![]() |
| RKJM DATA |
Penulis :
Kurniawan – Pengawas Sekolah & Penjamin Mutu
Strategi Penyusunan RKJM Berbasis Data 2 merupakan kelanjutan dari pembahasan tahap sebelumnya"menyusun RKJM berbasis data yang fokus membahas Visi-Misi-Tujuan" dalam proses penyusunan RKJM sekolah.Pada bagian ini dibahas langkah-langkah lanjutan dalam merumuskan program dan strategi peningkatan mutu di sekolah berdasarkan visi, Rapor Pendidikan dan EDS. .
Agar memahami alur penyusunan RKJM secara utuh, pembaca disarankan untuk terlebih dahulu membaca Strategi Penyusunan RKJM Berbasis Data 1, yang membahas fondasi penting dalam perencanaan sekolah, yaitu perumusan visi dan misi sebagai arah pengembangan sekolah.
Dengan memahami tahapan tersebut, pembaca akan lebih mudah mengikuti langkah-langkah penyusunan RKJM yang sistematis dan berbasis data.
Di atas ini merupakan konsep kerangka piker menyusn RKJM berbasis Data. Dimana kita sudah membahas pada pertemuan pertama yaitu penyusunan visi, Misi dan tujuan sekolah.
Bagi yang belum membaca, maka lebih baik membaca dulu supaya tidak lompat pemahamanannya. Setelah visi dan Misi selanjutnya data yang akan kita analsiis Adalah Rapor Pendidikan.
A. Analisis Rapor Pendidikan
Contoh 1. Anaslisis Rapor Pendidikan
|
Indikator |
||||||
|
Literasi A1 |
Numerasi A2 |
Kualitas Pembelajaran D1 |
Kepemimpinan D3 |
Iklum Keamanan SP D4 |
Iklim Kebinekaan
D8 |
Partisipasi
Warga Satuan E |
|
Capaian 74,07(baik) Perlu penigkatan pada memahami
isi teks naik 2.66 |
Capaian 70,37 (Baik) Perlu peningkatan pada indikator
kompetensi Mengetahui mengalami penurunan 2,47 |
Capaian 66,93 (baik) perlu peningkatan pada Manajemen Kelas kenaikan dari
tahun sebelumnya 3.94. |
Capaian 58,95
(baik) Perlu peningkatan pada
indikator Visi,Misi mengalami penurunan 0,01 |
Capaian 77,48 (baik) Perlu peningkatan pada indikator pemahaman dan sikap terhadap Rokok, minuman dan narkoba
mengalami penurunan 11,13 |
Capaian 71,77 (baik) Perlu peningkatan pada indikator
komitmen kebangsasan
mengalami penurunan 4,89 |
Capaian 74,07(baik) Perlu penigkatan pada memahami isi teks naik 2.66 |
Format 1 ini sy contohkan sepeerti diatas dan format 2 seperti di bawah ini . masih ada format lain yang sering saya gunakan dalam menganalisis rapor Pendidikan di sekolah binaan.
|
No Kode |
INDIKATOR Utama |
Tahun Capaian |
Delta |
Kemampuan Siswa |
||||
|
2024 |
2025 |
Di atas |
Mencapai |
Di Bawah |
Jauh di bawah |
|||
|
A 1 |
Literasi |
77,78 |
72,64 |
- 1,7 |
3,33% |
73,33% |
13,33% |
10% |
|
A 2 |
Numerasi |
65,28 |
61,67 |
- 3,6 |
6.67% |
76,67% |
16,67% |
0% |
|
A.3. |
dan seterusnya |
|
|
- |
BAIK |
|||
|
… |
|
|
|
- |
|
|||
|
E |
|
|
|
- |
|
|||
Selanjurnya tabel tersebut dideskripsikan diperoleh gambaran mutu pendidikan pada beberapa indikator utama yaitu :
a. Indikator literasi, capaian sekolah berada pada skor 83,33 dengan kategori baik. Meskipun demikian, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan yaitu pada kompetensi membaca teks informasi dan kemampuan merefleksi teks yang mengalami penurunan sebesar 3,67 dibandingkan tahun sebelumnya.
b. Indikator numerasi, capaian sekolah berada pada skor 66,67 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi peserta didik masih perlu ditingkatkan, terutama pada indikator kompetensi domain data dan ketidakpastian yang mengalami penurunan sebesar 9,20.
c. Indikator kualitas pembelajaran memperoleh capaian 74 dengan kategori baik. Meskipun mengalami peningkatan sebesar 1,51 dari tahun sebelumnya, namun penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif masih perlu terus ditingkatkan agar proses pembelajaran dapat lebih optimal.
d. Pada indikator kepemimpinan sekolah, capaian berada pada skor 63,36 dengan kategori baik. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek dukungan kepala sekolah terhadap kegiatan refleksi guru, yang mengalami penurunan sebesar 16,19.
e. Indikator iklim keamanan satuan pendidikan memperoleh capaian 81 dengan kategori baik. Meskipun demikian, perlu adanya peningkatan pada indikator pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik, yang mengalami penurunan sebesar 16,66, sehingga sekolah perlu memperkuat budaya disiplin yang positif tanpa kekerasan.
f. Pada indikator iklim kebinekaan, capaian sekolah berada pada skor 79 dengan kategori baik. Namun masih perlu peningkatan pada indikator layanan bagi peserta didik disabilitas, yang mengalami penurunan sebesar 10,92.
g. Sementara itu, indikator partisipasi warga satuan pendidikan memperoleh capaian 84,28 dengan kategori baik. Meskipun demikian, perlu adanya peningkatan pada indikator partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah, yang mengalami penurunan sebesar 19,78.
Hasil analisis ini selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan program peningkatan mutu sekolah pada RKJM.
B. Analisis Standar Nasional Pendidikan
SNP menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pendidikan di sekolah guna menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Contoh Tabel analisis EDS satuan pendidikan
|
NO |
Kriteria
Standar |
Akar
Penyebab |
Akibat |
Rekomendasi |
Rencana
Perbaikan |
|
1 |
Kelulusan |
Minimnya
pemahaman guru terhadap pengembangan kurikulum. |
Mutu akademik
sekolah belum optimal. |
Melakukan
verifikasi, monitoring, dan review berkala terhadap rumusan Capaian
Pembelajaran (CP). |
Menyelaraskan
kurikulum dengan Permendikdasmen No. 13/2025 (Struktur
Kurikulum) dan No. 46/2025 (CP). |
|
2 |
Isi |
Tata kelola dan
landasan akademik belum menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan. |
Tidak adanya
keselarasan antara CP dengan RPP yang disusun guru. |
Melakukan review
kesesuaian CP pada RPP terhadap regulasi terbaru. |
Sinkronisasi
tujuan mata pelajaran dengan Permendikdasmen No. 46/2025 tentang
Capaian Pembelajaran. |
|
3 |
Proses |
Proses
pembelajaran kurang menarik, tidak relevan, serta jadwal/beban belajar tidak
selaras. |
Pembelajaran
tidak terstandar dan CP mapel tidak tercapai secara optimal. |
Evaluasi KBM
berkala dan penyesuaian jadwal berdasarkan regulasi yang berlaku. |
Meningkatkan
kompetensi pedagogik pendidik dan me-review jadwal sesuai beban belajar
akademik. |
C. Analisis SWOT
Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan Kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan Kelemahan.Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan Peluang, dan jika ”tidak siap” merupakan Ancaman.
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka diperoleh analisis SWOT.
Contoh Analisis SWOT Berdasarkan Rapor Pendidikan dan EDS
|
No |
Indikator
Rapor Pendidikan |
Standar
SNP |
Strength
(Kekuatan) |
Weakness
(Kelemahan) |
Opportunity
(Peluang) |
Threat
(Tantangan) |
|
1 |
Kemampuan
Literasi (A.1) |
SKL, Standar
Proses, Standar Pendidik |
Capaian literasi
masuk kategori "Baik"; siswa mampu memahami isi teks dengan akurat. |
Kemampuan
refleksi dan evaluasi teks (berpikir kritis) masih di level dasar. |
Adanya akses ke
Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan bantuan buku bacaan bermutu dari
Kemendikdasmen. |
Tingginya durasi
penggunaan gawai untuk hiburan dibandingkan untuk membaca konten edukatif. |
|
2 |
Kemampuan
Numerasi (A.2) |
SKL, Standar
Proses, Standar Pendidik |
Mayoritas siswa
menguasai kompetensi dasar bilangan dan pengukuran. |
Penurunan skor
pada kompetensi geometri, statistika, dan penalaran soal HOTS. |
Ketersediaan
pelatihan daring khusus numerasi bagi guru melalui webinar atau KKG/MGMP. |
Persepsi negatif
siswa yang menganggap numerasi sebagai materi yang sulit dan membosankan. |
|
3 |
Karakter (A.3) |
SKL, Standar
Proses |
Terbentuknya
budaya religius melalui rutinitas doa bersama dan kegiatan hari besar. |
Implementasi
profil Pelajar Pancasila (terutama kemandirian dan gotong royong) belum
konsisten. |
Besarnya
dukungan komite sekolah dan tokoh masyarakat dalam program pembinaan
karakter. |
Dampak negatif
konten media sosial yang bertentangan dengan norma kesantunan dan etika. |
|
4 |
Kualitas
Pembelajaran (D.1) |
Standar Proses,
Standar PTK, Standar Sarpras |
Guru telah
menyusun perangkat ajar sesuai Kurikulum Merdeka dan melakukan asesmen awal. |
Metode
pembelajaran belum berdiferensiasi dan pemanfaatan TIK di kelas masih minim. |
Tersedianya
bantuan kuota internet pendidikan dan berbagai perangkat Chromebook dari
pemerintah. |
Pesatnya
perkembangan teknologi AI yang mengharuskan guru beradaptasi cepat agar tidak
tertinggal. |
|
5 |
Kepemimpinan
Instruksional (D.3) |
Standar
Pengelolaan |
Kepala sekolah
rutin melakukan supervisi akademik dan memberikan umpan balik kepada guru. |
Tindak lanjut
hasil supervisi belum terdokumentasi dengan rapi dalam program pengembangan
diri. |
Adanya komunitas
belajar (Kombel) antar sekolah untuk berbagi praktik baik kepemimpinan. |
Tuntutan
administrasi manajerial yang tinggi seringkali menyita waktu untuk fokus pada
mutu pembelajaran. |
Contoh tabel Inventarisasi Penyelesaian Kesenjangan Kondisi Nyata Sekolah berdasrkan Rapor Pendidikan dan EDS
|
No |
Rapor Pendidikan |
Standar /
Indikator |
Kondisi Nyata
Sekolah |
Kondisi Ideal
(Standar) |
Kesenjangan |
Alternatif
Penyelesaian |
|
1 |
Literasi (A.1) |
Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) |
Kemampuan
literasi dan numerasi siswa berada pada kategori baik namun belum merata. |
Lulusan memiliki
kompetensi literasi, numerasi, dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. |
Sebagian siswa
belum mencapai kompetensi minimum yang ditetapkan. |
Penguatan
pembelajaran literasi dan numerasi serta penguatan karakter secara terpadu. |
|
Karakter (A.3) |
Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) |
Peserta didik
belum terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter berakhlak mulia dalam
keseharian. |
Pembiasaan
kegiatan religius dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. |
Pembiasaan
religius belum konsisten dilaksanakan oleh seluruh siswa. |
Penguatan
pembiasaan keagamaan dan budaya positif di lingkungan sekolah. |
|
|
2 |
Numerasi (A.2) |
Standar Isi |
Kurikulum
sekolah telah disusun sesuai ketentuan, namun penguatan literasi dan numerasi
belum optimal. |
Kurikulum
dikembangkan secara kontekstual dan mendukung peningkatan kompetensi siswa. |
Implementasi
kurikulum belum sepenuhnya mendukung peningkatan literasi dan numerasi. |
Penguatan
pengembangan Kurikulum Satuan
Pendidikan (KSP). |
|
3 |
Kualitas
Pembelajaran (D.1) |
Standar Proses |
Proses
pembelajaran sudah berjalan sesuai kurikulum, namun metode belum sepenuhnya
inovatif. |
Pembelajaran
berlangsung aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada siswa. |
Inovasi dalam
model pembelajaran masih perlu ditingkatkan. |
Pelatihan model
pembelajaran inovatif dan penguatan Komunitas Belajar (Kombel) guru. |
|
Kualitas
Pembelajaran (D.1) |
Standar Proses |
Pembelajaran
belum sepenuhnya mengintegrasikan isu lingkungan hidup dalam materi. |
Pembelajaran
mampu mengintegrasikan isu lingkungan hidup sebagai bagian dari materi. |
Proses
pembelajaran belum mengaitkan konten dengan isu lingkungan hidup. |
Penguatan
pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. |
Setelah di petakan kesenjangan dan alternatif sepeti pada
tabel di atas, selanjutnya melakukan langkah strategi berdasarkan
SWOT.
Contoh Strategi Berdasarkan Analisis SWOT
|
|
Indikator |
Strategi SO (Strength
– Opportunity) |
Strategi WO (Weakness–
Opportunity) |
Strategi ST (Strength–Threat) |
Strategi WT (Weakness–Threat) |
|
1 |
Literasi (A1) |
Mengoptimalkan kemampuan literasi siswa melalui pemanfaatan program nasional literasi dan ketersediaan bahan bacaan |
Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan refleksi teks melalui pelatihan guru dan penguatan pembelajaran literasi |
Memanfaatkan kemampuan literasi siswa yang sudah baik untuk menumbuhkan budaya membaca guna mengurangi pengaruh negatif penggunaan gawai |
Mengembangkan program pembiasaan membaca dan pengawasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah |
|
2 |
Numerasi (A2) |
Mengoptimalkan kemampuan numerasi siswa dengan memanfaatkan program penguatan literasi dan numerasi dari pemerintah |
Meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi melalui pelatihan dan pengembangan profesional |
Memanfaatkan kemampuan numerasi siswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada konsep numerasi yang lebih kompleks |
Mengembangkan program pendampingan belajar numerasi bagi siswa yang mengalami kesulitan |
Utuk Kegiatan pada RKJM selanjuntya bagian ke 3 anda harus membaca ini "Menyusun program strategis RKJM berdasarka Data bagian ke 3 .
