Jumat, 20 Maret 2026

CARA MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM YANG EFEKTIF ( Berserta Contoh RPP PM)

Menyusun RPP - PM
RPP - PM dan IMPLEMENTASINYA


A.          Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Perencanaan pembelajaran bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan peta jalan utama bagi pendidik dalam mengelola proses pembelajaran yang bermakna setiap hari. Melalui perencanaan yang baik, guru dapat memastikan bahwa setiap aktivitas di kelas benar-benar mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.

Rencana pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran (ATP), yaitu rangkaian tujuan pembelajaran yang telah diurutkan secara sistematis. Perlu dipahami bahwa setiap pendidik memiliki kebebasan dalam menyusun ATP, meskipun berada pada fase yang sama. Hal ini karena kondisi pembelajaran di setiap satuan pendidikan berbeda, baik dari segi karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, maupun ketersediaan sarana dan prasarana.

Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran yang disusun oleh setiap guru bersifat kontekstual, fleksibel, dan adaptif, menyesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Inilah yang menjadi dasar penting dalam penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), yaitu pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pemahaman, refleksi, dan penerapan konsep oleh peserta didik. 

            B.           Tahapan Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam

Dalam menyusun perencanaan pembelajaran mendalam, pendidik diharapkan memperhatikan langkah-langkah sistematis sebagaimana disajikan pada tabel berikut.

Tahapan Kegiatan

Pelaksanaan

Tujuannya

Melakukan Perencanaan

Identifikasi

1.       Identifikasi murid (Pendidik merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran),   

2.       Memahami Kaarakteristik Materi Pembelajaran

3.       Menetukan Dimensi Profil Lulusan

Untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid sehingga rancangan pembelajaran sesuai dengan tahap capaian murid

Desain

1.       Menentukan Tujuan pembelajaran disusun dari CP dengan mempertimbangkan karakteristik murid

2.       Menetukan Kerangka Pembelajaran (Praktik pedagogis; Kemitraan; Lingkungan pembelajaran Pemenafaata digital)

Untuk memastikan pembelajaran yang efektif, sistematis, dan berpusat pada siswa, sehingga guru dapat merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi unik setiap murid, sekaligus dapat menganalisis dan memprediksi keberhasilan pembelajaran secara akurat. Ini membantu mengarahkan guru untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum. 

 Pengalaman Pembelajaran

1.       Merancang Pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna dan mengembirakan

2.       mendeskripsikan pengalaman pembelajaran dengan memahami, mengaplikasikan dan merefleksi

Terselangaranya  pembelajaran yang memberi pengalaman belajar yang mendalam, dengan menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Selama proses pembelajaran, pendidik dapat melakukan asesmen proses untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh murid

Asesmen pembelajaran

 

Melakasnakan Asesmen pembelajaran  bentuk asesmen meliputi asesmen formatif  dan

sumatif.  

 

Memberikan informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar murid. Mengenai murid yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar dan murid yang berhasil mencapai tujuan yang ingin dicapai

 

 

 

 

Tahapan penyusunan rencana pembelajaran mendalam merupakan proses sistematis yang dimulai dari memahami kebutuhan peserta didik hingga melakukan evaluasi pembelajaran secara menyeluruh. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan benar-benar bermakna, terarah, dan berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.

           1.              Tahap Identifikasi

Pada tahap ini, pendidik melakukan langkah awal berupa mengenali kondisi dan kebutuhan belajar murid. Kegiatan ini dilakukan melalui asesmen awal (diagnostik) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. Selain itu,

pendidik juga perlu memahami karakteristik materi pembelajaran serta menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikembangkan. Tahap identifikasi menjadi fondasi utama, karena dari sinilah pendidik dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat capaian dan kebutuhan nyata murid, sehingga pembelajaran tidak terlalu mudah maupun terlalu sulit.

2.               Tahap Desain

Tahap desain merupakan proses perencanaan inti, di mana pendidik mulai menyusun arah pembelajaran secara lebih terstruktur. Pada tahap ini, guru menetapkan tujuan pembelajaran yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP) dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik.

Selain itu, pendidik juga menyusun kerangka pembelajaran yang mencakup:

 a.         Praktik pedagogis,

 b.         Kemitraan pembelajaran,

 c.         Lingkungan belajar,

 d.         Serta pemanfaatan teknologi digital.

 

Melalui tahap ini, pembelajaran dirancang agar sistematis, efektif, dan berpusat pada murid, sehingga mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan dan potensi peserta didik.

3.               Tahap Pengalaman Pembelajaran

Pada tahap ini, pendidik mulai merancang bagaimana proses pembelajaran akan dialami oleh murid. Pembelajaran harus dirancang dengan prinsip:

 a.         berkesadaran (mindful)

 b.         bermakna (meaningful)

 c.         menggembirakan (joyful)

Pendidik juga mendeskripsikan pengalaman belajar yang mendorong murid untuk:

 a.         memahami konsep,

 b.         mengaplikasikan pengetahuan,

 c.         serta merefleksikan hasil belajarnya. 

Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan membentuk kompetensi nyata pada murid. 

4.               Tahap Asesmen Pembelajaran


   Tahap terakhir adalah pelaksanaan asesmen, yang meliputi:

a.       asesmen formatif (selama proses pembelajaran)

b.      asesmen sumatif (di akhir pembelajaran).

Asesmen dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai:

o   perkembangan belajar murid,

o   kesulitan yang dihadapi,

o   serta tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran.

Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi pendidik untuk melakukan perbaikan dan tindak lanjut pembelajaran, sehingga setiap murid mendapatkan layanan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan mengikuti tahapan ini, pendidik dapat menyusun rencana pembelajaran yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam, sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan.

            C.                 Kerangka Penyunsunan Perencanaan  Pembelajran Mendalam


Kerangka penyusunan perencanaan pembelajaran mendalam merupakan panduan sistematis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi secara utuh dan bermakna. Kerangka ini disusun untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembelajaran dirancang secara terarah, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam pembelajaran mendalam, pendidik tidak hanya berfokus pada apa yang diajarkan, tetapi juga pada bagaimana proses belajar terjadi dan bagaimana peserta didik membangun pemahaman. Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran harus mampu mengintegrasikan berbagai komponen penting, mulai dari identifikasi kebutuhan belajar murid, desain pembelajaran yang tepat, pengalaman belajar yang bermakna, hingga asesmen yang komprehensif. Kerangka ini terdiri atas empat komponen utama, yaitu : 

     1.        Identifikasi

 yang bertujuan untuk memahami kondisi awal, karakteristik, serta kebutuhan belajar peserta didik sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang tepat sasaran.

 

2.      Desain Pembelajaran

  yang berfokus pada perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pedagogis, serta pengaturan lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif peserta didik.

 

3.      Pengalaman Belajar

yang menekankan pada proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga peserta didik mampu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan secara mendalam.

 

4.      Asesmen Pembelajaran,

Yang berfungsi untuk memperoleh informasi akurat mengenai proses dan hasil belajar peserta didik sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pembelajaran selanjutnya.

Keempat komponen tersebut saling terintegrasi dan membentuk satu kesatuan yang utuh dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik. Dengan menggunakan kerangka ini, pendidik diharapkan mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Selanjutnya, rincian setiap komponen dalam kerangka penyusunan perencanaan pembelajaran mendalam disajikan pada tabel berikut.

Kerangka Perencanaan  Pembelajran Mendalam

Identifikasi

Asesmen pada awal pembelajaran (opsional):

Tuliskan strategi penilaian yang digunakan pada awal pembelajaran dan tindak lanjut hasil asesmen awal.

Dimensi Profil Lulusan:

Tulis  dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

Desain Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran:

Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Praktik Pedagogis:

Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang

dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.  

Kemitraan Pembelajaran (opsional):

Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industry kerja, institusi, atau mitra profesional.

Lingkungan Pembelajaran:

Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman,dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).

Pemanfaatan Digital (opsional):

 Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif,  dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran,  perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

Pengalaman Belajar

Langkah – Langkah Pembelajaran

Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Pendidik menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar dapat dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan.

Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas murid mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi.

Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

1.    Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi murid: mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik  nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan.

2.    Mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan meneruskan dan  mengembangkan strategi belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil dengan tetap meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri.

Asesmen Pembelajaran

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat, asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik murid. Contoh:

Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian  Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.

            D.            Menyusun RPP Pembelajaran Mendalam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran mendalam merupakan perangkat penting yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Dalam pendekatan pembelajaran mendalam, RPP tidak hanya berfungsi sebagai perencanaan kegiatan pembelajaran, tetapi juga sebagai desain pengalaman belajar yang mampu mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, bermakna, dan aplikatif.. Berikut contoh format RPP pembelajaran mendalam.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Penyusun              :  

Mata Pelajaran                : Pendidikan Pancasila

Kelas/ Semester              : 2/I

Alokasi Waktu                : 2


Contoh : Rencana Pembelajaran Mendalam

A. Identifikasi

Murid

Hasil Asesmen awal Konten Materi :

Sebagian besar murid telah mengenal beberapa contoh aturan di rumah, seperti membantu orang tua dan merapikan mainan. Namun, masih terdapat peserta didik yang belum memahami pentingnya mematuhi aturan serta belum mampu menjelaskan manfaat dari aturan tersebut. Selain itu, sebagian peserta didik belum konsisten dalam menerapkan aturan di rumah dalam kehidupan sehari-hari.

Tindak Lanjut

·         Murid yang sudah memahami aturan di rumah diberikan pengayaan melalui kegiatan menceritakan pengalaman mereka dalam mematuhi aturan di rumah.

·         Murid  yang belum memahami diberikan bimbingan melalui contoh konkret dan pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

·         Guru mengelompokkan peserta didik secara heterogen untuk saling berbagi pengalaman dan pemahaman.

Materi Pelajaran

Aturan di rumah

menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Dimensi Profil Lulusan

·         Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME (Akhlak Mulia)

·         Mandiri (meliki Disiplin dan tunggung jawab)

·         Kolaborasi (Kerjasama dalam keluarga)

B. Desain Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

1.2. Elemen: UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945  

Murid mengenal aturan di lingkungan keluarga

Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga melalui diskusi dan tanya jawab sederhana (uni Struktural)

Sub Indikator TP :

Ø  Murid Menyebutkan satu contoh aturan di lingkungan keluarga

Ø  Menyebutkan satu aturan yang berlaku di rumah

Ø  menunjukan satu prilaku yang sesuia dengan aturan lingkungan keluarga

Ø  memilih satu prilaku   yang  sesuai dengan aturan di rumah

Topik Pembelajaran

Rumahku, Aturanku

Praktik Pedagogis

Guru Menggnakan Pembelajaran Berbasis Proyek Sederhana “membuat poster aturan rumah sederhana” dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. pembejaran juga menggunakan prisnsip pembelajaran berkesadaran ; melibatkan perhatian penuh peserta didik terhadap kegiatan belajar. Bermakana ; mengaitkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik di lingkungan keluarga dan mengembirakan ; tercptanya suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

Alat dan bahan ( Media)

·         Papan tulis dan spidol.

·         Kartu-kartu bergambar yang menunjukkan kegiatan sehari-hari di rumah (misalnya, merapikan mainan, mencuci tangan sebelum makan, 

berpamitan).

Pensil, krayon dan LKPD

Kemitraan Pembelajaran

 a.      Orang tua :

Berdiskusi bersama anak mengenai aturan yang berlaku di rumah sebelum pembelajaran dimulai.

  b.      Guru

Menguatkan pembiasaan aturan di sekolah

Memberikan contoh sikap disiplin

 c.      Teman sebaya

Berbagi pengalaman tentang aturan di rumah

       Diskusi kelompok

Lingkungan

Pembelajaran

·       Menmanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang fisik dengan  menghidupkan suasana diskusi yang kondusif

·       Siswa diberikan kesempatan berpendapat tanpa rasa takut

·       Menghidupkan suasana diskusi yang terbuka dan partisipatif,

Pemanfaatan Digital

Menayangkan video atau animasi pendek tentang aturan di rumah menggunakan proyektor

Video Pembelajaran https://www.youtube.com/watch?v=kXzL2WtCg7k

C. Pengalaman Belajar

Langkah-Langkah Pembelajaran ( Contoh 2 kali pertemuan)

AWAL

(10 Menit)

Pertemuan 1

1.      Guru dan murid membuka pembelajaran dengan pembiasaan yang menumbuhkan karakter (berdoa, menyapa, presensi, dan kesiapan belajar).

2.      Murid  terlibat dalam kegiatan apersepsi dan motivasi dengan mengamati gambar/video tentang kegiatan di rumah. Guru mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik.

Alternatif pertanyaan pemantik:

“Apa saja kegiatan yang kalian lakukan di rumah?”

“Apakah di rumah kalian ada aturan?”

“Mengapa kita harus mengikuti aturan di rumah?

INTI (50

Menit)

Memahami (prinsip pembelajaran yang digunakan bermakna dan menggembirakan)

Sintaks 1 : Orientasi peserta didik kepada masalah:

 

Pertemuan ke 1.  (Memahami)

1.      Peserta didik menyimak tayangan video/animasi tentang aturan di rumah.

2.      Peserta didik menyebutkan satu contoh aturan yang mereka lihat dari tayangan dengan bimbingan guru.

3.      Peserta didik berdiskusi sederhana dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru untuk mengidentifikasi aturan di rumah berdasarkan kartu bergambar yang diberikan guru.

4.      Peserta didik menyampaikan hasil diskusi secara lisan (menyebutkan satu aturan).

5.      Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat.

6.      Peserta didik menyimpulkan secara sederhana tentang aturan di rumah

 

Pertemuan Ke 2.  (Mengaplikasi dan refleksi)

1.      Murid mengingat kembali materi sebelumnya tentang aturan di rumah melalui tanya jawab singkat

2.      Murid mengamati kembali contoh aturan di rumah melalui gambar atau media yang ditampilkan guru.

3.      Murid  melakukan kegiatan proyek sederhana yaitu membuat poster aturan di rumah yang memuat:

•       satu aturan di rumah

•       gambar perilaku sesuai aturan tersebut (sudah dipersiapkan dari rumah)

4.      Guru membimbing peserta didik selama proses pembuatan poster.

5.      Peserta didik menunjukkan hasil poster di depan kelas.

6.      Peserta didik lain memberikan tanggapan sederhana terhadap hasil temannya.

7.      Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap hasil karya peserta didik.

8.      Peserta didik melakukan refleksi sederhana, misalnya dengan menjawab pertanyaan:“Aturan apa yang akan kamu lakukan di rumah?”

9.      Guru menutup pembelajaran dengan menyimpulkan materi dan mengajak peserta didik menerapkan aturan di rumah.

PENUTUP

(10 Menit)

1.      Guru bersama murid merangkum materi pembelajaran, dengan menekankan bahwa aturan dibuat agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, dan harmonis.

2.      Guru dan murid melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung, misalnya dengan pertanyaan:
“Kegiatan apa yang paling kalian sukai hari ini?”

3.      Guru memberikan tindak lanjut berupa tugas sederhana, yaitu murid diminta berdiskusi dengan orang tua tentang satu aturan baru yang dapat disepakati dan diterapkan di rumah.

4.      Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

 

F. Asesmen dan Tindak Lanjut

Asesmen 

pada Awal Pembelajaran

Tujuan :

Menggali pengetahuan awal siswa tentang aturan yang berlaku di rumah

Kegiatan :

tanya jawab sederhana, misalnya:

“Siapa yang setiap pagi berpamitan pada orang tua sebelum berangkat 

sekolah?”

“Siapa yang sudah membantu orang tua di rumah?”

Murid menyebutkan minimal 1 aturan di rumah yang mereka ketahui.

Asesmen 

pada Proses Pembelajaran

Tujuan :

Menilai keterlibatan murid dalam pembelajaran, kemampuan mengenal aturan di rumah, serta keterampilan dalam membuat karya sederhana..

Kegiatan :

1.    Mengamati partisipasi murid dalam diskusi dan tanya jawab.

2.    Menilai hasil karya berupa poster/gambar aturan di rumah.

3.    Mendengarkan penjelasan lisan murid tentang aturan yang mereka gambar (menyebutkan satu aturan

Asesmen 

pada Akhir Pembelajaran :

Tujuan :

Mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran, yaitu kemampuan murid dalam mengenal aturan di lingkungan keluarga.


1.   Rubrik Penilaian Pengetahuan

Kriteria Penilaian:

Memenuhi

Belum Memenuhi

Menyebutkan satu contoh aturan di lingkungan keluarga

Mampu menyebutkan satu contoh aturan di lingkungan keluarga dengan tepat

Belum mampu menyebutkan contoh aturan dengan tepat

Menyebutkan satu aturan yang berlaku di rumah

mampu menyebutkan satu aturan di rumah secara jelas

elum mampu menyebutkan aturan di rumah secara jelas

Menunjukkan satu perilaku yang sesuai dengan aturan di lingkungan keluarga

Mampu menunjukkan satu perilaku yang sesuai dengan aturan dengan benar

belum mampu menunjukkan perilaku yang sesuai

Memilih satu perilaku yang sesuai dengan aturan di rumah

Mampu memilih perilaku yang sesuai dengan aturan dengan tepat

Belum mampu memilih perilaku yang sesuai

 

 

Rencana Tindak Lanjut

Diberikan kegiatan pengayaan berupa menceritakan pengalaman dalam menerapkan aturan di rumah serta membiasakan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Murid diminta berdiskusi dengan orang tua untuk menerapkan satu aturan di rumah dan membiasakan perilaku tersebut secara konsisten.

2.  Rubrik  Penilaian Keterampilan Proyek membuat poster/gambar aturan di rumah

Kriteria Penilaian:

Memenuhi

Belum Memenuhi

 

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Kesesuaian isi dengan aturan

Gambar/poster menunjukkan satu aturan di rumah dengan sangat jelas dan tepat

Gambar/poster menunjukkan satu aturan di rumah dengan cukup jelas

ambar/poster kurang jelas menunjukkan aturan di rumah

Gambar/poster tidak menunjukkan aturan di rumah

Kejelasan gambar

Gambar sangat jelas, rapi, dan mudah dipahami

Gambar cukup jelas dan dapat dipahami

Gambar kurang menarik

Gambar tidak menarik

Menjelaskan

Mampu menjelaskan aturan dengan jelas dan percaya diri

Mampu menjelaskan dengan cukup jelas

Penjelasan kurang jelas

Tidak mampu menjelaskan

Kreativitas

Gambar sangat menarik dan berwarna dengan baik

Gambar cukup menarik

Gambar kurang menarik

Gambar tidak menarik

 

Rencana Tindak Lanjut

Diberikan pengayaan dengan membuat poster tambahan tentang aturan lain di rumah atau menghias kembali posternya agar lebih menarik, serta diminta menceritakan makna aturan yang dibuat.

Diberikan bimbingan untuk memperbaiki poster, seperti memperjelas gambar aturan di rumah, menambahkan unsur yang belum lengkap, serta dibimbing dalam menyebutkan aturan yang dibuat.


Nilai = (Jumlah skor yang diperoleh / Skor maksimal) × 100

3.      Instrumen Penilaian Pengetahuan Kognitif (Tertulis Singkat)

1.      Sebutkan satu contoh aturan di lingkungan keluarga!

2.      Sebutkan satu aturan yang berlaku di rumah!

3.      Sebutkan satu perilaku yang sesuai dengan aturan di lingkungan keluarga!

4.      Sebutkan satu perilaku yang sesuai dengan aturan di rumah!

 

Penulis
Wawan – Pengawas Sekolah & Penjamin Mutu