Senin, 16 Maret 2026

Cara Menyusun Program Kerja RKJM Sekolah Berbasis Data Lengkap Download (Bagian 2)

CARA MENYUSUN RKJM SEKOLAH BERBASIS DATA (Panduan Lengkap Bagian 2)
RKJM DATA

Penulis  :

Kurniawan – Pengawas Sekolah & Penjamin Mutu 

Strategi Penyusunan RKJM Berbasis Data 2 merupakan kelanjutan dari pembahasan tahap sebelumnya"menyusun RKJM berbasis data yang fokus membahas Visi-Misi-Tujuan" dalam proses penyusunan RKJM sekolah.

Pada bagian ini dibahas langkah-langkah lanjutan dalam merumuskan program dan strategi peningkatan mutu di sekolah berdasarkan visi, Rapor Pendidikan dan EDS. .

Agar memahami alur penyusunan RKJM secara utuh, pembaca disarankan untuk terlebih dahulu membaca Strategi Penyusunan RKJM Berbasis Data 1, yang membahas fondasi penting dalam perencanaan sekolah, yaitu perumusan visi dan misi sebagai arah pengembangan sekolah.

Dengan memahami tahapan tersebut, pembaca akan lebih mudah mengikuti langkah-langkah penyusunan RKJM yang sistematis dan berbasis data.

Di atas ini merupakan konsep kerangka piker menyusn RKJM berbasis Data. Dimana kita sudah membahas pada pertemuan pertama yaitu penyusunan visi, Misi dan tujuan sekolah.

Bagi yang belum membaca, maka lebih baik membaca dulu supaya tidak lompat pemahamanannya. Setelah visi dan Misi selanjutnya data yang akan kita analsiis Adalah Rapor Pendidikan.

A.    Analisis Rapor Pendidikan

          Contoh 1. Anaslisis Rapor Pendidikan 

Indikator

Literasi A1

Numerasi A2

Kualitas Pembelajaran

D1

Kepemimpinan D3

Iklum Keamanan SP D4

Iklim Kebinekaan D8

Partisipasi Warga Satuan

E

Capaian 74,07(baik)

Perlu penigkatan pada memahami isi teks naik 2.66

Capaian 70,37 (Baik)

Perlu peningkatan pada indikator kompetensi Mengetahui mengalami penurunan 2,47

Capaian 66,93 (baik) perlu peningkatan pada Manajemen Kelas kenaikan dari tahun sebelumnya 3.94.

Capaian 58,95 (baik) Perlu peningkatan pada indikator Visi,Misi mengalami penurunan 0,01

Capaian 77,48 (baik) Perlu peningkatan pada indikator pemahaman dan sikap terhadap Rokok, minuman dan narkoba mengalami penurunan

11,13

Capaian 71,77 (baik) Perlu peningkatan pada indikator komitmen kebangsasan mengalami penurunan 4,89

Capaian 74,07(baik)

Perlu penigkatan pada memahami isi teks naik 2.66


Untuk analisis rapor penddikan format tidak ada yang di standarisasi, kita bisa membuat dan berinovasi untuk yang paling simple dipergunakan dan mudah dipahami.

Format 1 ini sy contohkan sepeerti diatas dan format 2 seperti di bawah ini . masih ada format lain yang sering saya gunakan dalam menganalisis rapor Pendidikan di sekolah binaan.

Contoh 2, Tabel Analisis Rapor Pendidikan
                                                                  

No

Kode

INDIKATOR

Utama

Tahun Capaian

Delta

Kemampuan Siswa

2024

2025

Di atas

Mencapai

Di Bawah

Jauh di bawah

A 1

Literasi

77,78

72,64

-      1,7

3,33%

73,33%

13,33%

10%

A 2

Numerasi

65,28

61,67

-      3,6

6.67%

76,67%

16,67%

0%

A.3.

dan seterusnya

 

 

-       

BAIK

 

 

 

-       

 

E

 

 

 

-       

 



Selanjurnya tabel tersebut dideskripsikan diperoleh gambaran mutu pendidikan pada beberapa indikator utama yaitu :

a. Indikator literasi, capaian sekolah berada pada skor 83,33 dengan kategori baik. Meskipun demikian, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan yaitu pada kompetensi membaca teks informasi dan kemampuan merefleksi teks yang mengalami penurunan sebesar 3,67 dibandingkan tahun sebelumnya.

b. Indikator numerasi, capaian sekolah berada pada skor 66,67 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi peserta didik masih perlu ditingkatkan, terutama pada indikator kompetensi domain data dan ketidakpastian yang mengalami penurunan sebesar 9,20.

c. Indikator kualitas pembelajaran memperoleh capaian 74 dengan kategori baik. Meskipun mengalami peningkatan sebesar 1,51 dari tahun sebelumnya, namun penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif masih perlu terus ditingkatkan agar proses pembelajaran dapat lebih optimal.

d. Pada indikator kepemimpinan sekolah, capaian berada pada skor 63,36 dengan kategori baik. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek dukungan kepala sekolah terhadap kegiatan refleksi guru, yang mengalami penurunan sebesar 16,19.

e. Indikator iklim keamanan satuan pendidikan memperoleh capaian 81 dengan kategori baik. Meskipun demikian, perlu adanya peningkatan pada indikator pemahaman dan sikap terhadap hukuman fisik, yang mengalami penurunan sebesar 16,66, sehingga sekolah perlu memperkuat budaya disiplin yang positif tanpa kekerasan.

f. Pada indikator iklim kebinekaan, capaian sekolah berada pada skor 79 dengan kategori baik. Namun masih perlu peningkatan pada indikator layanan bagi peserta didik disabilitas, yang mengalami penurunan sebesar 10,92.

g. Sementara itu, indikator partisipasi warga satuan pendidikan memperoleh capaian 84,28 dengan kategori baik. Meskipun demikian, perlu adanya peningkatan pada indikator partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah, yang mengalami penurunan sebesar 19,78.

Hasil analisis ini selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan program peningkatan mutu sekolah pada RKJM.

B. Analisis Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan.

SNP menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pendidikan di sekolah guna menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Standar Nasional Pendidikan meliputi delapan standar, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, serta Standar Pembiayaan. Tuangkan tabel hasil analisis dari EDS (Evaluasi Diri Sekolah).

Contoh Tabel analisis EDS satuan pendidikan

NO

Kriteria Standar

Akar Penyebab

Akibat

Rekomendasi

Rencana Perbaikan

1

Kelulusan

Minimnya pemahaman guru terhadap pengembangan kurikulum.

Mutu akademik sekolah belum optimal.

Melakukan verifikasi, monitoring, dan review berkala terhadap rumusan Capaian Pembelajaran (CP).

Menyelaraskan kurikulum dengan Permendikdasmen No. 13/2025 (Struktur Kurikulum) dan No. 46/2025 (CP).

2

Isi

Tata kelola dan landasan akademik belum menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan.

Tidak adanya keselarasan antara CP dengan RPP yang disusun guru.

Melakukan review kesesuaian CP pada RPP terhadap regulasi terbaru.

Sinkronisasi tujuan mata pelajaran dengan Permendikdasmen No. 46/2025 tentang Capaian Pembelajaran.

3

Proses

Proses pembelajaran kurang menarik, tidak relevan, serta jadwal/beban belajar tidak selaras.

Pembelajaran tidak terstandar dan CP mapel tidak tercapai secara optimal.

Evaluasi KBM berkala dan penyesuaian jadwal berdasarkan regulasi yang berlaku.

Meningkatkan kompetensi pedagogik pendidik dan me-review jadwal sesuai beban belajar akademik.


C.  Analisis SWOT

Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan Kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan Kelemahan.

Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan Peluang, dan jika ”tidak siap” merupakan Ancaman.

Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka diperoleh analisis SWOT.

Contoh Analisis SWOT Berdasarkan Rapor Pendidikan dan EDS

No

Indikator Rapor Pendidikan

Standar SNP

Strength (Kekuatan)

Weakness (Kelemahan)

Opportunity (Peluang)

Threat (Tantangan)

1

Kemampuan Literasi (A.1)

SKL, Standar Proses, Standar Pendidik

Capaian literasi masuk kategori "Baik"; siswa mampu memahami isi teks dengan akurat.

Kemampuan refleksi dan evaluasi teks (berpikir kritis) masih di level dasar.

Adanya akses ke Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan bantuan buku bacaan bermutu dari Kemendikdasmen.

Tingginya durasi penggunaan gawai untuk hiburan dibandingkan untuk membaca konten edukatif.

2

Kemampuan Numerasi (A.2)

SKL, Standar Proses, Standar Pendidik

Mayoritas siswa menguasai kompetensi dasar bilangan dan pengukuran.

Penurunan skor pada kompetensi geometri, statistika, dan penalaran soal HOTS.

Ketersediaan pelatihan daring khusus numerasi bagi guru melalui webinar atau KKG/MGMP.

Persepsi negatif siswa yang menganggap numerasi sebagai materi yang sulit dan membosankan.

3

Karakter (A.3)

SKL, Standar Proses

Terbentuknya budaya religius melalui rutinitas doa bersama dan kegiatan hari besar.

Implementasi profil Pelajar Pancasila (terutama kemandirian dan gotong royong) belum konsisten.

Besarnya dukungan komite sekolah dan tokoh masyarakat dalam program pembinaan karakter.

Dampak negatif konten media sosial yang bertentangan dengan norma kesantunan dan etika.

4

Kualitas Pembelajaran (D.1)

Standar Proses, Standar PTK, Standar Sarpras

Guru telah menyusun perangkat ajar sesuai Kurikulum Merdeka dan melakukan asesmen awal.

Metode pembelajaran belum berdiferensiasi dan pemanfaatan TIK di kelas masih minim.

Tersedianya bantuan kuota internet pendidikan dan berbagai perangkat Chromebook dari pemerintah.

Pesatnya perkembangan teknologi AI yang mengharuskan guru beradaptasi cepat agar tidak tertinggal.

5

Kepemimpinan Instruksional (D.3)

Standar Pengelolaan

Kepala sekolah rutin melakukan supervisi akademik dan memberikan umpan balik kepada guru.

Tindak lanjut hasil supervisi belum terdokumentasi dengan rapi dalam program pengembangan diri.

Adanya komunitas belajar (Kombel) antar sekolah untuk berbagi praktik baik kepemimpinan.

Tuntutan administrasi manajerial yang tinggi seringkali menyita waktu untuk fokus pada mutu pembelajaran.


Setelah selesai menganalisi Rapor Pendidikan, EDS, dan SWOT, kita sudah mendapatkan data skunder dari satuan Pendidikan, selanjutnya data tersebut di inventarisir penyelesaian kesenjangan kondisi nyata sekolah berdasarkan data skunder yang sudah didapatkan.

Contoh tabel Inventarisasi Penyelesaian Kesenjangan Kondisi Nyata Sekolah berdasrkan Rapor Pendidikan dan EDS

No 

Rapor Pendidikan

Standar / Indikator

Kondisi Nyata Sekolah

Kondisi Ideal (Standar)

Kesenjangan

Alternatif Penyelesaian

1

Literasi (A.1)

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Kemampuan literasi dan numerasi siswa berada pada kategori baik namun belum merata.

Lulusan memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Sebagian siswa belum mencapai kompetensi minimum yang ditetapkan.

Penguatan pembelajaran literasi dan numerasi serta penguatan karakter secara terpadu.

Karakter (A.3)

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Peserta didik belum terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter berakhlak mulia dalam keseharian.

Pembiasaan kegiatan religius dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

Pembiasaan religius belum konsisten dilaksanakan oleh seluruh siswa.

Penguatan pembiasaan keagamaan dan budaya positif di lingkungan sekolah.

2

Numerasi (A.2)

Standar Isi

Kurikulum sekolah telah disusun sesuai ketentuan, namun penguatan literasi dan numerasi belum optimal.

Kurikulum dikembangkan secara kontekstual dan mendukung peningkatan kompetensi siswa.

Implementasi kurikulum belum sepenuhnya mendukung peningkatan literasi dan numerasi.

Penguatan pengembangan Kurikulum  Satuan Pendidikan (KSP).

3

Kualitas Pembelajaran (D.1)

Standar Proses

Proses pembelajaran sudah berjalan sesuai kurikulum, namun metode belum sepenuhnya inovatif.

Pembelajaran berlangsung aktif, kreatif, inovatif, dan berpusat pada siswa.

Inovasi dalam model pembelajaran masih perlu ditingkatkan.

Pelatihan model pembelajaran inovatif dan penguatan Komunitas Belajar (Kombel) guru.

Kualitas Pembelajaran (D.1)

Standar Proses

Pembelajaran belum sepenuhnya mengintegrasikan isu lingkungan hidup dalam materi.

Pembelajaran mampu mengintegrasikan isu lingkungan hidup sebagai bagian dari materi.

Proses pembelajaran belum mengaitkan konten dengan isu lingkungan hidup.

Penguatan pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.

 

Setelah di petakan kesenjangan dan alternatif sepeti pada tabel di atas, selanjutnya  melakukan langkah strategi berdasarkan  SWOT.

Contoh  Strategi Berdasarkan Analisis SWOT


No

 

Indikator

Strategi SO (Strength – Opportunity)

Strategi WO (Weakness– Opportunity)

Strategi ST (Strength–Threat)

Strategi WT (Weakness–Threat)

1

 

 

 

 

Literasi (A1)

 

 

 

 

 

 

 

Mengoptimalkan

kemampuan

literasi siswa

melalui

pemanfaatan

program nasional

literasi dan

ketersediaan

bahan bacaan

Meningkatkan

kemampuan membaca

pemahaman dan refleksi

teks melalui pelatihan

guru dan penguatan

pembelajaran literasi

 

 

 

Memanfaatkan

kemampuan literasi

siswa yang sudah baik

untuk menumbuhkan

budaya membaca guna

mengurangi pengaruh

negatif penggunaan

gawai

 

Mengembangkan

program pembiasaan

membaca dan

pengawasan

penggunaan gawai di

lingkungan sekolah

 

 

2

 

 

 

 

 

 

Numerasi 

(A2)

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengoptimalkan

kemampuan

numerasi siswa

dengan

memanfaatkan

program

penguatan literasi

dan numerasi dari

pemerintah

Meningkatkan

kompetensi guru dalam

pembelajaran numerasi

melalui pelatihan dan

pengembangan

profesional

 

 

 

Memanfaatkan

kemampuan numerasi

siswa untuk

meningkatkan

kemampuan

pemecahan masalah

pada konsep numerasi

yang lebih kompleks

 

Mengembangkan

program

pendampingan belajar

numerasi bagi siswa

yang mengalami

kesulitan

 

 

 

Utuk Kegiatan pada RKJM selanjuntya bagian ke 3 anda harus membaca ini "Menyusun program strategis RKJM berdasarka Data bagian ke 3 .