![]() |
| RPP - PM dan IMPLEMENTASINYA |
A.
Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Perencanaan
pembelajaran bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan peta jalan
utama bagi pendidik dalam mengelola proses pembelajaran yang bermakna
setiap hari. Melalui perencanaan yang baik, guru dapat memastikan bahwa setiap
aktivitas di kelas benar-benar mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran
secara optimal.
Rencana pembelajaran
disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran (ATP), yaitu rangkaian
tujuan pembelajaran yang telah diurutkan secara sistematis. Perlu dipahami
bahwa setiap pendidik memiliki kebebasan dalam menyusun ATP, meskipun berada
pada fase yang sama. Hal ini karena kondisi pembelajaran di setiap satuan
pendidikan berbeda, baik dari segi karakteristik peserta didik, lingkungan
belajar, maupun ketersediaan sarana dan prasarana.
Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran yang disusun oleh setiap guru bersifat kontekstual, fleksibel, dan adaptif, menyesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Inilah yang menjadi dasar penting dalam penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), yaitu pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pemahaman, refleksi, dan penerapan konsep oleh peserta didik.
B. Tahapan
Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam
Dalam menyusun perencanaan pembelajaran mendalam, pendidik diharapkan memperhatikan langkah-langkah sistematis sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
|
Tahapan Kegiatan |
Pelaksanaan |
Tujuannya |
|
Melakukan Perencanaan Identifikasi |
1.
Identifikasi murid (Pendidik merancang asesmen yang
dilaksanakan pada awal pembelajaran),
2.
Memahami Kaarakteristik Materi Pembelajaran 3.
Menetukan Dimensi Profil Lulusan |
Untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid sehingga
rancangan pembelajaran sesuai dengan tahap capaian murid |
|
Desain |
1.
Menentukan Tujuan pembelajaran disusun dari CP dengan
mempertimbangkan karakteristik murid 2.
Menetukan Kerangka Pembelajaran (Praktik pedagogis;
Kemitraan; Lingkungan pembelajaran Pemenafaata digital) |
Untuk memastikan pembelajaran yang efektif, sistematis, dan berpusat pada siswa, sehingga guru dapat merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi unik setiap murid, sekaligus dapat menganalisis dan memprediksi keberhasilan pembelajaran secara akurat. Ini membantu mengarahkan guru untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum. |
|
Pengalaman
Pembelajaran |
1.
Merancang Pembelajaran dengan prinsip berkesadaran,
bermakna dan mengembirakan 2.
mendeskripsikan pengalaman pembelajaran dengan memahami,
mengaplikasikan dan merefleksi |
Terselangaranya pembelajaran yang memberi pengalaman belajar yang mendalam, dengan menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Selama proses pembelajaran, pendidik dapat melakukan asesmen proses untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh murid |
|
Asesmen pembelajaran
|
Melakasnakan Asesmen pembelajaran bentuk asesmen meliputi asesmen
formatif dan sumatif.
|
Memberikan informasi faktual atas pencapaian perkembangan
atau hasil belajar murid. Mengenai murid yang mengalami hambatan atau
kesulitan belajar dan murid yang berhasil mencapai tujuan yang ingin dicapai |
|
|
|
|
Tahapan penyusunan rencana pembelajaran mendalam merupakan proses sistematis yang dimulai dari memahami kebutuhan peserta didik hingga melakukan evaluasi pembelajaran secara menyeluruh. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan benar-benar bermakna, terarah, dan berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
1. Tahap Identifikasi
Pada tahap
ini, pendidik melakukan langkah awal berupa mengenali kondisi dan kebutuhan
belajar murid. Kegiatan ini dilakukan melalui asesmen awal (diagnostik) untuk
mengetahui kemampuan awal peserta didik. Selain itu,
pendidik
juga perlu memahami karakteristik materi pembelajaran serta menentukan dimensi
profil lulusan yang akan dikembangkan. Tahap identifikasi menjadi fondasi
utama, karena dari sinilah pendidik dapat merancang pembelajaran yang sesuai
dengan tingkat capaian dan kebutuhan nyata murid, sehingga pembelajaran tidak
terlalu mudah maupun terlalu sulit.
2.
Tahap
Desain
Tahap
desain merupakan proses perencanaan inti, di mana pendidik mulai menyusun
arah pembelajaran secara lebih terstruktur. Pada tahap ini, guru menetapkan
tujuan pembelajaran yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP) dengan
mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
Selain
itu, pendidik juga menyusun kerangka pembelajaran yang mencakup:
a.
Praktik
pedagogis,
b.
Kemitraan
pembelajaran,
c.
Lingkungan
belajar,
d.
Serta
pemanfaatan teknologi digital.
Melalui
tahap ini, pembelajaran dirancang agar sistematis, efektif, dan berpusat pada
murid, sehingga mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan dan potensi peserta
didik.
3.
Tahap
Pengalaman Pembelajaran
Pada tahap
ini, pendidik mulai merancang bagaimana proses pembelajaran akan dialami oleh
murid. Pembelajaran harus dirancang dengan prinsip:
a.
berkesadaran
(mindful)
b.
bermakna
(meaningful)
c. menggembirakan (joyful)
Pendidik juga mendeskripsikan
pengalaman belajar yang mendorong murid untuk:
a.
memahami
konsep,
b.
mengaplikasikan
pengetahuan,
c. serta merefleksikan hasil belajarnya.
Tahap ini
bertujuan untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya bersifat transfer
pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan
membentuk kompetensi nyata pada murid.
4.
Tahap
Asesmen Pembelajaran
Tahap terakhir adalah pelaksanaan asesmen, yang meliputi:
a. asesmen formatif (selama proses
pembelajaran)
b. asesmen sumatif (di akhir pembelajaran).
Asesmen dilakukan untuk memperoleh
informasi yang akurat mengenai:
o perkembangan belajar murid,
o kesulitan yang dihadapi,
o serta tingkat ketercapaian tujuan
pembelajaran.
Hasil asesmen ini menjadi dasar
bagi pendidik untuk melakukan perbaikan dan tindak lanjut pembelajaran,
sehingga setiap murid mendapatkan layanan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya.
Dengan mengikuti tahapan ini, pendidik dapat menyusun rencana pembelajaran yang tidak hanya terstruktur, tetapi juga adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam, sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan.
C.
Kerangka Penyunsunan
Perencanaan Pembelajran Mendalam
Kerangka penyusunan perencanaan pembelajaran mendalam merupakan panduan sistematis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi secara utuh dan bermakna. Kerangka ini disusun untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembelajaran dirancang secara terarah, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam pembelajaran mendalam, pendidik tidak hanya berfokus pada apa yang diajarkan, tetapi juga pada bagaimana proses belajar terjadi dan bagaimana peserta didik membangun pemahaman. Oleh karena itu, perencanaan pembelajaran harus mampu mengintegrasikan berbagai komponen penting, mulai dari identifikasi kebutuhan belajar murid, desain pembelajaran yang tepat, pengalaman belajar yang bermakna, hingga asesmen yang komprehensif. Kerangka ini terdiri atas empat komponen utama, yaitu :
1. Identifikasi,
yang
bertujuan untuk memahami kondisi awal, karakteristik, serta kebutuhan belajar
peserta didik sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang tepat sasaran.
2. Desain Pembelajaran,
yang berfokus pada perumusan
tujuan pembelajaran, pemilihan strategi pedagogis, serta pengaturan lingkungan
belajar yang mendukung keterlibatan aktif peserta didik.
3. Pengalaman Belajar,
yang
menekankan pada proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan, sehingga peserta didik mampu memahami, mengaplikasikan, dan
merefleksikan pengetahuan secara mendalam.
4. Asesmen Pembelajaran,
Yang
berfungsi untuk memperoleh informasi akurat mengenai proses dan hasil belajar
peserta didik sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pembelajaran
selanjutnya.
Keempat
komponen tersebut saling terintegrasi dan membentuk satu kesatuan yang utuh
dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik.
Dengan menggunakan kerangka ini, pendidik diharapkan mampu menyusun perencanaan
pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu
pembelajaran secara berkelanjutan. Selanjutnya, rincian setiap komponen
dalam kerangka penyusunan perencanaan pembelajaran mendalam disajikan
pada tabel berikut.
Kerangka Perencanaan Pembelajran Mendalam
|
Identifikasi |
Asesmen pada awal
pembelajaran (opsional): Tuliskan strategi
penilaian yang digunakan pada awal pembelajaran dan tindak lanjut hasil
asesmen awal. |
|
Dimensi Profil
Lulusan: Tulis dimensi profil lulusan yang akan dicapai
dalam pembelajaran |
|
|
Desain
Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran: Tuliskan tujuan
pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi
dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan. |
|
Praktik Pedagogis: Tuliskan
Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai
tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis
proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya. |
|
|
Kemitraan Pembelajaran
(opsional): Tuliskan kegiatan
kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti
kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar
guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan
dunia industry kerja, institusi, atau mitra profesional. |
|
|
Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan
dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan
agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman,dan saling memuliakan. Contoh:
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang
kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat
opsional). |
|
|
Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan
pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif,
kolaboratif, dan kontekstual. Contoh:
video pembelajaran, platform pembelajaran,
perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan
sebagainya. |
|
|
Pengalaman Belajar |
Langkah – Langkah Pembelajaran Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman
belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling
memuliakan. Pendidik menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar dapat
dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. |
|
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang
digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar
yang menunjukan aktivitas murid mengaplikasi pemahaman secara kontekstual
atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses
mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk
menghasilkan pengembangan kompetensi. |
|
|
Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan:
berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan) 1. Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi murid:
mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah
mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan. 2. Mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan
meneruskan dan mengembangkan strategi
belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil dengan tetap
meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri. |
|
|
Asesmen Pembelajaran |
Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan
pada proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam
dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning)
yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat, asesmen untuk
pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan
asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada
pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik murid.
Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek,
Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes
tertulis, Tes lisan, dan sebagainya. |
D. Menyusun
RPP Pembelajaran Mendalam
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran mendalam merupakan perangkat penting yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Dalam pendekatan pembelajaran mendalam, RPP tidak hanya berfungsi sebagai perencanaan kegiatan pembelajaran, tetapi juga sebagai desain pengalaman belajar yang mampu mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, bermakna, dan aplikatif.. Berikut contoh format RPP pembelajaran mendalam.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Penyusun :
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas/ Semester : 2/I
Alokasi Waktu : 2
Contoh : Rencana Pembelajaran Mendalam
|
A. Identifikasi |
||
|
Murid |
Hasil
Asesmen awal Konten Materi : Sebagian
besar murid telah mengenal beberapa contoh aturan di rumah, seperti membantu
orang tua dan merapikan mainan. Namun, masih terdapat peserta didik yang
belum memahami pentingnya mematuhi aturan serta belum mampu menjelaskan
manfaat dari aturan tersebut. Selain itu, sebagian peserta didik belum
konsisten dalam menerapkan aturan di rumah dalam kehidupan sehari-hari. Tindak
Lanjut ·
Murid
yang sudah memahami aturan di rumah diberikan pengayaan melalui kegiatan
menceritakan pengalaman mereka dalam mematuhi aturan di rumah. ·
Murid
yang belum memahami diberikan bimbingan melalui contoh konkret dan
pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. ·
Guru
mengelompokkan peserta didik secara heterogen untuk saling berbagi pengalaman
dan pemahaman. |
|
|
Materi Pelajaran |
Aturan di rumah menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga. |
|
|
Dimensi Profil Lulusan |
·
Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME
(Akhlak Mulia) ·
Mandiri (meliki Disiplin dan tunggung jawab) ·
Kolaborasi (Kerjasama dalam keluarga) |
|
|
B. Desain Pembelajaran |
||
|
Capaian Pembelajaran |
1.2. Elemen: UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Murid mengenal aturan di
lingkungan keluarga |
|
|
Tujuan Pembelajaran |
Murid mampu mengenal
aturan di lingkungan keluarga melalui diskusi dan tanya jawab sederhana (uni
Struktural) Sub
Indikator TP : Ø Murid Menyebutkan
satu contoh aturan di lingkungan keluarga Ø Menyebutkan satu aturan yang berlaku di
rumah Ø menunjukan satu
prilaku yang sesuia dengan aturan lingkungan keluarga Ø memilih satu
prilaku yang sesuai dengan aturan di rumah |
|
|
Topik Pembelajaran |
Rumahku, Aturanku |
|
|
Praktik Pedagogis |
Guru Menggnakan Pembelajaran Berbasis Proyek Sederhana “membuat poster aturan rumah sederhana” dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. pembejaran juga menggunakan prisnsip pembelajaran berkesadaran ; melibatkan perhatian penuh peserta didik terhadap kegiatan belajar. Bermakana ; mengaitkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik di lingkungan keluarga dan mengembirakan ; tercptanya suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Alat dan bahan
( Media) ·
Papan tulis dan spidol. ·
Kartu-kartu bergambar yang menunjukkan kegiatan
sehari-hari di rumah (misalnya, merapikan mainan, mencuci tangan sebelum makan, berpamitan). Pensil, krayon dan LKPD |
|
|
Kemitraan Pembelajaran |
a. Orang tua : Berdiskusi bersama anak mengenai aturan yang berlaku di rumah sebelum pembelajaran dimulai. b. Guru Menguatkan
pembiasaan aturan di sekolah Memberikan contoh sikap disiplin c.
Teman sebaya Berbagi
pengalaman tentang aturan di rumah |
|
|
Lingkungan Pembelajaran |
· Menmanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang fisik
dengan menghidupkan suasana diskusi yang kondusif · Siswa diberikan kesempatan berpendapat tanpa rasa takut · Menghidupkan
suasana diskusi yang terbuka dan partisipatif, |
|
|
Pemanfaatan Digital |
Menayangkan video atau animasi pendek tentang aturan di rumah
menggunakan proyektor Video Pembelajaran https://www.youtube.com/watch?v=kXzL2WtCg7k |
|
|
C. Pengalaman Belajar |
||
|
Langkah-Langkah Pembelajaran
( Contoh 2 kali pertemuan) |
||
|
AWAL (10 Menit) |
Pertemuan
1 1.
Guru
dan murid membuka pembelajaran dengan pembiasaan yang menumbuhkan karakter
(berdoa, menyapa, presensi, dan kesiapan belajar). 2. Murid terlibat dalam kegiatan
apersepsi dan motivasi dengan mengamati gambar/video tentang kegiatan di rumah.
Guru mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Alternatif
pertanyaan pemantik: “Apa
saja kegiatan yang kalian lakukan di rumah?” “Apakah
di rumah kalian ada aturan?” “Mengapa kita harus mengikuti aturan di rumah? |
|
|
INTI (50 Menit) |
Memahami (prinsip pembelajaran yang digunakan bermakna dan menggembirakan) Sintaks 1 : Orientasi peserta didik kepada masalah: |
|
|
|
Pertemuan ke
1. (Memahami) 1. Peserta didik menyimak tayangan
video/animasi tentang aturan di rumah. 2. Peserta didik menyebutkan satu
contoh aturan yang mereka lihat dari tayangan dengan bimbingan guru. 3. Peserta didik berdiskusi
sederhana dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru untuk mengidentifikasi
aturan di rumah berdasarkan kartu bergambar yang diberikan guru. 4. Peserta didik menyampaikan hasil
diskusi secara lisan (menyebutkan satu aturan). 5. Guru memberikan penguatan
terhadap jawaban peserta didik dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat. 6. Peserta didik menyimpulkan secara
sederhana tentang aturan di rumah
Pertemuan Ke 2. (Mengaplikasi dan refleksi) 1. Murid mengingat kembali materi
sebelumnya tentang aturan di rumah melalui tanya jawab singkat 2. Murid mengamati kembali contoh
aturan di rumah melalui gambar atau media yang ditampilkan guru. 3. Murid melakukan kegiatan
proyek sederhana yaitu membuat poster aturan di rumah yang memuat: • satu aturan di rumah • gambar perilaku sesuai aturan
tersebut (sudah dipersiapkan dari rumah) 4. Guru membimbing peserta didik
selama proses pembuatan poster. 5. Peserta didik menunjukkan hasil
poster di depan kelas. 6. Peserta didik lain memberikan
tanggapan sederhana terhadap hasil temannya. 7. Guru memberikan apresiasi dan
penguatan terhadap hasil karya peserta didik. 8. Peserta didik melakukan refleksi
sederhana, misalnya dengan menjawab pertanyaan:“Aturan apa yang akan kamu
lakukan di rumah?” 9. Guru menutup pembelajaran dengan
menyimpulkan materi dan mengajak peserta didik menerapkan aturan di rumah. |
|
|
PENUTUP (10 Menit) |
1.
Guru
bersama murid merangkum materi pembelajaran, dengan menekankan bahwa aturan
dibuat agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, dan harmonis. 2.
Guru
dan murid melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung,
misalnya dengan pertanyaan: 3.
Guru
memberikan tindak lanjut berupa tugas sederhana, yaitu murid diminta
berdiskusi dengan orang tua tentang satu aturan baru yang dapat disepakati
dan diterapkan di rumah. 4.
Guru
menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam. |
|
|
F. Asesmen dan
Tindak Lanjut |
|
|
Asesmen pada
Awal Pembelajaran |
Tujuan : Menggali pengetahuan awal siswa tentang aturan yang berlaku di rumah Kegiatan : tanya jawab sederhana, misalnya: “Siapa yang setiap pagi berpamitan pada orang tua sebelum berangkat sekolah?” “Siapa yang sudah membantu orang tua di rumah?” Murid menyebutkan minimal 1 aturan di rumah yang mereka ketahui. |
|
Asesmen pada Proses
Pembelajaran |
Tujuan : Menilai
keterlibatan murid dalam pembelajaran, kemampuan mengenal aturan di rumah,
serta keterampilan dalam membuat karya sederhana.. Kegiatan : 1. Mengamati partisipasi murid dalam diskusi dan tanya jawab. 2. Menilai hasil karya berupa poster/gambar aturan di rumah. 3. Mendengarkan
penjelasan lisan murid tentang aturan yang mereka gambar (menyebutkan satu
aturan |
|
Asesmen pada Akhir
Pembelajaran : |
Tujuan : Mengetahui
ketercapaian tujuan pembelajaran, yaitu kemampuan murid dalam mengenal aturan
di lingkungan keluarga. |
1. Rubrik
Penilaian Pengetahuan
|
Kriteria Penilaian: |
Memenuhi |
Belum Memenuhi |
|
Menyebutkan satu contoh aturan
di lingkungan keluarga |
Mampu menyebutkan satu contoh
aturan di lingkungan keluarga dengan tepat |
Belum mampu menyebutkan contoh
aturan dengan tepat |
|
Menyebutkan satu aturan yang
berlaku di rumah |
mampu menyebutkan satu aturan di
rumah secara jelas |
elum mampu menyebutkan aturan di
rumah secara jelas |
|
Menunjukkan satu perilaku yang
sesuai dengan aturan di lingkungan keluarga |
Mampu menunjukkan satu perilaku
yang sesuai dengan aturan dengan benar |
belum mampu menunjukkan perilaku
yang sesuai |
|
Memilih satu perilaku yang
sesuai dengan aturan di rumah |
Mampu memilih perilaku yang
sesuai dengan aturan dengan tepat |
Belum mampu memilih perilaku
yang sesuai |
|
Rencana Tindak Lanjut |
Diberikan kegiatan pengayaan
berupa menceritakan pengalaman dalam menerapkan aturan di rumah serta
membiasakan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari. |
Murid diminta berdiskusi dengan
orang tua untuk menerapkan satu aturan di rumah dan membiasakan perilaku
tersebut secara konsisten. |
2. Rubrik
Penilaian Keterampilan Proyek membuat poster/gambar aturan di rumah
|
Kriteria Penilaian: |
Memenuhi |
Belum Memenuhi |
||
|
|
Skor 4 |
Skor 3 |
Skor 2 |
Skor 1 |
|
Kesesuaian isi dengan aturan |
Gambar/poster menunjukkan satu
aturan di rumah dengan sangat jelas dan tepat |
Gambar/poster menunjukkan satu
aturan di rumah dengan cukup jelas |
ambar/poster kurang jelas
menunjukkan aturan di rumah |
Gambar/poster tidak menunjukkan
aturan di rumah |
|
Kejelasan gambar |
Gambar sangat jelas, rapi, dan
mudah dipahami |
Gambar cukup jelas dan dapat
dipahami |
Gambar kurang menarik |
Gambar tidak menarik |
|
Menjelaskan |
Mampu menjelaskan aturan dengan
jelas dan percaya diri |
Mampu menjelaskan dengan cukup
jelas |
Penjelasan kurang jelas |
Tidak mampu menjelaskan |
|
Kreativitas |
Gambar sangat menarik dan
berwarna dengan baik |
Gambar cukup menarik |
Gambar kurang menarik |
Gambar tidak menarik |
|
Rencana Tindak Lanjut |
Diberikan pengayaan dengan
membuat poster tambahan tentang aturan lain di rumah atau
menghias kembali posternya agar lebih menarik, serta diminta menceritakan
makna aturan yang dibuat. |
Diberikan bimbingan untuk memperbaiki
poster, seperti memperjelas gambar aturan di rumah, menambahkan unsur
yang belum lengkap, serta dibimbing dalam menyebutkan aturan yang dibuat. |
||
Nilai = (Jumlah skor yang
diperoleh / Skor maksimal) × 100
3. Instrumen
Penilaian Pengetahuan Kognitif (Tertulis Singkat)
1.
Sebutkan satu contoh aturan di lingkungan
keluarga!
2. Sebutkan
satu aturan yang berlaku di rumah!
3. Sebutkan
satu perilaku yang sesuai dengan aturan di lingkungan keluarga!
4. Sebutkan
satu perilaku yang sesuai dengan aturan di rumah!
Penulis
Wawan – Pengawas Sekolah & Penjamin Mutu
