Rabu, 13 Mei 2026

Cara Guru Melakukan Refleksi Pembelajaran yang Berdampak pada Rapor Pendidikan Lengkap dengan contah siap pakai


Refleksi Pembelajaran
Refleksi Pembelajaran

Penulis : Kurniawan
Pengawas /Penjamin Mutu


Refleksi bukan barang baru apa lagi dalam dunia pendidikan, ungkapan itu sering terlontar tapi hasilnya masih stagnan, Dimana salahnya ? prosesnya hanya sebagai administrasi, belum pada perubahan perbaikan dari hasil refleksi.

Paradigma ini yang harus kita luruskan secara kolaboratif pada semua unsur pemangku kepentingan. Guru bukan lagi pelaku utama, perlunya kolaborasi dalam membagun kemitraan.

Refleksi sendiri menurut Allin (2007) dalam Elza Amalia Salsya dkk “menyatakan bahwa jurnal refleksi adalah catatan pengalaman tertulis pribadi yang berisi pikiran, perasaan, dan pendapat tentang suatu peristiwa.

Refleksi menurut penulis adalah proses Perenungan terhadap proses pembelajaran yang sudah berjalan, untuk bernani menilai atau Introspeksi diri sendiri secara jujur terkait dengan kekuatan dan kelamahan di dalam mengelola pembelajaran. Atau simpelnya menengok kebelakang dari posisi saat ini dari proses yang sudah berlangsung.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, jika kita integrasikan dengan regulasi tebaru dalam kurikulum merdeka dengan pendekatan Pembelajarn Mendalam, Siswa di posisikan sebagi mitra, bukan lagi ditempatkan sebagi subjek pengguna atau penerima saja, tetapi bagian yang tidak terlepas dari perkembangan mutu dan kualitas pembelajran itu sendiri

Sehingga pentingnya refleksi belajar siswa untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta profesionalisme guru.

Dengan melakukan refleksi, guru dapat menilai apakah metode mengajarnya efektif, serta mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran tersebut. Dengan begitu guru dapat memperbaiki perencanaan pembelajaran yang tujuannya untuk menigkatkan kualitas pembelajaran (D1) pada rapor Pendidikan menjadi lebih baik.  

A.   Refleksi Guru Tehadap Belajar Siswa 

Keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan pembelajaran oleh siswa melalui kegiatan evaluasi. Evaluasi adalah proses untuk menilai, mengukur dan mengetahui sejauh mana tujuan yang diinginkan tercapai.

Harus kita akui bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah faktor kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran (menyusun perencanaan, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan merefleksi kegiatan pembelajaran).

Kemampuan guru dalam mengelola pembejaran terintegrasi pada hasil rapor Pendidikan sebagai cermin untuk kita merefleksi proses pembelajaran yang sudah terlaksana.

 a.    Tujuan Refleksi.

Tujuan refleksi dapat dilihat dari 2 sisi yaitu :
  1. Refleksi guru terhadap pembelajaran yang sudah diimplementasikan dengan mempertimbangkan strategi, rencana, model, dan teknik yang digunakan serta kaitannya dengan hasil belajar siswa.
  2. Refleksi digunakan guru untuk memberikan masukan tentang RPP yang akan disusun berikutnya (perbaikan ) memberikan instrumen terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung
Memberikan instrumen pada siswa, untuk mendapatkan informasi atau umpan balik dari siswa terkait dengan proses pembelajaran yang sudah berlangsung dan dilakukan secara konsisten mungkin akan memberatkan guru, menumbuhkan kejenuhan dan membosankan.

sehingga Instrumen yang telah disediakan oleh guru dan diisi oleh siswa tidak dimanfaatkan secara baik sehingga belum dirasakan manfaatnya dalam pembelajaran.

Sebagai langkah alternatif maka melalui kegiatan observasi harian pembelajaran, jika ini dilakukan dengan konsisten maka akan menjadikan pembelajaran terus berkembang menjadi lebih baik.

b.    Refleksi Pembelajaran Harian 

Refleksi merupakan kegiatan akhir yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang terdapat pada refleksi memunculkan pertanyaan seperti “apakah peserta didik mampu menunjukkan pemahaman konsep dengan baik ?”, apakah peserta didik mampu berpikir kreatif dengan baik ?” jika peserta didik mengalami kesulitan, bagaimana guru akan menindaklanjuti pada pembelajaran berikutnya?’


Untuk instrumen dalam proses ini, guru menuliskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, selanjutya guru mengobservasi proses pembelajaran, mengamati sikap siswa dan menganalisis hasil penilaian terhadap tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dalam perencanan pembelajaran.

Hasil observasi menjadi bahan refleksi untuk dijadikan bahan evaluasi menyusun tindak lanjut dalam perencanaan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Untuk lebih jelasanya lihat tabel Instrumen Jurnal harian refleksi di bawah ini.

 

No

Hari/Tanggal/

Pukul

Materi Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Refleksi dan Tindak Lanjut

 

Kamis..

Matematika

Pecahan

·         Siswa dapat Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan 

 

Pada Saat  kegiata pembelajaran masih di temukan 5 siswa yang tidak paham terhadap materi yang diberikan, dan tidak  fokus dalam kegiatan pembelajaran

Pada pertemuan selanjutnya saya akan lebih fokus dalam melakukan pendampingan terhadap 5 siswa tersbut mencoba mencari contoh yang lebih sederhana, lebih dekat dengan kehidupan sehari siswa sehingga  mudah dipahami siswa,

 Model : Pengembangan Penulis dalam jurnal harian

Dari proses refleksi ini maka guru dapat melakukan perbaikan dalam merancang perencanaan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya untuk tercapinya tujuan pembelajaran yang sudah di rencankan dalam beberapa hari pertemuan.

Hal tersebut sejalan pendapat Dwi dalam model jurnal  Refleksi Calon Guru Penggerak 

Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung.

Dengan demikian apa bila kegitan refleksi ini dilakukan secara konsisten, akan dapat meningkatkan mutu rapor Pendidikan terutama pada D1 Kualitas pembeljaran.

Kenapa bisa, karena guru terus berinovasi dalam mengelola pembejaran dengan memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan dari proses pembelajaran yang sudah berlangusng.

Berikut Contoh hasil analisis rapor Pendidikan pada A1,A2, D1, D3, bisa dilihat pada D1 (kualitas pembelajaran domain Metode Pembejaran dan D3 Refleksi Guru


Indikator

Literasi

A1

Numerasi

A2

Kualitas Pembelajaran

D1

Kepemimpinan

D3

  Iklim Keamanan SP

D4

Iklim Kebinekaan

D8

Partisipasi Warga Satuan

E

Capaian 83,33(baik)

Perlu penigkatan pada kompetensi membaca teks informasi dan merefleksi teks  turun 3,67

66,67 (Sedang) Perlu peningkatan pada indikator kompetensi domain data dan ketidakpastian mengalami penurunan 9,20

Capaian 74 (baik) perlu peningkatan pada Metode pembelajaran kenaikan dari tahun sebelumnya 1,51.

Capaian 63,36 (baik) Perlu peningkatan pada indikator dukungan untuk refleksi guru mengalami penurunan 16,19

Capaian 81 (baik) Perlu peningkatan pada indikator pemahaman dan  sikap terhadap hukuman fisik mengalami penurunan 16,66

Capaian (79) Perlu peningkatan pada indikator layanan disabilitas mengalami penurunan 10,92

Capaian 84,28 (baik) Perlu peningkatan pada indikator Partisipasi Orang Tua  turun 19,78

Capaian 74,07(baik)

Perlu penigkatan pada memahami isi teks naik 2.66

Capaian 70,37 (Baik) Perlu peningkatan pada indikator kompetensi Mengetahuimengalami penurunan 2,47

Capaian 66,93 (baik) perlu peningkatan pada Manajemen Kelas kenaikan dari tahun sebelumnya 3.94.

Capaian  58,95 (baik) Perlu peningkatan pada indikator Visi,Misi mengalami penurunan 0,01

Capaian 77,48 (baik) Perlu peningkatan pada indikator pemahaman dan  sikap terhadap Rokok, minuman dan narkoba mengalami penurunan 11,13

Capaian 71,77 (baik) Perlu peningkatan pada indikator komitmen kebangsasan mengalami penurunan 4,89

Capaian 80,36 (baik) Perlu peningkatan pada indikator Pemanfaatan Sumber daya Sekolah   turun 2,86

 

B. Model Refleksi yang bisa di Gunakan Sebagai Referensi

Selain contoh di atas guru dapat juga mengembangkan dengan melakukan inovasi seperti yang tertuang pada refleksi harian di atas, pada prinsipnya refleksi yang digunakan adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran apapun format yang di buat.

Refleksi pada momen ini untuk berdialog dengan diri sendiri dalam memaknai peristiwa. Karena itu, ceritakanlah pengalaman dan pemikiran yang dialami diri sendiri. Bukan asumsi apa yang dialami, dipikirkan, atau dikatakan oleh orang lain.

 Contoh Lembar Refleksi Model (DEAL)

No

Kegiatan

Pertanyaan Refleksi

Hasil Refleksi (Analisis & Pembelajaran)

1

Description

pengalaman yang dialami

Bagaimana reaksi murid terhadap proses pembelajaran yang saya lakukan?

Sebagian besar murid tampak antusias saat sesi diskusi kelompok menggunakan media kartu angka di kelas hari ini. Namun, ada sekitar 5 siswa di baris belakang yang cenderung pasif dan asyik mengobrol sendiri.

2

Examination

Analisis pengalaman

Secara Keseluruhan dalam kegiatan pembejaran apa saja kelemahan saya ?

Saya terlalu mendominasi pembicaraan (teacher-centered) di awal sesi sehingga waktu eksplorasi mandiri siswa berkurang. Selain itu, instruksi tugas yang saya berikan secara lisan kurang dipahami dengan jelas oleh beberapa siswa di area belakang.

3

Examination

Analisis pengalaman

Secara Keseluruhan dalam kegiatan pembejaran apa saja kelebihan saya ?

Penggunaan apersepsi yang menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari (konteks nyata) terbukti berhasil menarik perhatian dan memicu fokus siswa di awal pelajaran. Manajemen waktu saat penutupan juga sudah cukup baik.

4

Examination

Analisis pengalaman

Hal Unik apa yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung

Ada seorang siswa yang biasanya pendiam, tiba-tiba sangat aktif memberikan ide kreatif saat menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi (game edukasi). Saya menemukan bahwa siswa tersebut memiliki kecerdasan kinestetik dan visual yang kua.

5

Articulation of Learning

 

Hal yang dipelajari dan rencana

Apa yang akan saya lakukan setelah saya mengetahui kekuatan dan kelemahan saya selama kegiatan pembelajaran berlangsung

Pembelajaran yang Didapat:
Persiapan media visual/digital adalah kekuatan saya, namun instruksi verbal adalah kelemahan saya. Saya menyadari siswa pasif membutuhkan peran spesifik agar mereka merasa bertanggung jawab dan terlibat aktif.

Rencana Aksi Ke Depan:
1. Melakukan rotasi tempat duduk dan memberikan peran spesifik (sebagai notulen atau juru bicara) kepada siswa yang pasif.


2. Menggunakan bantuan slide visual atau papan tulis untuk menuliskan langkah-langkah tugas secara poin per poin agar

 Model jurnal : Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL) yang dikembangkan

C. Penutup


Refleksi pembelajaran bukanlah tentang mengisi lembaran kertas untuk menggugurkan kewajiban administrasi. Ia adalah jantung dari transformasi pendidikan.

Dengan melakukan refleksi yang jujur dan berbasis data, kita sedang membangun jembatan menuju perbaikan kualitas pembelajaran yang nyata. Mari jadikan refleksi sebagai budaya kerja, sehingga Rapor Pendidikan bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen kita dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta didik.

Baca Juga : 

       D.    Referensi

Moch. Hilman Taabudillah, Elis Siti Masitoh, dan Aulia Aura P, "Refleksi Pembelajaran Sebagai Langkah Strategis Dalam Perbaikan Metode Mengajar," Ulumuddin: Journal of Islamic Studies 1, no. 2 (2025)

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2022). Model Jurnal Refleksi Dwi  Pendidikan Guru Penggerak