi asesmen formatif dan sesmen sumatif. Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses pembelajaran sehingga asesmen formatif bukan menjadi penentu atau pembagi untuk nilai akhir.
Data-data ini diperoleh dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, baik pada capaian pembelajaran di akhir fase, maupun tujuan-tujuan pembelajaran turunannya. Berikut adalah cara pengolahan hasil asesmen.
2. Mengolah hasil asesmen untuk mengevaluasi ketercapaian satu tujuan pembelajaran
Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran setiap murid.
Hasil asesmen dapat berupa data kualitatif ataupun data kuantitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.
Contoh:
Pendidik telah melaksanakan asesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS Fase C: Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar, dengan indikator terdiri atas:
1. kemampuan menguraikan manfaat sumber energi;2. kemampuan menjelaskan ragam sumber energi alternatif.
Agar pemahaman tentang pengelolaan asesmen menjadi lebih utuh dan selaras, sebaiknya Anda terlebih dahulu membaca artikel“Menyusun RPP PM secara efektif” selanjutnya tidak kalah penting, sebagai dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran (TP) dan indikatornya,
Anda juga perlu memahami pembahasan tentang penyusunan CP-TP-ATP- KKTP (indicator kecapaian TP) dan Ini sy buat alternatif lain dari artikel sebelumnya, supaya guru dapat banyak referensi missal “ Indikator 1 dan 2 menggunakan teknik tes tertulis dan essay.
Hasil asesmen sumatif murid dipetakan ke dalam 4 kualitas, yaitu: 1) perlu bimbingan; 2) cukup; 3) baik; dan 4) sangat baik.
|
Kriteria |
Perlu Bimbingan (Kurang dari 50) |
Cukup 51--66 |
Baik 67- 83 |
Sangat Baik 84-100 |
|
Mampu menguraikan manfaat sumber
energi |
Belum Mampu menguraikan manfaat
sumber energi |
Menguraikan 1 contoh manfaat sumber
energi |
Menguraikan 2 contoh manfaat sumber
energi |
Menguraikan lebih dari 2 contoh
manfaat sumber energi |
|
Mampu menjelaskan ragam sumber energi
alternatif |
belum mampu menjelaskan ragam sumber
energi alternatif |
Menjelaskan 1 ragam sumber energi
alternatif |
Menjelaskan 2 ragam sumber energi
alternatif |
Menjelaskan 3 ragam sumber energi
alternatif |
|
No |
Nama |
Kriteria 1 |
Kriteria 2 |
Deskripsi |
|
1 |
Zaym |
Baik |
Cukup |
Mampu menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi dan mampu
menjelaskan 1 ragam sumber energi alternatif. |
|
2 |
Fariha |
Sangat Baik |
Baik |
Mampu menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber
energi serta dapat menjelaskan 2 ragam sumber energi alternatif. |
Contoh:
1) Apabila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pem belajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)
Misalnya, dalam 1 semester ada 4 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran IPAS, 4 tujuan pembelajaran untuk Bahasa Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran Agama (contoh ini hanya 3 mata pelajaran, tetapi cara ini dapat berlaku untuk semua mata pelajaran).
2) Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mata pelajaran atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan.
Ketercapaian ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan nilai sumatif per mata pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan pembelajaran tertentu saja.
Hal ini bertujuan untuk mengomunikasikan kepada orang tua dan murid tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh murid.
Selanjutnya guru menetukan dan menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum masuk kategori ketercapaian dan 56-100 sudah masuk kategori ketercapaian. Sebelum menyepakati rentang nilai, guru terlebih dahulu menentukan kriteria/indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.
Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa Pendidik membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan hanya berupa angka.(sudah dicontohkan di atas pada rubrik).
Perhatikan contoh tabal rekapitulasi nilai Tujuan pembelajaran berdasarjan TP dan nilai akhirnya :
Kelas : 5
Fase : C
|
No |
Nama Murid |
Mata Pelajaran |
||||||||||||
|
IPAS |
NA |
Bahasa Indonesia |
NA |
|||||||||||
|
TP1 |
TP2 |
TP3 |
TP4 |
TP5 |
|
TP1 |
TP 2 |
TP3 |
TP4 |
TP5 |
TP6 |
|
||
|
1 |
Zaym |
50* |
75 |
90 |
83 |
92 |
78 |
50* |
75 |
52* |
85 |
98 |
80 |
|
|
2 |
Fariha |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rekapitulasi ini bisa di buat permata Pelajaran
atau seperti contoh di atas, ini sebagai inovasi penulis. Berdasrkna
hasil dari tabel rekapitilasi ini untuk Pelajaran IPAS pada siswa kelas 5 fase
C dapat dideskripsikan :
Murid atas nama Zaym masih memerlukan bimbingan pada TP 1, yaitu menguraikan manfaat sumber energi dalam kehidupan sehari-hari, karena belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).
Namun demikian, murid telah menunjukkan capaian yang sangat baik pada TP5, yaitu menyimpulkan berbagai sumber energi alternatif dan pemanfaatannya di lingkungan sekitar. Secara keseluruhan, tingkat ketercapaian pada pokok bahasan ini tergolong baik, dengan nilai akhir sebesar 78.
Hal ini menunjukkan bahwa murid telah memahami sebagian besar materi, meskipun masih diperlukan penguatan pada beberapa tujuan pembelajaran tertentu.
b. Deskripsi Matapelajaran
Bahasa Indonesia
Murid atas nama Zaym masih memerlukan bimbingan pada TP1, yaitu mengidentifikasi informasi penting dalam teks, serta pada TP3, yaitu menyajikan kembali isi teks secara runtut, karena belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).
Namun demikian, murid telah menunjukkan capaian yang sangat baik pada TP5, yaitu menyusun teks dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat. Selain itu, capaian pada TP4 dan TP6 juga tergolong baik, yang menunjukkan adanya pemahaman yang cukup kuat terhadap materi.
Secara keseluruhan, tingkat ketercapaian pada mata pelajaran ini tergolong baik, dengan nilai akhir sebesar 80. Hal ini menunjukkan bahwa murid telah menguasai sebagian besar kompetensi, meskipun masih diperlukan penguatan pada beberapa tujuan pembelajaran tertentu.
Untuk lebih menguatkan terhadap hasil di atas maka bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
|
Kriteria |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
IPAS |
||||
|
TP
1 |
v |
|
|
|
|
TP
2 |
|
|
v |
|
|
TP
3 |
|
|
|
v |
|
TP
4 |
|
|
v |
|
|
TP
5 |
|
|
|
v |
|
Bahasa Indonesia |
||||
|
TP
1 |
v |
|
|
|
|
TP
2 |
|
|
v |
|
Kriteria atau rentang :1 (Perlu
bimbingan)
Murid masih kesulitan dan sangat
bergantung pada bimbingan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Perlu
direkomendasikan untuk menguatkan tujuan pembelajaran.
Kriteria : 2 Cukup
murid masih kesulitan dalam mencapai sebagian tujuan pembelajaran dan perlu menguatkan tujuan pembelajaran yang dipelajari sebelum mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan penekanan pada aspek-aspek yang belum dikuasai.
Kriteria
atau rentang :3 (Baik)
murid sudah
menuntaskan sebagian besar indikator tujuan pembelajaran dan perlu siap
mengikuti pembelajaran selanjutnya.tujuan pembelajaran.
Kriteria atau
rentang : 4 (Sangat Baik)
murid mengikuti pembelajaran selanjutnya dan dilibatkan menjadi tutor sebaya atau tantangan lebih. Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Kriteria ini bukan berupa angka,
melainkan kalimat yang menjelaskan penguasaan kompetensi pada tujuan
pembelajaran. Misalnya, “murid menguasai semua indikator tanpa banyak
menghadapi kesulitan.”
B. Pengelolaan Nilai Rapor
Contoh Pengelolaan dengan model Pembobotan
|
Nama Murid |
Penjumlahan
Bilangan Cacah (20%) |
Mengukur
Panjang (20%) |
Bangun
Datar (20%) |
Diagram
Gambar (40%) |
Nilai Rapor |
|
Edo |
85 (17) |
83 (17) |
60 (12) |
84 (34) |
80 |
|
Dayu |
64 (13) |
68 (14) |
40 (8) |
96 (38) |
73 |
|
Siti |
87 (17) |
79 (16) |
80 (16) |
78 (31) |
80 |
|
Lani |
90 (18) |
90 (18) |
90 (18) |
94 (38) |
92 |
|
|
|
|
|
|
|
Contoh Pengolahan Nilai Rapor Model Persentase
|
Nama
Murid |
Penjumlahan Bilangan Cacah |
Mengukur Panjang |
Bangun Datar |
Diagram Gambar |
Nilai Rapor |
|
Edo |
83 (Tercapai) |
83 (Tercapai) |
60 (Tidak Tercapai) |
84 (Tercapai) |
75 (3 dari 4 Tercapai) |
|
Dayu |
64 (Tidak Tercapai) |
78 (Tercapai) |
40 (Tidak Tercapai) |
80 (Tercapai) |
50 (2 dari 4 Tercapai) |
|
Siti |
87 (Tercapai) |
79 (Tercapai) |
80 (Tercapai) |
78 (Tercapai) |
100 (4 dari 4 Tercapai) |
|
Lani |
90 (Tercapai) |
90 (Tercapai) |
90 (Tercapai) |
94 (Tercapai) |
100 (4 dari 4 Tercapai) |
Referensi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Revisi ke 3 Pendidikan. Jakarta:BSKAP
