![]() |
| Refleksi Pembelajaran |
Penulis : Kurniawan
Pengawas /Penjamin Mutu
Refleksi bukan barang baru apa lagi dalam dunia pendidikan, ungkapan itu sering terlontar tapi hasilnya masih stagnan, Dimana salahnya ? prosesnya hanya sebagai administrasi, belum pada perubahan perbaikan dari hasil refleksi.
Paradigma ini yang harus kita luruskan secara kolaboratif pada semua unsur pemangku kepentingan. Guru bukan lagi pelaku utama, perlunya kolaborasi dalam membagun kemitraan.
Refleksi sendiri menurut Allin (2007) dalam Elza Amalia Salsya dkk “menyatakan bahwa jurnal refleksi adalah catatan pengalaman tertulis pribadi yang berisi pikiran, perasaan, dan pendapat tentang suatu peristiwa.
Refleksi menurut penulis adalah proses Perenungan terhadap proses pembelajaran yang sudah berjalan, untuk bernani menilai atau Introspeksi diri sendiri secara jujur terkait dengan kekuatan dan kelamahan di dalam mengelola pembelajaran. Atau simpelnya menengok kebelakang dari posisi saat ini dari proses yang sudah berlangsung.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, jika kita integrasikan dengan regulasi tebaru dalam kurikulum merdeka dengan pendekatan Pembelajarn Mendalam, Siswa di posisikan sebagi mitra, bukan lagi ditempatkan sebagi subjek pengguna atau penerima saja, tetapi bagian yang tidak terlepas dari perkembangan mutu dan kualitas pembelajran itu sendiri
Sehingga pentingnya refleksi belajar siswa untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta profesionalisme guru.
Dengan melakukan refleksi, guru dapat menilai apakah metode mengajarnya efektif, serta mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran tersebut. Dengan begitu guru dapat memperbaiki perencanaan pembelajaran yang tujuannya untuk menigkatkan kualitas pembelajaran (D1) pada rapor Pendidikan menjadi lebih baik.
A. Refleksi Guru Tehadap Belajar Siswa
Keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan pembelajaran oleh siswa melalui kegiatan evaluasi. Evaluasi adalah proses untuk menilai, mengukur dan mengetahui sejauh mana tujuan yang diinginkan tercapai.Harus kita akui bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah faktor kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran (menyusun perencanaan, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan merefleksi kegiatan pembelajaran).
Kemampuan guru dalam mengelola pembejaran terintegrasi pada hasil rapor Pendidikan sebagai cermin untuk kita merefleksi proses pembelajaran yang sudah terlaksana.
a. Tujuan Refleksi.
Tujuan refleksi dapat dilihat dari 2 sisi yaitu :- Refleksi guru terhadap pembelajaran yang sudah diimplementasikan dengan mempertimbangkan strategi, rencana, model, dan teknik yang digunakan serta kaitannya dengan hasil belajar siswa.
- Refleksi digunakan guru untuk memberikan masukan tentang RPP yang akan disusun berikutnya (perbaikan ) memberikan instrumen terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung
sehingga Instrumen yang telah disediakan oleh guru dan diisi oleh siswa tidak dimanfaatkan secara baik sehingga belum dirasakan manfaatnya dalam pembelajaran.
Sebagai langkah alternatif maka melalui kegiatan observasi harian pembelajaran, jika ini dilakukan dengan konsisten maka akan menjadikan pembelajaran terus berkembang menjadi lebih baik.
b. Refleksi Pembelajaran Harian
Refleksi merupakan kegiatan akhir yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang terdapat pada refleksi memunculkan pertanyaan seperti “apakah peserta didik mampu menunjukkan pemahaman konsep dengan baik ?”, apakah peserta didik mampu berpikir kreatif dengan baik ?” jika peserta didik mengalami kesulitan, bagaimana guru akan menindaklanjuti pada pembelajaran berikutnya?’Hasil observasi menjadi bahan refleksi untuk dijadikan bahan evaluasi menyusun tindak lanjut dalam perencanaan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Untuk lebih jelasanya lihat tabel Instrumen Jurnal harian refleksi di bawah ini.
|
No |
Hari/Tanggal/ Pukul |
Materi Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran |
Refleksi dan Tindak Lanjut |
|
|
Kamis.. |
Matematika Pecahan |
·
Siswa
dapat Menyelesaikan
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan
pecahan
|
Pada Saat kegiata
pembelajaran masih di temukan 5 siswa yang tidak paham terhadap materi yang
diberikan, dan tidak fokus dalam
kegiatan pembelajaran Pada pertemuan selanjutnya saya akan lebih fokus dalam
melakukan pendampingan terhadap 5 siswa tersbut mencoba mencari contoh yang
lebih sederhana, lebih dekat dengan kehidupan sehari siswa sehingga mudah dipahami siswa, |
Model : Pengembangan Penulis dalam jurnal harian
Dari proses refleksi ini maka guru dapat melakukan perbaikan dalam merancang perencanaan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya untuk tercapinya tujuan pembelajaran yang sudah di rencankan dalam beberapa hari pertemuan.Hal tersebut sejalan pendapat Dwi dalam model jurnal Refleksi Calon Guru Penggerak
Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung.
Dengan demikian apa bila kegitan refleksi ini dilakukan secara konsisten, akan dapat meningkatkan mutu rapor Pendidikan terutama pada D1 Kualitas pembeljaran.
Kenapa bisa, karena guru terus berinovasi dalam mengelola pembejaran dengan memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan dari proses pembelajaran yang sudah berlangusng.
Berikut Contoh hasil analisis rapor Pendidikan pada A1,A2, D1, D3, bisa dilihat pada D1 (kualitas pembelajaran domain Metode Pembejaran dan D3 Refleksi Guru
Indikator | ||||||
Literasi A1 |
Numerasi
A2 | Kualitas Pembelajaran D1 | Kepemimpinan D3 |
Iklim Keamanan SP D4 | Iklim Kebinekaan D8 | Partisipasi Warga Satuan E |
Capaian 83,33(baik) Perlu penigkatan pada kompetensi
membaca teks informasi dan merefleksi teks
turun 3,67 | 66,67 (Sedang) Perlu peningkatan
pada indikator kompetensi domain data dan ketidakpastian mengalami penurunan
9,20 | Capaian 74 (baik) perlu peningkatan
pada Metode pembelajaran kenaikan dari tahun sebelumnya 1,51. | Capaian 63,36 (baik)
Perlu peningkatan pada indikator dukungan untuk refleksi guru
mengalami penurunan 16,19 | Capaian 81 (baik) Perlu
peningkatan pada indikator pemahaman dan
sikap terhadap hukuman fisik mengalami penurunan 16,66 | Capaian (79) Perlu
peningkatan pada indikator layanan disabilitas mengalami penurunan
10,92 | Capaian 84,28 (baik)
Perlu peningkatan pada indikator Partisipasi Orang Tua turun 19,78 |
Capaian 74,07(baik) Perlu penigkatan pada memahami isi
teks naik 2.66 | Capaian 70,37 (Baik) Perlu
peningkatan pada indikator kompetensi Mengetahuimengalami penurunan
2,47 | Capaian 66,93 (baik) perlu
peningkatan pada Manajemen Kelas kenaikan dari tahun sebelumnya
3.94. | Capaian 58,95 (baik) Perlu peningkatan pada
indikator Visi,Misi mengalami penurunan 0,01 | Capaian 77,48 (baik)
Perlu peningkatan pada indikator pemahaman dan sikap terhadap Rokok, minuman dan narkoba mengalami
penurunan 11,13 | Capaian 71,77 (baik)
Perlu peningkatan pada indikator komitmen kebangsasan mengalami penurunan
4,89 | Capaian 80,36 (baik)
Perlu peningkatan pada indikator Pemanfaatan Sumber daya Sekolah turun 2,86 |
B. Model Refleksi yang bisa di Gunakan Sebagai Referensi
Selain contoh di atas guru dapat juga mengembangkan dengan melakukan inovasi seperti yang tertuang pada refleksi harian di atas, pada prinsipnya refleksi yang digunakan adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran apapun format yang di buat.Refleksi pada momen ini untuk berdialog dengan diri sendiri dalam memaknai peristiwa. Karena itu, ceritakanlah pengalaman dan pemikiran yang dialami diri sendiri. Bukan asumsi apa yang dialami, dipikirkan, atau dikatakan oleh orang lain.
Contoh Lembar Refleksi Model (DEAL)
|
No |
Kegiatan |
Pertanyaan Refleksi |
Hasil Refleksi (Analisis & Pembelajaran) |
|
1 |
Description pengalaman yang dialami |
Bagaimana reaksi murid terhadap proses pembelajaran yang saya lakukan? |
Sebagian
besar murid tampak antusias saat sesi diskusi kelompok menggunakan media
kartu angka di kelas hari ini. Namun, ada sekitar 5 siswa di baris belakang
yang cenderung pasif dan asyik mengobrol sendiri. |
|
2 |
Examination Analisis pengalaman |
Secara Keseluruhan dalam kegiatan pembejaran apa saja kelemahan saya ? |
Saya
terlalu mendominasi pembicaraan (teacher-centered) di awal sesi
sehingga waktu eksplorasi mandiri siswa berkurang. Selain itu, instruksi
tugas yang saya berikan secara lisan kurang dipahami dengan jelas oleh
beberapa siswa di area belakang. |
|
3 |
Examination Analisis pengalaman |
Secara Keseluruhan dalam kegiatan pembejaran apa saja kelebihan saya ? |
Penggunaan
apersepsi yang menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari (konteks
nyata) terbukti berhasil menarik perhatian dan memicu fokus siswa di awal
pelajaran. Manajemen waktu saat penutupan juga sudah cukup baik. |
|
4 |
Examination Analisis pengalaman |
Hal Unik apa yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran yang sedang
berlangsung |
Ada
seorang siswa yang biasanya pendiam, tiba-tiba sangat aktif memberikan ide
kreatif saat menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi (game
edukasi). Saya menemukan bahwa siswa tersebut memiliki kecerdasan kinestetik
dan visual yang kua. |
|
5 |
Articulation of Learning
Hal yang dipelajari dan rencana |
Apa yang akan saya lakukan setelah saya mengetahui
kekuatan dan kelemahan saya selama kegiatan pembelajaran berlangsung |
Pembelajaran yang Didapat:
|
Model jurnal : Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL) yang dikembangkan
C. Penutup
Refleksi pembelajaran bukanlah tentang mengisi lembaran kertas untuk menggugurkan kewajiban administrasi. Ia adalah jantung dari transformasi pendidikan.
Dengan melakukan refleksi yang jujur dan berbasis data, kita sedang membangun jembatan menuju perbaikan kualitas pembelajaran yang nyata. Mari jadikan refleksi sebagai budaya kerja, sehingga Rapor Pendidikan bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen kita dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta didik.
D. Referensi
Moch. Hilman Taabudillah, Elis Siti Masitoh, dan Aulia Aura P, "Refleksi Pembelajaran Sebagai Langkah Strategis Dalam Perbaikan Metode Mengajar," Ulumuddin: Journal of Islamic Studies 1, no. 2 (2025)Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2022). Model Jurnal Refleksi Dwi Pendidikan Guru Penggerak
