Sabtu, 30 Mei 2026

CONTOH LAPORAN BEST PRACTICE MODEL START PENGAWAS SEKOLAH DAN GURU

Contoh Laporan Best Practice Pengawas
BEST PRACTICE MODEL START


Penulis: Kurniawan
Pengawas Sekolah/Penjamin Mutu

 

Berikut adalah struktur dan contoh lengkap naskah laporan Best Practice menggunakan metode STAR yang sudah disesuaikan secara formal untuk masing-masing peran, baik sebagai Pengawas Sekolah maupun Guru.

Format ini dirancang agar scannable, profesional, dan siap digunakan sebagai contoh publikasi ilmiah atau artikel berbagi praktik baik.

Mengubah Paradigma Lama: Efisiensi Penyusunan RKJM Melalui Model Template Dinamis Berbasis Data Sebagai Percepatan Implementasi Pembelajaran Mendalam


A. Situasi (Situation)

1. Kondisi Ideal

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) atau Rencana Strategis (Renstra) merupakan fondasi utama bagi satuan pendidikan dalam menentukan arah kebijakan sekolah untuk empat tahun ke depan. Dokumen ini berfungsi memetakan ketercapaian mutu lulusan yang dicita-citakan. Perencanaan jangka menengah yang matang bukan sekadar pemenuhan dokumen formal, melainkan kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermartabat serta peningkatan mutu sekolah yang berkelanjutan.

2. Kondisi Riil di Lapangan

Berdasarkan hasil pendampingan dan pembinaan, dinamika tugas manajerial yang sangat padat di sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam menyelaraskan dokumen RKJM dengan kebutuhan riil di lapangan. Besarnya volume pekerjaan membuat energi tim di sekolah lebih banyak terserap pada aspek administratif teknis. Akibatnya, esensi RKJM sebagai "kompas strategis" dalam meningkatkan mutu dan pengembangan sekolah menjadi tantangan yang cukup berat untuk diwujudkan secara optimal.

3. Akar Masalah

Satuan pendidikan sering kali dihadapkan pada kerumitan menyelaraskan dokumen perencanaan dengan data riil (Berbasis Data). Keterbatasan waktu, biaya, dan rumitnya proses penyusunan manual tak jarang membuat dokumen RKJM sulit menjadi pijakan yang presisi dalam peningkatan mutu lulusan. Kondisi ini memicu munculnya draf RKJM yang kurang adaptif, sehingga esensi RKJM sebagai jembatan strategi pengembangan sekolah jangka menengah belum optimal dirasakan manfaatnya. Kesulitan dalam mensinkronisasi data inilah yang memicu kebutuhan mendesak akan alat bantu yang lebih efektif, praktis, dan mudah dipahami.


B. Tantangan dan Tugas (Challenge & Task)

1. Tugas Pengawas Sekolah

Sebagai Pengawas Sekolah, penulis memiliki tanggung jawab membangun kolaborasi sebagai jembatan dalam melaksanakan pendampingan sekaligus pembinaan. Penulis harus memastikan dokumen akuntabilitas sekolah—seperti RKJM, RKT, Kurikulum, dan ARKAS—bukan hanya dimiliki secara administratif, melainkan diimplementasikan secara optimal dengan penuh tanggung jawab sebagai penggerak mutu pembelajaran.

2. Inovasi "Template Lengkap Penyusunan RKJM Berbasis Data"

Berangkat dari keberhasilan inovasi sebelumnya dalam menyusun template Kurikulum yang berorientasi pada pembelajaran mendalam, penulis menciptakan sebuah terobosan baru yang berjudul "Template Lengkap Penyusunan RKJM Berbasis Data". Inovasi ini mengusung tiga pilar utama:

a. Efisiensi Tinggi:

Mengubah proses penyusunan yang rumit menjadi lebih praktis melalui langkah-langkah sistematis yang sudah terstruktur.

b. Dinamis & Fleksibel:

Bekerja layaknya 'jembatan otomatis'. Data dari Rapor Pendidikan tidak hanya sekadar angka, tetapi langsung dikonversi menjadi draf program kerja yang sinkron dengan Visi-Misi sekolah.

Template ini dirancang fleksibel agar dapat disesuaikan dengan karakteristik unik, potensi, dan tantangan spesifik masing-masing sekolah.

c. Berbasis Data (Data-Driven):

Mengintegrasikan sumber data mutakhir seperti Visi Sekolah, Rapor Pendidikan, dan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan.

3. Tujuan Inovasi

a. Tujuan Umum: 

Sebagai panduan praktis bagi sekolah binaan dalam menyusun dokumen RKJM.

b. Tujuan Khusus:

  1. Mensosialisasikan dan menerapkan model “Template Lengkap Penyusunan RKJM Sekolah Berbasis Data”.

  2. Membantu sekolah memiliki dokumen RKJM yang kontekstual dan berbasis data.

  3. Menumbuhkan budaya refleksi dan perbaikan mutu yang berkelanjutan di satuan pendidikan.

C. Aksi (Action)


Pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam aksi ini adalah model Inkuiri Kolaboratif, yang dijabarkan ke dalam empat tahapan terstruktur:

Tahap I: Mengidentifikasi

Penulis menganalisis kondisi nyata di sekolah binaan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen RKJM yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas sekolah telah memiliki dokumen RKJM, namun isinya belum terintegrasi dengan Visi-Misi sekolah, masih bersifat pajangan administrasi, dan belum menjadi regulasi arah kebijakan pembelajaran.

Tahap II: Desain (Merancang Template RKJM)

Penulis merancang template RKJM dengan struktur yang sederhana namun komprehensif, mencakup 6 bagian utama:

1. BAB I Latar Belakang:

Dokumen strategis pencapaian visi 4 tahun berdasarkan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, serta data EDS dan Rapor Pendidikan.

2. BAB II Profil Sekolah:

Memuat identitas, Visi, Misi, Tujuan, capaian Rapor Pendidikan, serta karakteristik PTK dalam bentuk format tabel yang praktis.

3. BAB III Analisis Kondisi Sekolah:

Mengintegrasikan analisis Rapor Pendidikan, Analisis EDS, Analisis SWOT, dan perumusan strategi hasil analisis.

4. BAB IV Program Pengembangan Sekolah:

Pemetaan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Program Kerja 4 tahunan sebagai peta jalan (roadmap) penyusunan RKT.

5. BAB V Monitoring dan Evaluasi:

Menjabarkan tujuan, prinsip, identifikasi indikator, jadwal pelaksanaan, pihak yang terlibat, evaluasi program, dan rencana tindak lanjut.

6. BAB VI Penutup:

Memuat kesimpulan dan harapan implementasi RKJM.

Tahap III: Implementasi (Pelaksanaan)

Strategi pelaksanaan dilakukan melalui dua langkah pendampingan:

a. Sosialisasi dan Latihan Penyusunan Draf:

Dilaksanakan bertahap dalam 3 skala:
  1. Skala Kecil: Uji coba draf pada 17 sekolah binaan (fokus pada penyelarasan Visi-Misi, analisis Rapor Pendidikan, dan pemetaan program 4 tahun).

  2. Skala Sedang: Sosialisasi draf hasil revisi dengan menggandeng rekan sejawat pengawas di kecamatan yang berbeda.

  3. Skala Besar: Sosialisasi meluas melalui kolaborasi dengan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan.

b. Pendampingan Review dan Revisi:

Mengawal tim pengembang sekolah dalam meninjau dan merevisi draf kasar hingga menjadi dokumen RKJM final yang siap dilaksanakan.

Tahap IV: Pengukuran (Evaluasi, Refleksi, dan Tindak Lanjut)

a. Evaluasi:

Dilakukan untuk memastikan tercapainya indikator kepemilikan dokumen RKJM yang kontekstual serta terbentuknya budaya mutu.

b. Refleksi:

Dilakukan bersama kepala sekolah dan guru di sekolah binaan secara terbuka. Hasil refleksi menunjukkan:
  1. Template memudahkan guru memahami benang merah antara visi, misi, tujuan, dan program kerja sekolah.

  2. Keterlibatan aktif guru meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) terhadap rencana pengembangan sekolah.

  3. Sekolah mulai menyadari pentingnya evaluasi tahunan sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu.

c. Tindak Lanjut:

  1. Menyempurnaan instrumen template berdasarkan masukan dari pengguna di lapangan.

  2. Melakukan diseminasi hasil inovasi ke sekolah di luar binaan melalui forum kolaborasi pengawas.

  3. Mendorong sekolah menjadikan refleksi tahunan sebagai budaya mutu di satuan pendidikan.

  4. Memperkuat komunitas belajar pengawas dan kepala sekolah sebagai wadah berbagi praktik baik.

D. Hasil dan Dampak (Result)

Penerapan inovasi “Template Lengkap Penyusunan RKJM Sekolah Berbasis Data” pada sekolah dampingan telah memberikan dampak nyata, antara lain:
Sekolah binaan kini memiliki dokumen RKJM yang kontekstual, berbasis data riil, dan disusun secara partisipatif melibatkan seluruh warga sekolah.

Sekolah memiliki peta jalan 4 tahun yang berorientasi jelas pada Visi Sekolah sebagai dasar mutlak penyusunan target tahunan yang terukur.
Mengubah status dokumen RKJM dari yang semula dokumen pasif (kebutuhan administratif belaka) menjadi dokumen hidup yang dijadikan acuan operasional.

Program kerja jangka menengah sekolah kini berorientasi penuh pada strategi pencapaian standar kompetensi lulusan secara terarah dan berkelanjutan.

E. Tindak Lanjut (Transferability)

  1. Akselerasi Imbasan (Diseminasi Meluas):
    Menyusun jadwal diseminasi secara terstruktur untuk memperluas penggunaan "Template Lengkap Penyusunan RKJM Berbasis Data" di luar 17 sekolah binaan awal. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi aktif dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di kecamatan lain serta Forum MKKS/KKPS Kabupaten Lampung Utara.

  2. Digitalisasi dan Penyempurnaan Sistem:
    Melakukan reviu berkala terhadap formula otomatisasi template berdasarkan masukan dari kepala sekolah pengguna. Rencana ke depan adalah mengonversi template berbasis dokumen/tabel ini menjadi aplikasi spreadsheet digital yang lebih interaktif agar proses penyerapan data Rapor Pendidikan menjadi jauh lebih instan.

  3. Pemberdayaan Komunitas Belajar (Kombel) sebagai Pengawal Mutu: Mengoptimalkan Kombel antar-sekolah binaan sebagai wadah evaluasi tahunan. Jadi, setiap tahun sekolah tidak perlu membuat RKJM baru dari nol, melainkan menggunakan Kombel untuk memantau ketercapaian target 4 tahunan yang sudah dipetakan oleh template tersebut.

  4. Sinkronisasi Total RKJM ke RKT dan ARKAS:
    Membimbing tim pengembang sekolah secara klinis untuk memastikan bahwa draf program 4 tahunan yang dihasilkan oleh template RKJM ini diturunkan secara presisi ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan dianggarkan secara nyata di ARKAS pada setiap pergantian tahun ajaran.

Untuk referensi baca juga di blog ini artikel Panduan Dan Cara Menulis Best Practice Dengan Model Start (Contoh Template Siap Salin)

Jumat, 22 Mei 2026

TEMPLATE KURIKULUM PEMBELAJARAN MENDALAM (PRAKTIS, SIAP COPY)

Template Kurikulum PM Lengkap Siap Copy
TEMPLATE KURIKULUM PM

Penulis :Kurniawan
Pengawas Sekolah/Penjamin Mutu


Kurikulum berfungsi sebagai pedoman utama bagi guru dalam mengajar, pengarah kegiatan belajar, dan sarana mewariskan nilai budaya serta membentuk peserta didik menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, cerdas, dan bertanggung jawab.

Kurikulum juga berperan strategis dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan tantangan kehidupan di masa depan. Dengan demikian, keberadaan kurikulum seharusnya menjadi kompas arah kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.

Template Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Pembelajaran Mendalam (PM) yang dirancang untuk memudahkan tim pengembang sekolah dalam menyusun kurikulum secara kontekstual dan terarah;

Berikut saya sajikan Template Kurikulum Pembelajaran Mendalam siap copy :

BAB I : KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

A. Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan


Deskripsikan Kondisi Satuan Pendidikan dilihat dari letak geografis dan lingkungan, kekhasan Daerah, sosial budaya, agama dan suku pada satuan pendidikan

                    Tabel 1.1 Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Aspek

Deskripsi

Letak Geografis & Lingkungan

Menjelaskan posisi sekolah dan kondisi lingkungan sekitar

Kekhasan Daerah

Menunjukkan potensi khas daerah yang bisa jadi sumber belajar

Sosial Budaya

Menggambarkan budaya masyarakat di sekitar sekolah

Agama dan Suku

Menyebutkan keragaman latar belakang agama dan suku siswa

 

B.   Landasan Pengembangan  Kurikulum

 

 

  1. Peraturan Menteri Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

  2. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 Kerangka Kurikulum.

  3. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 Tentang 8 mutu lulusan.

  4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37.

C.  Peran Satuan Pendidkan Dalam Masyarakat

                                    Tabel 1.2 Peran Satuan Pendidikan

Aspek

Peran Satuan Pendidikan

Pengembangan SDM

 

Pelestarian Budaya dan Nilai Luhur Bangsa

 

Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

 

 

D.  Deskripsi  Karakterisitk

         1.   Karakteristik  Murid

Tabel 1.3 Jumlah Murid Tahun Pelajaran 2025/2026

No

Kelas

Jeis Kelamin

Jumlah

L

P

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a.      Kelompokkan berdasarkan pekerjaan orang tua (buatkan diagram lingkaran/batang

Diagram 1.4 Pekerjaan Orang Tua

Diagram Pekerjaan Orang Tua
Diagram Kelompok Pekerjaan Orang Tua

b.      Capaian Rapor Pendidikan

 Tabel 1.4 Data Pendidikan SD /SMP

No

Kode

INDIKATOR

Utama

Tahun Capaian

Delta

Kemampuan Siswa

2024

2025

Di atas

Mencapai

Di Bawah

Jauh di bawah

A 1

Literasi

77,78

72,64

-      1,7

3,33%

73,33%

13,33%

10%

A 2

  Numerasi

65,28

61,67

-      3,6

6.67%

76,67%

16,67%

0%

A.3.

dan seterusnya

 

 

-       

BAIK

 

 

 

-       

 

E

 

 

 

-       

 

 

            2.      Karakteristik Pendidik

Tabel 1.5 Data Pendidikan SD /SMP

No

Nama Pendidik

L/P

Jabatan

Status

Kualifikasi Pendidkan

Sertifikasi

1

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            3.      Karakteristik Tenaga Kependidikan

Tabel 1.5 Data Tenaga Kependidikan

No

Nama Tendik

L/K

Jabatan

Status

Kualifikasi

1

…..

 

 

 

 

2

…..

 

 

 

 

 

Dst

 

 

 

 

 

            4.      Tabel Inventarisasi Sarana (Barang dan Peralatan)

Tabel 1.6 Inventaris Sarana SDN

No.

Nama Barang

Lokasi (Ruangan)

Kode Inventaris

Jumlah Total (Unit)

Kondisi Baik (Unit)

Kondisi Rusak (Unit)

Tahun Perolehan

1.

Meja Siswa

 

 

 

 

 

 

2.

Kursi Siswa

 

 

 

 

 

 

3.

Proyektor LCD

 

 

 

 

 

 

4.

Komputer PC

 

 

 

 

 

 

5.

Papan Tulis

 

 

 

 

 

 

6.

Buku Teks Matematika

 

 

 

 

 

 

 

          5.      Kemitraan SDN/SMP

Tabel 1.7 Kemitraan Sekolah

No.

Jenis Kemitraan

Pihak yang Terlibat

Bentuk Kegiatan

Manfaat untuk Sekolah

1

Internal Sekolah

 

 

 

2

Orang Tua/Komite

 

 

 

3

Kesehatan

 

 

 

4

Dunia Usaha/Industri

 

 

 

5

Pemerintah

 

 

 

6

Masyarakat/Tokoh Lokal

 

 

 

7

Alumni Sekolah

 

 

 

 

     6.         Analisis SWOT Pembelajaran Mendalam

Tabel 1.8 Analisis SWOT dengan Pembelajaran Mendalam (PM)

Elemen Desain Pembelajaran Mendalam

Kekuatan (Strengths)

Kelemahan (Weaknesses)

Peluang (Opportunities)

Ancaman (Threats)

Praktik Pedagogis

 

 

 

 

Penciptaan Lingkungan Belajar

 

 

 

 

Kemitraan Pembelajaran

 

 

 

 

Pemanfaatan digital

 

 

 

 

 

BAB II : VISI, MISI, DAN TUJUAN


A.    Tujuan Pendidikan Nasional  (Acuan Visi baik tersirat/tersurat)

Tujuan Nasional Pendidikan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan pada pasal 3 yang mengatakan bahwa:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” … (dan seterusnya)


   B.       Visi Sekolah SD/SMP

Tabel 2.1 Visi Sekolah SD/SMP

VISI

 

Indikator

Definisi (Mutu Lulusan) Permendikdasmen no 10 tahun 2025

Terwujudnya murid yang                   Berprestasi, Mandri, beriman dan bertqwa serta memiliki kompetensi                                      digital dalam pembelajaran berbasis Teknologi

 

Prestasi

Murid Memiliki Prestasi dalam bidang keagamaan, Kepedulaian lingkungan, Sains dan teknologi, Seni, inovasi, olahraga, menulis dan bercerita

 

Mandiri

Murid      Mampu     bertanggung jawab, berinisiatif,     dan     beradaptasi dalam pembelajaran serta pengembangan diri

 

 

Beriman dan bertaqwa

Murid Memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tercermin dalam perilaku berakhlak mulia, taat aturan, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, serta  berpartisipasi  aktif  sebagai  warga sekolah dan masyarakat..

Kompetensi Digital

Murid Memiliki kemampuan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran

 

       C.     Misi Sekolah SD/SMP

Tabel 2.2 Misi Sekolah SD/SMP

Indikator Visi

Misi (cara mencapai Visi)

Prestasi

Misi 1. Prestasi Dalam bdang agama

Menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah dan luar sekolah

Misi 2. Prestasi Kepedulia Lingkungan

Menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui peran aktif dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan sekolah.

Misi 3. Prestasi dalam bidang sains dan teknologi

Meningkatkan kemampuan sains dan teknologi melalui pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berbasis teknologi.

 

     D.     Tujuan Sekolah SD/SMP

Tabel 2.3 Tujuan Sekolah  SD/SMP

Misi

Tujuan Sekolah

SMART (Fokus, Terukur, Dapat tecapai, Relevan, Waktu )

Misi 1. Prestasi Dalam bdang agama

Menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah dan luar sekolah

Terwujudnya minimal 95% murid yang taat beribadah dan berperilaku akhlak mulia melalui pembiasaan keagamaan harian pada akhir tahun 2029.

Misi 2. Prestasi Kepedulia Lingkungan

Berperan aktif dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan sekolah

Terwujudnya minimal 90% murid yang berperan aktif dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan sekolah melalui kegiatan pembiasaan peduli lingkungan pada akhir tahun 2029

Dan setrusnya sesuai dengan kondisi sekolah

….

Misi Bertanggugjawab

Menumbuhkan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban belajar serta kegiatan pengembangan diri

Terwujudnya minimal 90% murid yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas pembelajaran dan kegiatan pengembangan diri melalui pembiasaan disiplin belajar pada akhir tahun 2029

…….

……

…….

…….

Contoh indikator dan misi yang disajikan dalam template ini bersifat ilustratif. Satuan pendidikan dapat memilih dan menyesuaikan indikator serta misi sesuai dengan kondisi, potensi, dan karakteristik sekolah.


BAB III:  PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN


A.   Pengorganisasian Pembelajaran Intrakurikuler

1.  Pengorganisasian Muatan Pembelajaran Intrakulikuler SD/SMP…. Tahun Pelajaran 2025/2026

                       Tabel 3.1 Muatan Pembelajaran Intrakulikuler


No

Pelajaran wajib

Kelas

Pelajaran mulok

Kelas

1

Pendidikan agama

I- VI

Bahasa Lampung

I- VI

2

Pendidikan Pancasila

I- VI

Pendidikan anti korupsi

I- VI

3

Bahasa Indonesia

I- VI

Bahasa Inggris (jika sekolah ingin menyelengarakan),memiliki SDM  dan disepakati )

I-II

4

Matematika

I- VI

5

Ilmu penegtahuan alam dan sosial

III- VI

6

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

I- VI

 

 

7

Seni

I- VI

 

 

8

Bahasa inggris

III- VI

 

 

 

Mapel Pilihan

 

 

 

9

Koding dan kecerdasaan artifisial

   V-VI

 

 

 

              2.      Muatan Struktur Kurikulum Mata Pelajaran SDN/SMP…

Struktur Kurikulum (Permendikdasmen no 13 tahun 2025)

a.        Alokasi waktu Mata Pelajaran SDN… Fase A Kelas I dan II

               Tabel 3.2. Alokasi Waktu Mata Pelajaran Fase A kelas I

No

Mata Peljaran Wajib/Mulok dan Pilihan

Alokasi Muatan Pelajaran Intrakurikuler Pertahun

Kokurikuler Pertahun

Total Pertahun

1

Pendidikan agama

108(3)

36

144

2

Pendidikan Pancasila

144(4)

36

180

3

Bahasa Indonesia

252(7)

36

288

4

Matematika

144(4)

36

180

5

PJOK

108(3)

36

144

6

Seni

108(3)

36

144

7

Bahasa lampung

72(2)

-

72

8

Pendidikan anti Korupsi

36(1)

-

36

        
                            Tabel 3.3. Alokasi Waktu Mata Pelajaran Fase A Kelas II

No

Mata Peljaran Wajib/Mulok dan Pilihan

Alokasi Muatan Pelajaran

Intrakurikuler Pertahun

Kokurikuler Pertahun

Total Pertahun

1

Pendidikan agama

108 (3)

36

144

2

Pendidika Pancasila

144 (4)

36

180

3

Bahasa Indonesia

288 (8)

36

324

4

Matematika

180(5)

36

216

5

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

108 (3)

36

144

6

Seni

108 (3)

36

144

7

Bahasa lampung

72 (2)

-

72

8

Pendidikan anti Korupsi

36 (1)

-

36

 

b.     Jadwal Kegiatan Pembelajaran SDN … Kelas I sampai dengan Kelas VI

1)        Contoh  Jadwal Pelajaran  Kelas  I  (masukan jadwal)  Jika ingin bahasa inggris dimasukan dalam KBM

 

JAM

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

07.15-07.30

UPACARA

BTQ

Shalat Duha

Pembiasaan

Baik

Senam

 ........

07.30-08.05

Upacara

Matematika

Bahasa

Indonesia

Matematik

PJOK

KO

08.05-08.40

Bahasa

Indonesia

Matematika

Bahasa

Indonesia

Matematik

PJOK

KO

08.40-09.15

Bahas

Indonesia

Pendidikan

Pancasila

Seni

Anti korupsi

PJOK

KO

09.15-09.30

 

ISTIRAHAT

09.30-10.05

Seni

Pendidikan

Pancasila

Seni

Agama

Bahasa

indonesia

KO

10.05-10.40

Bahasa

inggris

Agama

Pendidikan

Pancasila

Bahasa

Lampung

Bahasa

indonesia

KO

10.40-11.15

Bahasa

inggris

Agama

Pendidikan

Pancasila

Bahasa

Lampung

Bahasa

indonesia

KO

       

      B.   Pengorganisasian Pembelajaran Kokurikuler 

           Tabel 3.6 Pengorganisasian Kolaboratif Kokulikuler Lintas Disiplin Ilmu

Kolaboratif Kokulikuler

Kegiatan

Perencanaan

  1. Analisis/Identifikasi Kebutuhan; Kebutuhan terkait dengan CP yang beririsan antar mapel dan dibutuhkan untuk ketercapaian CP atau penguatan CPnya

  2. Menetukukan profil Lulusan ; Menetukan Profil lulusan yang akan dicapai

  3. Penetuan Tema dan tujuan kokurikuler dari tema ;Membuat Tema terkait denga integrasi Capaiannya

  4. Mengintegrasikan Lintas mapel ;Menetukan Maple yang akan diintegrasikan kedalm bentuk kokurikuler

Desain/Rancangan

Menyusun Modul Kegiatan /RPP, alokasi waktu, tujuan, indikator, instrument pnegukuran

Pelaksanaan

Pelaknsanaan Kegiatan 

Evaluasi

Melakukan evaluasi ketercapian tujuan berdasarkan indikator tema

Refleksi

Mencatat keberhasilan dan ketidak berhasilan kegiatan

Tindaklanjut

Menindaklanjuti untuk perbaikan progress selanjutnya (Siklus II)

 

   C.   Pengorganisasian Pembelajaran  Ekstrakurikuler

                1.      Ekstrakurikuler  Pengembangkan Potensi

Tabel 3.8 Pengorganisasian Pembelajaran  Ekstrakurikuler

No

Ekstrakulikuler

Tujuan

Potensi

Peserta

Pelaksana/pelatih

1

Pramuka

Membentuk Siswa  yang berkarakter baik, memiliki jiwa patriotik, bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.

Membangun karaktaer dan kepribadian siswa

Siswa Kelas I s.d Kelas VI

 

…….

 

              2.      Jadwal dan Materi Kegiatan  Ekstrakulikuler Pramuka

Tabel 3.9 Contoh Format Jadwal Materi Kegiatan

No

Nama Ekstrakulikuler

Materi

Bulan

Juli

Agustus

….

1

2

3

4

 

 

 

 

1

Pramuka

 Simpul

V

V

 

 

 

 

 

 

….

 

 

V

V

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D. Kalender Pendidikan 

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari disusun oleh sekolah atau pemerintah daerah mengacu pada standar pendidikan nasional.(masukan Kalender Pendidikannya)

 

BAB IV : PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A. Rencana Pembelajaran Untuk Ruang Lingkup Satuan Pendidkan

1. Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Perencanaan pembelajaran mendalam, satuan pendidikan perlu memperhatikan:

a. Prinsip pembelajaran Mendalam dan asesmen.

Tabel 4.1 Prinsip Pembelajaran Mendalam

Prinsip Pembejaran Mendalam

Prinsip Asesmen

Berkesadaran, memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri.

Penilaian hasil belajar murid dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara berkeadilan;

pendidik melakukan penilaian yang tidak bias oleh latar belakang, identitas, atau kebutuhan khusus murid.

Bermakna, menerapkan pengetahuannya secara kontekstual.

Penilaian hasil belajar murid dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara objektif.

Menggembirakan, suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi agar murid terhubung secara emosional untuk  lebih mudah memahami, mengingat, dan  menerapkan pengetahuan.

Penilaian hasil belajar murid dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara edukatif.



 b. Pengalamaan Pembelajaran

Pembelajaran mendalam memberikan pengalaman belajar kepada murid dengan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pengalaman belajar ini merupakan aktivitas yang direncanakan dan diberikan oleh pendidik.

                                       

            Tabel 4.2. Kondisi Satuan Penddikan Menyusun pembelajaran Mendalam

Pertanyaan

Kondisi Nyata

Mendorong murid untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksikan pengetahuan  dalam berbagai disiplin ilmu?

 

Menyusun materi pembelajaran yang membantu murid sampai pada pemahaman konseptual, bukan hanya sekadar mengingat?

 

Mengaitkan materi dengan konteks nyata dan relevan bagi kehidupan murid?

 

Mengembangkan strategi agar murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari?

 

Menciptakan rasa senang, antusiasme, dan rasa aman bagi murid untuk belajar?

 

Membantu siswa menghubungkan pengetahuan awal mereka dengan pengetahuan baruyang akan dipelajari?

 

Mengajak murid untuk berpikir kritis, berefleksi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah dalam konteks nyata?

 

Menyusun asesmen untuk membantu murid memahami kekuatan dan kelemahan mereka dalam belajar?

 

 

2.      Perencanaan Pembelajaran Intrakurikuler

                                Gambar 4.1 Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan Alur Pembelajaran CP-TP-Asesmen
Alur CP-TP dan Asesmen



Berikut adalah alur dalam menyusun perencanaan pembelajaran intrakurikuler:

a. Menganalisis Capaian Pembelajaran

                            Tabel 4.3. Capaian Pembelajaran Pendidkan Pancasila Fase A

Elemen

Capaian Pembelajaran

Pancasila

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambing negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Bhineka Tunggal Ika

Mengenal semboyan Bhinneka Tunggal Ika; mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta  agama  dan  kepercayaan  di lingkungan sekitar.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Mengenal karakteristik lingkungan tempat Tinggal dan sekolah, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik       Indonesia; menceritakan dan mempraktikkan bekerja sama menjaga lingkungan sekitar dalam

keberagaman.

 

b.    Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tabel 4.4 Tujuan  Pembelajaran Pendidkan Pancasila Fase A

Elemen

Capaian Pembelajaran

Kompetensi

Konten/Materi

Tujuan Pembelajaran

Takso

Solo

Kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

c.    Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran  

Tabel 4.5 Alur Tujuan Pembelajaran dan  KKTP

No

ATP

JP

Indikator Tujuan

Bentuk Tes

KKTP

1

TP1. Murid Mengenal bendera Negara Indonesia

4

1.      Murid mengeal warna Bendera Negara Indonesia

2.      Anak mampu mengambar bendera Indonesia

3.      Anak mampu mebedakan bendera indonesia dengan Negara lain

 

PG/Esay

Menyebutkan Warna bendera Indonesia



Mengambarkan bendera Indonesia


Membedakan bendara Indonesia dengan Negara lain

 

d.    Perencanaan Asesmen Pembelajaran

Tabel 4.7. Tujuan Asesmen Formatif Awal Pembelajaran

No.

Tujuan

Manfaat

1

Mengetahui Kesiapan Belajar

Menggali sejauh mana siswa siap menerima materi baru

2

Mengidentifikasi Pengetahuan Awal

Mengetahui pemahaman atau pengalaman siswa terkait materi yang akan dipelajari. 

3

Mengungkap Kebutuhan Belajar

Menemukan hambatan atau kesulitan yang mungkin dihadapi siswa

4

Memetakan Minat dan Potensi

Memahami semangat belajar, minat siswa, dan potensi mereka

5

Memberi Umpan Balik

Menjadi dasar bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan bagi siswa untuk berefleksi. 

 

Tabel 4.8 Jenis Asesmen Formatif Awal

No.

Instrumen

Bentuk Kegiatan

1

Kuis Singkat atau Pertanyaan Lisan

Mengajukan pertanyaan sederhana untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang topik tertentu

2

Observasi

Mengamati aktivitas belajar siswa di kelas untuk memahami cara mereka belajar dan berinteraksi

3

Wawancara

Melakukan percakapan dengan siswa untuk menggali informasi tentang minat, pengalaman, dan pandangan mereka terhadap materi pelajaran. 

4

Lembar Kerja Siswa

Siswa mengerjakan lembar kerja yang berisi pertanyaan atau tugas untuk menunjukkan pemahaman mereka sebelumnya

5

Angket

Menggunakan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan informasi tentang latar belakang siswa dan kebiasaan belajar mereka. 

             

                Tabel 4.9 Contoh Jenis Instrumen Asesmen Proses Pembelajaran

Jenis Instrumen

Bentuk kegiatan

Observasi

Guru mengamati secara langsung bagaimana siswa bekerja atau mempraktikkan keterampilan tertentu

·         Diskusi

Melibatkan siswa dalam diskusi untuk menguji pemahaman dan kemampuan berpikir kritis mereka. 

Refleksi dan Jurnal

Siswa diminta untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan mencatatnya dalam jurnal

Kuis atau Tes Singkat

Pertanyaan atau tes tertulis secara berkala untuk mengecek pemahaman siswa. 

 

e.    Asesmen Sumatif

Tabel 4.10 Jenis Instrumen dan Bentuk Kegiatan

Jenis  Instrumen

Bentuk Kegiatan

Tes tertulis

Ulangan harian atau ujian akhir semester)

Proyek atau produk

Membuat diorama, model miniatur, atau produk digital)

Presentasi

Tes lisan

Unjuk kerja atau penilaian kinerja

Praktik

Portofolio

Kumpulan hasil kerja siswa

 

f.     Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

1.      Menggunakan Deskripsi 

Tabel 4.11. Contoh Deskripsi KKTP

Kriteria

Belum Tercapai

Tercapai

Murid mampu menyebutkan warna bendera Indonesia dengan benar secara mandiri  dan percaya diri 

Murid Mampu mengambarkan bendera Indonesia dengan benar secara mandiri  dan percaya diri 

Murid mampu membedakan dengan benar bendera Indonesi dengan Negara lain secara mandiri  dan percaya diri 

    
    2.      Menggunakan Rubrik 

Tabel 4.12 Contoh Rubrik Deskripsi KKTP

Aspek

Baru Berkembang

Layak

Cakap

Mahir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    
    3.      Menggunakan Skala Interval  Nilai

Tabel 4.13 Contoh Rubrik Deskripsi KKTP

TP

Kriteria Ketercapaian

Skala (1)

Belum Muncul

Skala (2)
Mulai Muncul

Skala (3)
Cukup

Skala (4)
Baik

Skala (5)
Sangat Baik

Murid Mengenal bendera Negara Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 g.    Pengelolaan Hasil Asesmen

Tabel 4.14. Pengelolaan Tujuan Pembelajaran

No.

Mata Pelajaran

TP 1

TP 2

TP 3

TP 4

TP 5

TP 6

TP 7

Hasil Akhir

1

Pancasila

55*

75

90

83

75,75

2

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

67

85

53*

68

90

55*

88

3

Bahasa Indonesia

80

60

60

87


Keterangan

·         TP = Tujuan Pembelajaran

·         (*) = Nilai belum tuntas / perlu tindak lanjut (remedial)

·         Hasil Akhir = Rata-rata nilai TP yang tuntas

h. Pelaporan Hasil Pembelajaran

Tabel 4.15 Pengelolaan Hasil pembelajaran Lingkup Materi

Nama Murid

Sumatif Lingkup Materi

Nilai Rapor

Melakukan penjumlahan bilangan cacah (20%)

Mengukur panjang dengan satuan baku (20%)

Menyusun dan menguraikan berbagai bangun datar (20%)

Menyajikan data dalam bentuk diagram gambar (40%)

Edo

85 (17)

83 (17)

60 (12)

84 (34)

80

Dayu

64 (13)

68 (14)

40 (8)

96 (38)

73

Siti

87 (17)

79 (16)

80 (16)

78 (31)

80

Lani

90 (18)

90 (18)

90 (18)

94 (38)

92

 

i.     Pengelolaan Hasil pembelajaran Persentasi

Tabel 4.16 Pengelolaan Hasil pembelajaran Persentasi

Nama Murid

Sumatif  Lingkup Materi

Nilai Rapor (Pembulatan Normal)

Melakukan penjumlahan bilangan cacah

Mengukur panjang dengan satuan baku

Menyusun dan menguraikan berbagai bangun datar

Menyajikan data dalam bentuk diagram gambar

Edo

83 Tercapai

83

Tercapai

60

Tidak Tercapai

84

Tercapai

75

3 dari 4 Tercapai

Dayu

64

Tidak Tercapai

78

Tercapai

40

Tidak Tercapai

80

Tercapai

50

2 dari 4 Tercapai

Siti

87 Tercapai

79 Tercapai

80

Tercapai

78

Tercapai

100

4 dari 4 Tercapai

Lani

90

Tercapai

90

Tercapai

90

Tercapai

94

Tercapai

100

4 dari 4 Tercapai

 


3.      Perencanaan Pembelajaran Untuk  Kokurikuler

Tabel 4.17 Perencanaan Kokurikuler

No.

Kegiatan

Deskripsi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penetuan Tim Kerja

Pembentukan tim kerja. Pembentukan tim ini dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan kokurikuler berjalan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkesinambungan.

Tim kerja kokurikuler yang terdiri atas kepala satuan pendidikan, guru yang ditugaskan sebagai koordinator

kokurikuler (dalam peraturan yang mengatur beban kerja guru disebut coordinator pembelajaran berbasis projek), guru kelas dan/atau guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, serta warga satuan pendidikan lainnya yang relevan

Peran Kepala Sekolah

Memimpin penyusunan kesepakatan dan regulasi pendukung;

Menentukan koordinator kokurikuler;

Memimpin implementasi kegiatan kokurikuler dengan menjadi penanggung jawab;

Memimpin analisis kebutuhan untuk menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikuatkan bersama koordinator dan guru kelas/ mata pelajaran;

Memimpin upaya keterlibatan semua pihak danmembangun jejaring kemitraan untuk keperluan kegiatan kokurikuler.

Peran Pendidik

(Koordinator dan fasilitator)

Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola kegiatan kokurikuler di satuan pendidikan;

Membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi (masyarakat, komunitas, universitas, praktisi);

Mengomunikasikan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, dan kebijakan pendidikan nasional kepada lingkungan satuan pendidikan, orang tua murid, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait);

Mengelola sistem pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang dibutuhkan guru dan murid;

Memastikan kolaborasi pembelajaran terjadi di antara para guru yang tergabung di dalam tim sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar;

Memastikan kokurikuler memiliki aktivitas yang kaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif; dan

Memastikan rancangan kokurikuler dan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.

Guru Mata Pelajaran/

Guru Kelas sebagai

fasilitator kokurikule

Bersama-sama koordinator menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kokurikuler;

Menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajari murid dalam kegiatan kokurikuler;

Melakukan asesmen kokurikuler.

Tenaga Kependidikan

Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.

Warga satuan

pendidikan lainnya

Sebagai mitra dan ikut menjaga ekosistem yang kondusif.

2

Analisis Satuan Pendidikan

 

Tahapan kerja selanjutnya adalah analisis satuan pendidikan. Kegiatan kokurikuler memiliki tujuan akhir untuk mencapai delapan dimensi profil lulusan melalui kurikulum satuan pendidikan, sehingga semua bentuk kegiatan kokurikuler berorientasi pada kebutuhan belajar murid dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.

3

Menyusun Perencanaan

Menyusun Kegiatan perencanaan sesuai dengan Hasil analisis Kebutuhan melalui berbagai alat atau instrument (observasi, diskusi, analisis dokumen hasil belajar, penguatan dimensi 8 profil yang perlu peningkatan). Dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

Minat dan bakat serta CP yang belum optimal dicapai dalam kegiatan intra, sehingga dapat dioptimalkan dalam kegiatan kokurikuler

Sumber Daya yang dimiliki, (SDM, Sumberdaya Fisik, Finansial, sumberdaya lingkungan)

Kondisi kontekstual dan social yang terkait dengan kehidupan keseharian murid.

4

Asesemen dan Tindak Lanjut

Mengetahui apakah kegiatan telah mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, termasuk mengukur tingkat keberhasilan, efektivitas, dan dampak kegiatan. Evaluasi bukan hanya melihat hasil, tetapi juga proses. Dengan demikian, perlu mengukur proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Di akhir, evaluasi mengukur ketercapaian tujuan dengan mekanisme yang sesuai dengan bentuk kegiatan.

Memastikan keterkaitan kegiatan kokurikuler dengan intrakurikuler dan ketercapaian delapan dimensi profil lulusan mengacu pada alur perkembangan kompetensi delapan dimensi profil lulusan.

Memberikan umpan balik seperti kekuatan, kelemahan, hambatan selama implementasi. Umpan balik digunakan untuk memodifikasi dan penyempurnaan kegiatan kedepannya. Masing-masing pihak yang terlibat akan memperoleh umpan balik sesuai dengan tugas dan fungsinya, sehingga masing-masing dapat memperbaiki dan meningkatkan peran mereka dalam kegiatan ini.

Menyediakan data dan bukti otentik bagi kepala satuan pendidikan untuk melanjutkan kegiatan / menghentikan kegiatan / melanjutkan kegiatan dengan perbaikan dan pengembangan. Keluaran dari evaluasi bukan hanya penilaian tentang efektivitas tetapi juga data otentik tentang pelaksanaan kegiatan. Sehingga kepala satuan pendidikan dapat melakukan perbaikan dengan berdasarkan data dari hasil evaluas

 

Tabel 4.18 Pemetaan Tema Kokurikuler Berdasarkan Analisis Kebutuhan

 Kegiatan 7 KAIH kelas 1 s.d VI SDN

No

Profil lulusan

Tema/Program Kegiatan Sekolah

Tujuan

Indikator Kebrhasilan

Kegiatan 7 KAIH

Jenis Kegiatan

Kelas

Semester

Alokasi Waktu

Jumlah Jam /Tahun

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

No

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.   Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Kelas

       1.        Perencanaan  Pembelajaran Intrakurikuler

               a.    Peencanaan Pembelajaran

Tabel 4.19 Perencanaan Pembelajaran Intrakurikuler

 

Tahapan Kegiatan

Pelaksanaan

Tujuannya

Melakukan Perencanaan

Identifikasi

Identifikasi murid (Pendidik merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran),


Memahami Kaarakteristik Materi Pembelajaran

Menetukan Dimensi Profil Lulusan

Untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid sehingga rancangan pembelajaran sesuai dengan tahap capaian murid

Desain

Menentukan Tujuan pembelajaran disusun dari CP dengan mempertimbangkan karakteristik murid

Menetukan Kerangka Pembelajaran (Praktik pedagogis; Kemitraan; Lingkungan pembelajaran Pemenafaata digital)

Untuk memastikan pembelajaran yang efektif, sistematis, dan berpusat pada siswa, sehingga guru dapat merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi unik setiap murid, sekaligus dapat menganalisis dan memprediksi keberhasilan pembelajaran secara akurat. Ini membantu mengarahkan guru untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum. 

 

 Pengalaman Pembelajaran

Merancang Pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna dan mengembirakan

Mendeskripsikan pengalaman pembelajaran dengan memahami, mengaplikasikan dan merefleksi

Terselangaranya  pembelajaran yang memberi pengalaman belajar yang mendalam, dengan menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran,

bermakna, dan menggembirakan. Selama proses pembelajaran, pendidik dapat melakukan asesmen proses untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh murid

Asesmen pembelajaran

 

Melakasnakan Asesmen pembelajaran bentuk asesmen meliputi asesmen formatif dan sumatif.

 

Memberikan informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar murid. Mengenai murid yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar dan murid yang berhasil mencapai tujuan yang ingin dicapai

 

 

 

 

b.     Kerangka Perencanaan  Pembelajran Intrakurikuler

Tabel 4.20 Kerangka Perencananan Pembelajaran

Identifikasi

Asesmen pada awal pembelajaran (opsional):

Tuliskan strategi penilaian yang digunakan pada awal pembelajaran dan tindak lanjut hasil asesmen awal.

Dimensi Profil Lulusan:

Tulis  dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

Desain Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran:

Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Praktik Pedagogis:

Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang

dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran

kontekstual, dan sebagainya.                                               

Kemitraan Pembelajaran (opsional):

Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industry kerja, institusi, atau mitra profesional.

Lingkungan Pembelajaran:

Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman,dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).

Pemanfaatan Digital (opsional):

 Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif,  dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran,  perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

 

 

 

c.     Contoh RPP Pembelajaran Intrakurikuler

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Penyusun         :  

Mata Pelajaran           : Pendidikan Pancasila

Kelas/ Semester         : 2/I

Alokasi Waktu            : 2x (35 Menit)

 

A. Identifikasi

Murid

Murid memiliki pengetahuan dasar materi yang bervariasi terkait dengan aturan keluarga .Murid cendrung memiliki gaya belajar visual

Materi Pelajaran

Aturan di rumah

menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Dimensi Profil Lulusan

·      Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME

·      Kolaborasi

·      Komunikasi

B. Desain Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

1.2. Elemen: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Peserta didik mengenal aturan di lingkungan keluarga;

Tujuan Pembelajaran

1.   Murid dapat mengnal aturan dilingkunagan keluarga melalaui kegiatan diskusi dan tanya jawab (uni Struktural)

2.   Murid mampu menunjukan prilaku mamatuhi aturan di lingkunagan keluarga Melalui kegiatan menggambar (multi Struktural)

Topik Pembelajaran

Rumahku, Aturanku

Praktik Pedagogis

·      Guru Menggnakan Pembelajaran Berbasis Proyek Sederhana “membuat poster aturan rumah sederhana” dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. pembejaran juga menggunakan prisnsip berkesadaran, bermakana dan mengembirakan


Alat dan bahan ( Media)

·      Papan tulis dan spidol.

·      Kartu-kartu bergambar yang menunjukkan kegiatan sehari-hari di rumah (misalnya, merapikan mainan, mencuci tangan sebelum makan, berpamitan).

Pensil, krayon dan LKPD

 

Kemitraan Pembelajaran

Orang tua

Berdiskusi aturan di rumah dengan anak-anak sebelum pelajaran dimulai.

Lingkungan

Pembelajaran

·      Menmanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang fisik dengan  menghidupkan suasana diskusi yang kondusif

·      Siswa diberikan kesempatan berpendapat tanpa rasa takut

Pemanfaatan Digital

Menampilkan video atau animasi pendek tentang aturan di rumah menggunakan proyektor

Video Pembelajaran https://www.youtube.com/watch?v=kXzL2WtCg7k

C. Pengalaman Belajar

Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (10

Menit)

1.      Guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar murid

2.      Guru mengecek kehadiran murid

3.      Guru dan murid berdoa bersama

4.      Guru mengecek kesiapan belajar murid

5.      Guru mengajak murid menyanyikan lagu garuda Pancasila https://www.youtube.com/watch?v=JTZhCGbsCSI&list=RDJTZhCGbsCSI&start_radio=1

6.      Guru menunjukkan sebuah gambar keluarga yang sedang beraktivitas di rumah dan bertanya, "Apakah kalian tahu, kenapa keluarga ini bisa hidup rukun dan tertib?" Guru mengarahkan jawaban ke konsep aturan.

7.      Guru menyampaikan tujuan dan manfaat dalam bagi siswa

 

INTI (50

Menit)

Memahami (prinsip pembelajaran yang digunakan bermakna dan menggembirakan)

Sintaks 1 : Orientasi peserta didik kepada masalah:

                                          


Pertemuan ke 1.  (Memahami)

  1. Murid mengidentifikasi melalui berdiskusi dengan keluarga tentang aturan keluaraga

  2. Murid melakukan tanya jawab terkait informasi yang didapat dari video yang ditotnto

  3. Murd menyimpukan dari hasil diskusi dengan keluarga dan video yang ditonton disekolah

Pertemuan Ke 2. (Mengaplikasi)
  1.  Murid membuat poster aturan rumah sederhana
Pertemuan Ke 3.(Merfleksi)

  1. Murid mempresntasikan hasil poster denga bahasa yang jelas dan mudah dipahami

  2. Murid memberikan tanggapan / umpan balik

PENUTUP

(10 Menit)

1.      Guru merangkum kembali materi yang telah dipelajari, menekankan bahwa aturan dibuat agar hidup kita tertib dan damai.

2.      Guru dan murid merefleksikan pembelajaran hari ini (kegiatan apa yang paling disukai?)

3.      Guru memberikan tugas sederhana, yaitu meminta murid untuk berdiskusi dengan orang tua mereka tentang satu aturan baru yang bisa mereka buat bersama di rumah.

4.      Guru menutup pelajaran dengan doa bersama

 

F. Asesmen dan Tindak Lanjut

Asesmen pada Awal Pembelajaran :

Tujuan : Menggali pengetahuan awal siswa tentang aturan yang berlaku di rumah

Kegiatan : tanya jawab sederhana, misalnya:

“Siapa yang setiap pagi berpamitan pada orang tua sebelum berangkat sekolah?”

“Siapa yang sudah membantu orang tua di rumah?”

Murid menyebutkan minimal 1 aturan di rumah yang mereka ketahui.

Asesmen pada Proses Pembelajaran :

Tujuan : Menilai keterlibatan siswa dalam memahami materi, menyebutkan contoh aturan di rumah, serta menilai keterampilan mereka dalam menggambar dan bercerita.

Kegiatan : Penilaian hasil karya (gambar aturan di rumah). Mendengarkan penjelasan lisan siswa tentang gambar aturan rumah.

Asesmen pada Akhir Pembelajaran :

Tujuan : Mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran, yaitu kemampuan menyebutkan contoh aturan di rumah

Kegiatan : Murid menyebutkan minimal 3 aturan di rumah secara lisan atau tertulis. Refleksi lisan: siswa menyebutkan satu aturan rumah yang akan terus

dipatuhi. Penugasan rumah: “Menuliskan satu aturan baru yang bisa mereka buat bersama di rumah.

 

d.     Perencanaan  Pembelajaran Kokurikuler

Rencana Pembelajaran (Modul Ajar Kokurikuler)

Nama satuan pendidikan    :

Kelas                                    : VI

Tema Kegiatan                     : Lingkungan Bersih Aku Sehat

Alokasi Waktu                     : 126 JP

Lokasi Kegiatan                   : Lingkungan rumah dan Sekolah

A.   Dimensi Profil Lulusan

1. Berpikir Kritis  2. Komunikasi    3. Kesehatan

B. Tujuan Pembelajaran

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi

Siswa mampu mengidentifikasi kondisi lingkungan sekitar (berpikir Kritis) dan mengajak kebiasaan hidup bersih ( komunikasi dan kesehatan) mata pelajaran IPAS, MTK dan Bahasa Indonesia

C. Praktik Pedagogis

Pembelajaran berbasis proyek.

D. Lingkungan Belajar

 

Memberi kesempatan kepada murid untuk menganalisis kondisi lingkungan sekitar secara

berkolaborasi bersama teman sekelas dan melakukan aksi nyata sebagai solusi dari permasalahan

yang terjadi.

E. Kemitraan Pembelajaran

Kolaborasi guru, siswa dan orang tua wali

F. Pemanfaatan Digital

Laptop, Infocus, video, dan canva/powerpoint

G. Kegiatan

 

 1.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan

 2.      Murid dibagi menjadi beberapa kelompok secara heterogen

 3.      Murid diminta memirsa video tentang lingkungan Kesehatan dan kaitannya dengan Kesehatan

 4.      Melakukan Observasi Lingkungan sekolah dan rumah (IPA)

 5.      Mengelompokan dan menyusun data yang di dapat dalam grafik dan tabel sederhana

 6.      Mendeskripsikan dalam bemtuk narasi data yang diperoleh membuat desain Poster Lingkungan Sehat

 7.      Murid mempresentasikan karyanya dengan berbagai media secara berkelompok

 8.      Murid melakukan refleksi kegiatan yang telah dilakukan.

 9.      Murid membuat kesepakatan terkait apa hal konkret yang akan dilakukan bersama untuk menjaga lingkungan sehat

Assesmen

Formatif (Hasil Obanervasi dan catatan anekdotal

 

BAB V : EVALUASI, PENGEMBANGAN PROFESIONAL DAN PENDAMPINGAN

A.        Hubungan dan Prinsif Evaluasi, Pengebangan Profesional dan Pendampingan

B.     Rencana Evaluasi,  Pengembangan Profesional dan Pendampingan

Tabel 5.1 Rencana Evaluasi, Pengembangan Profesional dan Pendampingan

No

Bentuk  Kegiatan

Model Kegiatan

Pihak yang Terlibat

Sasaran

Tujuan

Kegiatan

Waktu Kegiatan

1

 

Evaluasi Pembelajaran

Supervi Adminitrasi (RPP,Silabus, Instrumen Penilaian, dokumen penilaian, daftar hadir siswa dll)

kunjungan kelas, pertemuan pribadi, atau observasi langsung 

Kepala Sekolah

Supervisor

Dll

Guru

Siswa

Untuk mengetahui kelengkapan dan kualitas dokumen dalam mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. 

1.       Perencanaan

Tahap ini melibatkan identifikasi masalah, penetapan tujuan, pemilihan teknik, dan penyusunan instrumen supervisi berdasarkan data dan kebutuhan guru. 

 

2.       Pelaksanaan

kegiatan nyata

 

3.       Evaluasi

Mengukur ketercapianannya Tujuan supervise

 

4.       Refleksi

Menctat semua temuan baik   

 

5.       Tindaklanjut

Menindakanjuti temuan yang belum sesui harapan

 

Supervisi Pembelajaran

kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa 

kunjungan kelas, pertemuan pribadi, atau observasi langsung 

Untuk Mengetahui ketercapian dan Keberhasilan dalam Melaksnaakan Pembelajran

1.       Perencanaan

Ø  Melakukan Idntifikasi melalui berbagai cara : (Menganalisis Informas hasil Rapor Pendidikan, Melihat hasil asessmen siswa (portofolio),Melalui Rapat Tahunan (FGD) Hasil belajar, Kiesoner

 

Ø  Merancang atau medsain kegiatan yang akan dilakaukan dalam evaluasi

 

2.     Pelaksanaan

Melaksanakan Kegiatan yang sudah dipersiapkan

 

3.       Evaluasi

Melakukan pengukuaran sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

 

4.       Refleksi

Mencatat semua kegiatan baik yang berjalan atau tidak

 

5.       Tindaklanjut

Menyusun tindaklanjut dari hasil refleksi

 

2

Evaluasi

Kurikulum

visi, misi dan tujuan

 

Pertemuan dengan orang tua, warga satuan pendidikan

Warga satuan

Wali siswa

Pengawas

Dll

Kepala Sekolah

 

Pendidik

bertujuan untuk keberhasilan kepala satuan

pendidikan dan pendidik dalam menjalankan seluruh program pendidikan yang direncanakan

dengan tujuan untuk memahami apakah visi, misi dan tujuan satuan pendidikan telah tercapai

1.       Perencanaan;

Melakukan penetapan tujuan evaluasi kurikulum, menyusun indikator keberhasilan, pentuan ruang lingkup evaluasi (Proses KBM, Capaian Pembelajaran), menyusun instrumen (angket, analisis dokumen, atau wawancara) dan menetapkan jadwal kegiatan.

2.       Pelaksanaan

Melakasanakan Kegiatan menggunakan instrument dalam pengumpulan data dan mendokumentasikan seluruh temuan

 

3.       Evaluasi

Analisis data hasil pelaksanaan evaluasi, Kekuatan dan kelemahan implementasi kurikulum, aktor pendukung dan penghambat pelaksanaan

 

4.       Refleksi

Diskusi hasil evaluasi bersama pemangku kepentingan, Relevansi kurikulum dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman

 

5.       Tindaklanjut

Penyusunan rencana perbaikan kurikulum berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi, Penetapan target peningkatan mutu pada periode berikutnya

 

3

Pengembangan professional dan Pendampingan

Tindaklanjut Hasil Evaluasi dan Refleksi Semeter yang sudah dilakasnakan

 

 

 

 

mentoring 

 

Proses kolaboratif (misalnya, pelatih ahli atau sesama guru)

 

(Mentoring)

Membimbing guru dalam memecahkan masalah dan mengembangkan pemahaman serta keterampilan baru 

Pengawas

Nara sumber

Kepala sekolah

 

Membantu guru secara langsung dalam menerapkan kurikulum, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan mencapai tujuan peningkatan kualitas secara bertahap. 

 

 

transfer pengetahuan dan keterampilan,

1.       Perencanaan

Identifikasi kebutuhan berdasarkan dari hasil pengamatan dan evaluasi yang sudah dilakaukan dengan melibatkan pengawas untuk mennetukan kegiatan yang dapat dilaksanakan seperti (mentoring, Coaching,Pelatihan)

 

2.       Pelaksanaan

Melaksankan kegiatan yang sudah di rencanakan

 

3.       Evaluasi

Melakukan pengukuran untuk mengetahui tujuan sudah apakah tercapai dan menganalisisinya

 

4.       Refleksi

mencatat semua kegiatan dari rencana yang sudah di laksakan baik yang berhasil atau tidak

 

5.       Tindaklanjut

Menyusun tindaklanjut langkah perbaikan kedepannya

 

 


Selain itu penting juga untuk di baca, sebagai  penguat kurikulum PM dan implementasinya :

Baca Juga